BACAMALANG.COM – Tradisi Lebaran Ketupat atau Kupatan yang digelar sekitar tujuh hari setelah Hari Raya Idulfitri mulai terasa geliatnya di Kota Malang. Meningkatnya permintaan janur dari masyarakat menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang musiman.
Pemandangan ini terlihat di Pasar Kebalen, Jalan Zaenal Zakse, Kecamatan Kedungkandang, pada Jumat (27/3/2026). Sejumlah pedagang janur tampak berjejer menjajakan dagangannya di kawasan pasar tersebut.
Salah satu pedagang janur, Samsul, mengaku permintaan mulai meningkat dalam beberapa hari terakhir. Mayoritas pembeli membeli janur untuk dibuat ketupat sebagai bagian dari tradisi turun-temurun.
“Banyak yang beli janur, alhamdulillah lakunya juga banyak. Hari ini saya bawa sekitar 600 ikat,” ujarnya.
Ia menjual janur dengan harga terjangkau, berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per ikat. Dalam sehari, ia bisa meraup keuntungan hingga Rp100 ribu.
“Sejak Kamis (26/3) kemarin sudah mulai ramai pembeli. Kemungkinan masih akan berlanjut sampai Minggu (29/3),” tambahnya.
Pedagang lainnya, Marsiah, mengaku tidak hanya menjual janur mentah, tetapi juga ketupat yang sudah jadi.
“Setiap hari bisa laku sampai 200 ikat kecil dengan harga Rp20 ribu. Kalau ketupat jadi, satu ikat isi 10 biji harganya Rp10 ribu,” jelasnya.
Ia berharap tren pembelian ini terus berlanjut hingga puncak Lebaran Ketupat, sehingga dapat meningkatkan pendapatan para pedagang.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































