Lewat Vermikompos, UMM Sukses Tekan Sampah Organik Hingga 92 Persen - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 12 Mei 2026 09:55 WIB ·

Lewat Vermikompos, UMM Sukses Tekan Sampah Organik Hingga 92 Persen


 Pupuk organik hasil daur ulang sampah dapur karya mahasiswa UMM. (ist) Perbesar

Pupuk organik hasil daur ulang sampah dapur karya mahasiswa UMM. (ist)

BACAMALANG.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membuktikan diri sebagai kampus inovatif dan mandiri yang konsisten menghadirkan dampak nyata dalam mewujudkan ekosistem berkelanjutan. Melalui tata kelola sirkular terintegrasi, Kampus Putih sukses mengolah sisa makanan menjadi nutrisi bagi seluruh ruang terbuka hijau di lingkungan kampus.

Ketua Tim GreenMetric UMM, Sandi Wahyudiono, MT., menegaskan bahwa sistem pengelolaan ini menjadi solusi efektif yang mampu menyelesaikan dua persoalan sekaligus, yakni pengurangan limbah organik dan pemenuhan kebutuhan pupuk secara mandiri.

“Melalui program ini, UMM tidak hanya memangkas drastis jumlah sampah organik yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga memperkuat komitmen nyata terhadap kelestarian lingkungan,” ujar Sandi, Senin (11/5/2026).

Sebagai kampus inovasi mandiri, UMM membuktikan bahwa tata kelola limbah berbasis ekonomi sirkular mampu menuntaskan persoalan sampah kantin sekaligus memenuhi kebutuhan pupuk tanaman kampus dari hasil olahan internal.

Keberhasilan tersebut terlihat dari capaian pengelolaan sampah organik sepanjang 2025. Dari total 438 ton sampah organik yang dihasilkan di seluruh fasilitas kampus, sebanyak 402,9 ton atau setara 92 persen berhasil diolah secara optimal melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kampus III.

“Kuncinya ada pada implementasi program vermikompos yang menjadi jantung dari upaya pengelolaan sampah berkelanjutan kami,” jelasnya.

Siklus pengolahan dimulai dari pemilahan sisa makanan, sayur, dan buah yang berasal dari kantin, taman, hingga kebun edukasi. Sampah organik tersebut kemudian dicacah menjadi ukuran 2–3 sentimeter sebelum masuk tahap fermentasi.

Pada proses fermentasi, sampah dicampur bahan karbon seperti sekam padi dengan tingkat kelembapan 60–70 persen. Setelah difermentasi selama 7–14 hari di reaktor tertutup, material dipindahkan ke unit modular untuk proses vermikompos menggunakan cacing tanah jenis Eisenia fetida.

Cacing tersebut mengurai sampah organik menjadi pupuk kaya nutrisi yang kemudian dimanfaatkan untuk menyuburkan taman kampus, kebun edukasi, hingga lahan pertanian mitra.

Seluruh proses didukung fasilitas modern hasil pengembangan kampus, mulai dari mesin pencacah berkapasitas 200 kilogram per jam, saringan kompos 100 kilogram per jam, hingga granulator 100 kilogram per jam yang dikelola tenaga profesional.

Setelah melalui proses selama 40–60 hari, kompos organik berkualitas tinggi siap dipanen dan dimanfaatkan kembali di lingkungan kampus.

Tak hanya menghasilkan kompos, limbah spesifik dari kantin seperti kulit buah dan sayur juga diolah menjadi cairan eko-enzim. Melalui program edukatif di UMM Edupark, kampus ini mampu memproduksi lebih dari lima liter eko-enzim setiap hari.

Capaian pengolahan 92 persen sampah organik ini menjadi bukti nyata bahwa operasional kampus berskala besar dapat berjalan selaras dengan alam. Keberhasilan tersebut sekaligus menegaskan posisi UMM sebagai salah satu pelopor aksi iklim dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Indonesia.

“Melalui inovasi dan kemandirian ini, UMM tidak sekadar merawat lingkungan kampusnya sendiri, tetapi juga membangun blueprint inspiratif bagi institusi pendidikan lain untuk bersama-sama menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Dosen IAI Sunan Kalijogo Malang Motivasi Siswa SMA NU Pakis: Gen Z Harus Berani Speak Up

11 Mei 2026 - 13:16 WIB

Satresnarkoba Polres Batu Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba di Bumiaji, Warga Diajak Perangi Peredaran Gelap

9 Mei 2026 - 17:57 WIB

PJT I Atur Akses Bendungan Lahor, Prioritaskan Keamanan Obvitnas dan Keselamatan Publik

9 Mei 2026 - 09:56 WIB

Kemenaker Apresiasi Program Magang dan Pembinaan SDM di Lapas Kelas I Malang

8 Mei 2026 - 14:33 WIB

Kepemilikan SPPL Wajib, Minimalisir Pencemaran Lingkungan dalam MBG

7 Mei 2026 - 14:40 WIB

Tanam Kacang Lurik Madu di SAE Ngajum, Ditjenpas Jatim Perkuat Program Ketahanan Pangan

7 Mei 2026 - 12:09 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !