BACAMALANG.COM – Vaksinasi perdana secara simbolis telah digelar Pemerintah Kota Malang. Namun ternyata Kota Malang masih kekurangan 14.240 dosis vaksin Covid-19 untuk tenaga kesehatan. Hal ini diungkapkan Plt Kepala Dinkes Kota Malang Sri Winarni Sri Winarni usai pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Block Office Balai Kota Malang, Kamis (28/1/2021).
“Tahap pertama vaksinsi Covid-19, Kota Malang hanya mendapatkan 10.240 dosis dari total kebutuhan vaksin sebanyak 25.040 dosis,” tuturnya.
Sri Winarni menambahkan, berdasarkan data Dinas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, jumlah tenaga kesehatan yang telah terverifikasi sebagai penerima vaksin sebanyak 12.520 orang, yang akan menerima prioritas vaksin Covid-19 di tahap pertama di Kota Malang.
“Secara keseluruhan ada 12.250 orang tenaga kesehatan yang datanya sudah masuk dan didaftarkan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes), karena vaksin dilakukan dua kali, maka dibutuhkan 25.040 vaksin,” jelasnya.
Namun Sri Winarni mengatakan, bahwa baru 10.240 dosis vaksin yang diterima dari Pemprov Jawa Timur. “Ada kekurangan 14.800, yang nanti akan disampaikan ke provinsi setelah pelaksanaan vaksinasi ini,” imbuhnya.
Ia menguraikan, setelah penyuntikan perdana secara simbolis ini, 10.240 dosis vaksin nantinya akan didistribusikan ke sebanyak 84 fasilitas kesehatan (faskes) yang telah terdata di Kota Malang, yang terdiri dari 16 puskesmas, 25 rumah sakit, dan 43 klinik. “Jika cold chain Dinkes bisa diisi lagi, kita akan segera minta ke provinsi,” tandasnya.
Wali Kota Malang, Sutiaji memastikan agar masyarakat Kota Malang tidak perlu khawatir jika tidak kebagian vaksin ini. “Kekurangan yang ada itu dikarenakan faktor teknis penyimpanan saja, jangan sampai terlalu lama dan suhunya tidak sesuai, karena dengan penyimpanan yang benar maka vaksinnya tetap efektif,” tegasnya.
Vaksinasi ini secara simbolis diberikan kepada 11 pejabat dsaerah dan perwakilan tokoh masyarakat di Gedung Bersama Balai Kota (mini block office) Lantai IV, Kamis (28/1/2021). Giliran penerima vaksin pertama diberikan kepada Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, yang diikuti Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Kajari Kota Malang Andi Dharmawangsa, dan Dandim 0833 Kota Malang Letkol Arm Ferdiyan Primadhona, Ketua Pengadilan Negeri Malang, Nuruli Mahdilis.
Ada pula dua tokoh agama, yakni Isroqun Najah dan Baroni, serta perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malang Raya, Djoko Heri Hermanto dan Rosidah Inayati dari Persatuan Ahli Gizi (Persagi). Pemkot Malang juga menggandeng influencer sekaligus pengusaha muda, Gilang Widya Pramana dan perwakilan dari penyandang disabilitas, Anjar Rahmansyah. Program vaksinasi tahap pertama ini dilaksanakan hingga bulan Februari mendatang, dan akan dilanjutkan dengan tahap berikutnya. (ned/zuk)

























































