BACAMALANG.COM – Hingga kini Himpunan Falun Dafa terus mengalami perkembangan yang pesat di dunia yang kini mencapai 100 juta pengikut.
Meski demikian kiprah himpunan ini sampai saat ini masih dianggap stereotip (buruk) karena dinilai sebagai aliran sesat, berpolitik, meracuni orang, teroris, dan lain-lain.
Karena populer dalam waktu cepat, menjadikan Presiden Tiongkok menganggapnya sebagai ancaman terhadap kekuasaannya dan mulai 20 Juli 1999 melakukan Genosida HAM yang brutal menghabisi Falun Dafa.
Di Indonesia sendiri, Ketua Umum Himpunan Falun Dafa Indonesia (HFDI) Gatot Machali, sukses mengembangkan Falun Dafa secara online, menjadi latihan kultivasi spiritual Tiongkok kuno berlandaskan prinsip karakter semesta (Sejati Baik Sabar) yang diperkenalkan Master Li Hong Zhi tahun 1992.
Guna menyimak perjuangan Falun Dafa di dunia dan Indonesia, berikut hasil wawancara dengan Ketua Umum Himpunan Falun Dafa Indonesia (HFDI) Gatot Machali.

Himpunan Falun Dafa Indonesia (HFDI) terus mengalami perkembangan yang pesat di Indonesia, jika Anda tidak keberatan apa yang membuat Falun Dafa diminati masyarakat?
Sebelum menjawab pertanyaan ini saya akan menjelaskan apa sebenarnya Falun Dafa itu. Falun Dafa disebut juga Falun Gong adalah sebuah latihan kultivasi spiritual Tiongkok kuno yang berlandaskan pada prinsip karakter alam semesta yakni Sejati Baik Sabar.
Yang diperkenalkan oleh Master Li Hong Zhi pada tahun 1992 yang mana pada waktu itu awalnya Falun Dafa diajarkan secara rahasia turun temurun, namun semenjak 13 Mei 1992 Falun Dafa diajarkan ke masyarakat secara terbuka yang kemudian dalam waktu singkat menjadi popular di seluruh penjuru Tiongkok yang dimana dalam waktu kurung waktu 7 tahun jumlah praktisinya kurang lebih 100 juta orang dan angka ini adalah melebihi dari jumlah anggota rezim Parta Komunis Tiongkok (PKT) pada waktu itu yang jumlahnya hanya 60 juta orang.
Jadi kepopuleran ini bagi rezim PKT menjadi sesuatu yang menakutkan, meskipun Falun Dafa tidak berpolitik karena Falun Dafa hanya melatih kultivasi.
Tetapi bagi Jiang Zemin Presiden Tiongkok pada waktu itu yang menganggap Falun Dafa sebagai suatu ancaman terhadap kekuasaannya. Karena akibat ketakutan paranoid, cemburu dan iri hati akhirnya dia berkolusi dengan PKT. Akhirnya pada tanggal 20 Juli 1999 mulailah melancarkan kampanye penindasan Genosida HAM yang sangat keji untuk melenyapkan Falun Dafa hingga sampai saat ini terus berlangsung.
Jadi jika ditanya penyebab perkembangan Falun Dafa di dunia, karena Falun Dafa ini dari awalnya memang semacam suatu fenomena yang sudah kontrovesial sehingga banyak orang jadi penasaran.
Bayangkan saja ilmunya sama, bukunya sama, gurunya juga sama, akan tetapi ditanya negara di seluruh dunia Falun Dafa disambut dengan hangat dan mendapat banyak penghargaan. Sementara di negara Tiongkok oleh rezim PKT sampai sekarang Falun Dafa dianggap sesat dan ini sangat kontrovesial 180 derajat.
Selain Falun Dafa yang popular sehingga banyak orang yang penasaran jadi ingin mencoba berlatih. Ini adalah penyebab Falun Dafa banyak diminati di Indonesia bahkan dunia adalah karena kebaikan Falun Dafa itu sendiri, sesuai seruan Latihan energi Sejati Baik Sabar. Buku Falun Dafa yang berjudul Juan Falun banyak yang mendapat manfaat dari Latihan Falun Dafa yang luar biasa bahkan ajaib.
Jika diakumulasi saat ini berapa jumlah anggota Falun Dafa seluruh Indonesia?
Karena sistem di Falun Dafa tidak ada ikatan keanggotaan, Falun Dafa ini organisasi namun tidak mengikat tidak ada kantor hanya rumah teman dan bergantian.
Jika ingin berlatih Falun Dafa tidak ada syarat pendaftaran seperti administrasi, lebih-lebih Falun Dafa tidak berbayar.
Masyarakat yang ingin berlatih Falun Dafa silahkan datang di taman tempat berlatih yang terdekat nanti ada praktisi pembimbing atau instruktur yang suka rela mengajar.
Ada juga yang belajar Falun Dafa melalui intenet secara geratis di website. Jadi jika ditanya berapa jumlah anggota Falun Dafa agak susah.
Di seluruh dunia di berbagai negara seperti itu kondisinya, saya hanya bisa memberikan data empiris saja misalnya terhadap penjualan buku, menurut informasi penjual buku kurang lebih ada 10.000 an tapi ada juga ada yang beli tetapi tidak berlatih, istilahnya berjodoh baru berlatih dan baru mempelajari.
Berdasarkan sejumlah berita yang beredar, HFDI juga berupaya menggugah DPR RI khususnya Komisi IX agar memberikan perhatian lebih terhadap kasus dugaan genosida kepada praktisi dan anggota Falun Dafa di Tiongkok. Bagaimana respon dan perkembangan sikap DPR RI saat ini terhadap tuntutan tersebut?
Inilah masalahnya, setelah Anggota Komisi IX DPR RI Wenny Haryanto dari Fraksi Partai Golkar, Juni 2020 pada saat Rapat Paripurna DPR-RI tiba-tiba Ibu Wenny mengambil mic yang mana di rapat paripurna itu mengecam dan memberikan perhatian serius agar parlemen Indonesia ikut berperan atas penganiayaan genosida dan pelanggaran HAM praktisi Falun Dafa di Tiongkok yang mana sebagian besar korbannya telah dibunuh, diambil paksa organ tubuhnya untuk kebutuhan transplantasi pasien di dalam negara maupun mancanegara.
Pada waktu Juni 2020 itu adalah surat saya selaku Himpunan Falun Dafa Indonesia kami berkirim surat kepada anggota DPR yang berkenan. Beritanya adalah mengenai tindak lanjut dalam Rapat Paripurna 2020, namun kasus ini tenggelam begitu saja sekarang.
Semenjak upaya Bu Wenny dalam Rapat Paripurna itu menurut infromasi Bu Wenny mendapatkan teguran bahwa sebagai Komisi IX dilarang membicarakan materi di luar komisinya.
Saya sempat juga mengirim surat kepada Komisi I DPR RI yang domainnya adalah masalah luar negeri. Tetapi hasilnya “adem ayem” saja nyaris tak terdengar.
Jadi semenjak itu sikap Parlemen DPR RI jadi terhenti begitu saja. Tapi seperti yang kita tahu bahwa kejahatan rezim PKT berlangsung secara sistematis dan sangat tertutup terhadap Falun Gong yang antara lain juga melibatkan diplomasi antar negara yng modelnya suka mengintervensi kepada negara-negara yang diplomasinya rendah.
Bahkan rezim komunis ini sangat licik untuk membungkam negara lain melalui ekonominya, hubungan antar negara, perdagangan, melalui jebakan hutang.
Jangan sampai Indonesia terjebak agar dunia masyarakat internasional yang membisu melalui ekonominya, masyarakat Indonesia dibuat bisu di tengah kejahatan genosida HAM ini.
Parlemen Indonesia kenapa pada diam, penguasa pemerintah kita juga diam, jangan-jangan sudah ada tangan PKT yang mengintervensi melalui kedutaan Tiongkoknya, jadi kasus Falun Gong di parlemen berhenti.
Selain audiensi kepada Komisi IX DPR RI HFDI juga melalukan sejumlah aksi simpatik di depan Kedutaan Besar China di Jakarta pada tahun 2021 lalu dan awal tahun 2022 ini, dapatkah Anda berbagi kepada kami detail tuntutan dalam aksi tersebut?
Aksi di depan kedutaan Tiongkok tahun 2021 terkait peristiwa tanggal 20 Juli 1999. Itu adalah dimulainya penindasan genosida HAM terhadap Falun Dafa oleh Jiang Zaemin yang menindasnya itu berkolusi dengan rezim PKT karena Jiang adalah Sekjen Partai Komunis Tiongkok yang mana pada tanggal 20 Juli 1999 itu polisi melakukan penangkapan para praktisi Falun Dafa di taman-taman seluruh kota besar di Tiongkok, karena hampir setiap hari taman-taman itu digunakan praktisi untuk berlatih Falun Dafa yang jumlahnya ratusan juta.
Semenjak 20 Juli 1999 itu banyak praktisi yang ditangkap, kemudian semua media di Tiongkok dikerahkan untuk menyerang Falun Dafa. Terhitung pada tanggal itu Jiang Zemin mengeluarkan larangan terhadap Falun Dafa, dan sejak itu penganiayaan Falun Dafa terus berlanjur hingga saat ini, yang mana mengabaikan fakta yang sesungguhnya tidak ada pasal dalam konstitusi Tiongkok yang menetapkan larangan itu.
Terkait dengan tanggal 25 April 1999 itu kejadiannya hampir sama dengan 20 Juli. Pada waktu itu ada sekitar 10.000 praktisi Falun Dafa melakukan aksi demo damai dan datang ke Kantor Negara Urusan Permohonan di Beijing memohon keadilan agar diberi lingkungan berlatih yang bebas gangguan, yang mana lokasinya berdekatan dengan Istana negara.
Para praktisi ini datang untuk mengajukan keluhan himbauan yang mana dijamin konstitusi Tiongkok. Aksi tersebut berlangsung secara damai, tertib, jadi dalam aksi tersebut para praktisi memungut sampah dan membersihkan jalanan.
Pengaduan tersebut karena ada 40 orang praktisi yang ditangkap polisi padahal tidak bersalah. Setelah ditelusuri ada konspirasi.
Setelah aksi demo 10.000 praktisi, Perdana Mentri Zhu Rongji positif mendukung Falun Dafa dan dibebaskanlah 40 orang praktisi tersebut.
Dan ternyata setelah kejadian itu munculah kejadian 20 Juli yang sangat bertolak belakang dan membuat Falun Dafa dicap jelek.
Peristiwa permohonan 25 April ini diputarbalik sebagai peristiwa pengepungan Istana negara, praktisi Falun Dafa memberontak kepada pemerintah pusat. Jadi setiap 25 April kita menggunakan momentum itu sebagai aksi.
Tuntutan kita sebenarnya cuma 2 yang sering kita serukan di spanduk. Yang pertama yaitu “Stop hentikan segera kekerasan genosida HAM terhadap praktisi Falun Dafa di China”. Yang kedua “Bawa Jiang Zaemin ke Pengadilan”.
Bagaimana dampak atau hasil dari tuntutan dalam aksi-aksi yang digelar oleh HFDI, efektifkah ?
Lumayan efektif, walaupun tuntutan pada aksi demo kita faktanya belum berhasil. Walaupun masa praktisi Falun Dafa di Indonesia kelewat kecil yang seolah-olah dipandang sebelah mata, apalagi menghadapi negara besar super power yang dikuasai oleh rezim PKT yang dalam hal ini jika di Indonesia representasinya di kedutaan Tiongkok di Jakarta.
Pemerintah Indonesia dihadapan super power negara Tiongkok seperti tunduk dihadapan kepentingan negara Tiongkok.
Namun komunitas Falun Dafa sendiri walaupun kecil namun perjuangan praktisi Falun Dafa bisa dikatakan selalu tampil dengan penuh bermatabat, sehingga membuat rezim jahat PKT menjadi ketar-ketir.
Bagi rezim PKT Falun Dafa seperti menjadi duri dan merasa ketakutan. Cepat atau lambat PKT suatu ketika akan tercerai-berai atau runtuh akibat dari pada kegiatannya sendiri. Seperti contohnya partai komunis Uni Soviet juga runtuh.
Apa upaya lain yang perlu dilakukan agar perjuangan yang Anda lakukan mendapat pengaruh dan dukungan masyarakat, khususnya stakeholder di negeri ini?
Perjuangan kami supaya berhasil kuncinya menurut saya, kami harus terus menerus menyampaikan penjelasan atau klarifikasi yang sebenarnya karena masih banyak orang yang salah paham dan banyak yang ikut menilai Falun Dafa negatif, seperti menilai sebagai aliran sesat, berpolitik, meracuni orang, teroris, dan lain-lain.
Klarifikasi update info terkait penindasan kekerasan genosida HAM yang dialami praktisi Falun Dafa di Tiongkok khususnya kepada Kementrian Luar Negeri. Master Li Hong Zhi ini sebenarnya orang Amerika dulu warga negara China, semenjak tahun 1996 menjadi warga negara Amerika.
Jadi selama ini kami masih sering melayangkan surat tetapi tidak ada respon sama sekali, namun kami yakin sura-surat itu dibaca dan disimpan.
Kami juga berusaha untuk mencoba dan menembus lagi untuk audiensi ke parlemen lagi terutama ke komisi wakil rakyat yang terkait.
Selain itu, kami setiap Minggu membuat acara webinar tentang apa itu Falun Dafa yang mana di dalam webinar itu terdapat penjelasan, klarifikasi, terkait dengan penindasan genosida HAM yang dialami praktisi Falun Dafa di Tiongkok.
Dengan ini kami berharap masyarakat luas dan Pemerintah Indonesia dapat mengenali fakta yang sebenarnya terhadap penindasan Falun Dafa.
Kita semua mengetahui bahwa dalam waktu dekat akan ada momentum penting G20 yang digelar di Bali, bagaimana tanggapan Anda terhadap event ini?
Kami merasa perlu mendukung event yang langka ini, yang mana Indonesia diberi kesempatan untuk menggelar acara seperti ini tentang forum Internasional yang berjumlah 20 negara yang punya dampak perekonomian besar di dunia.
Terkait acara ini jika Indonesia berkesempatan berani mengusung isu yang strategis yang terkait isu kemanusiaan HAM, misalnya tentang genosida HAM Falun Dafa di Tiongkok.
Jika Indonesia berani menyuarakan kami akan memasang spanduk tentang kejahat genosida HAM praktisi Falun Dafa saat pegelaran G20 jika diizinkan dan didukung oleh pemerintah.
Untuk meningkatkan pengaruh, apakah Falun Dafa juga berencana melakukan aksi di depan Kedutaan Besar China di Indonesia dalam waktu dekat ini? Jika iya dapatkah Anda berbagi detail rencana tersebut kepada kami?
Biasanya pada bulan Desember tanggal 10 bertepatan dengan memperingati hari HAM sudah menjadi agenda tahunan untuk melakukan aksi damai di depan Kedutaan Besar Tiongkok.
Formatnya masih sama yaitu aksi damai sambil duduk dalam bentuk meditasi biasanya juga ada teater peragaan penyiksaan yang keji kemudian dilakukan orasi.
Kami juga mengundang teman-teman pegiat HAM. Kemudian ada juga nyala lilin malam untuk mengenang saudara-saudara kami praktisi Falun Dafa di Tiongkok yang telah meninggal akibat korban penganiayaan yang sangat keji.
Selain itu kami mengadakan aksi demo di depan Kedutaan Tiongkok China, kita adakan bisa setiap minggu 4 kali sudah rutin dari tahun 2010 kita mengadakan di Surabaya dan Bali.
Aksi damai di depan Kedutaan Tiongkok terjadi di seluruh dunia hampir setiap ibu kota yang terdapat praktisi Falun Dafa dan terdapat Kedutaan Tiongkok di setiap ibu kota tersebut itu bisa dipastikan ada aksi demo damai dalam bentuk meditasi. Demo di Inggris bahkan pernah dilakukan selama 24 jam non-stop.
“Stop hentikan segera kekerasan genosida HAM terhadap praktisi Falun Dafa di China”. “Bring Jiang Zaemin to Justice”.(*)



























































