BACAMALANG.COM – Inovasi pertanian urban semakin menggeliat di tengah keterbatasan lahan perkotaan. Salah satunya datang dari Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Seorang ibu rumah tangga bernama Meilini Herna, atau akrab disapa Bu Meli, sukses menyulap pagar rumahnya menjadi ladang hidroponik yang menghasilkan pendapatan ratusan ribu rupiah setiap bulan.
Dengan memanfaatkan sistem hidroponik sederhana, Bu Meli menanam berbagai jenis sayuran segar di pagar dan lantai dua rumahnya. Hasil panen dijual ke warga sekitar dan karyawan perusahaan di dekat rumahnya. Lewat grup WhatsApp, ia rutin mengumumkan waktu panen dan langsung mendapat respon pembelian. Dalam sebulan, pendapatannya mencapai Rp300.000 hingga Rp450.000.
“Awalnya hanya untuk konsumsi keluarga. Tapi karena banyak yang tertarik, saya mulai menjual. Menanam di pagar ternyata sangat memungkinkan,” ujar Bu Meli saat diwawancarai.
Fenomena seperti yang dilakukan Bu Meli selaras dengan tren pertumbuhan pertanian hidroponik di Indonesia. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa sektor hortikultura, termasuk hidroponik, mengalami peningkatan signifikan. Bahkan, pasar hidroponik secara global diperkirakan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 7,4% dari 2020 hingga 2029.
Proses hidroponik yang diterapkan Bu Meli tergolong efisien dan ramah lingkungan. Bibit sayur disemai di media rockwool, kemudian dipindahkan ke instalasi hidroponik setelah berumur 10–12 hari. Dalam waktu sekitar satu bulan, sayuran bisa dipanen dan dijual dalam kemasan 200 gram, lengkap dengan sistem pembayaran nontunai via transfer bank.
Kisah Bu Meli menjadi contoh inspiratif bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk memulai usaha. Dengan kreativitas, pagar rumah pun bisa menjadi ladang penghasilan tambahan.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Rahmat Mashudi Prayoga




















































