Lebaran Ketupat Kian Hidup, Peran Emak-Emak dan Gadis Tak Tergantikan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 28 Mar 2026 05:29 WIB ·

Lebaran Ketupat Kian Hidup, Peran Emak-Emak dan Gadis Tak Tergantikan


 Ibu-ibu dan para gadis antusias mengikuti Lebaran Ketupat di Kampung Kemudinan Dusun Wonosari Sukodono, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, yang digelar sepekan setelah Hari Raya Idulfitri.(Herianto for Baca Malang) Perbesar

Ibu-ibu dan para gadis antusias mengikuti Lebaran Ketupat di Kampung Kemudinan Dusun Wonosari Sukodono, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, yang digelar sepekan setelah Hari Raya Idulfitri.(Herianto for Baca Malang)

BACAMALANG.COM – Tradisi Lebaran Ketupat yang telah mengakar kuat di masyarakat Indonesia masih terus dilestarikan, termasuk di Kampung Kemudinan, Dusun Wonosari Sukodono, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Perayaan yang digelar sepekan setelah Hari Raya Idulfitri ini berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.

Antusiasme terlihat dari para emak-emak hingga gadis muda yang turut ambil bagian dalam seluruh rangkaian kegiatan. Tradisi ini menjadi momen penting untuk saling memaafkan sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.

“Ibu-ibu dan para gadis sangat antusias mengikuti Lebaran Ketupat di kampung kami. Tradisi ini penting karena mampu mempererat hubungan dan menjaga kerukunan warga,” ujar Herianto, Jumat (27/3/2026).

Ia menjelaskan, tradisi Lebaran Ketupat merupakan warisan budaya yang erat kaitannya dengan dakwah Sunan Kalijaga, salah satu tokoh Wali Songo yang menyebarkan Islam di tanah Jawa. Sejak saat itu, tradisi ini terus hidup dan menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat.

Persiapan perayaan pun sudah dimulai sejak pagi hari. Para emak-emak tampak sibuk memasak ketupat, sayur opor, dan berbagai hidangan pelengkap. Sementara itu, para gadis turut membantu menganyam janur serta menata sajian.

Dalam pelaksanaannya, warga berkumpul untuk berbagi makanan dan bersilaturahmi. Sebagian warga juga mengumpulkan hidangan di musala atau masjid setempat, kemudian dibagikan setelah doa bersama. Suasana hangat penuh kebersamaan pun terasa saat warga saling berkunjung ke rumah tetangga dan keluarga.

Lebaran Ketupat di Dampit tidak hanya menjadi ajang makan bersama, tetapi juga sarana menjaga harmoni sosial serta memperkuat nilai gotong royong yang telah diwariskan turun-temurun.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Film Sains Fiksi Pelangi di Mars Resmi Tayang, Angkat Isu Krisis Air Global dengan Teknologi XR

18 Maret 2026 - 21:55 WIB

Turnamen Bulutangkis Internasional HOO HAA CUP 2026 Targetkan 3.000 Peserta

17 Maret 2026 - 23:03 WIB

Bagi-Bagi Takjil dan Makanan Sahur, Diesel Quick Malang Berbagi Kebaikan di Bulan Ramadan

15 Maret 2026 - 22:33 WIB

Inovasi Literasi SDN Temas 02: Geldebujang dan Pelangi Ilmu Tingkatkan Kemampuan Membaca Siswa

10 Maret 2026 - 12:19 WIB

Tuai Dukungan dan Apresiasi, Band Brain Wash dan Komunitas Punk Kota Batu Bagikan Takjil Gratis

9 Maret 2026 - 04:01 WIB

Obati Kerinduan Fans, Sheila On 7 Dipastikan Tampil di POLIPONI Malang Bersama Coldiac, Fiersa Besari, dan Barasuara

25 Februari 2026 - 09:16 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !