BACAMALANG.COM – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Malang mencatat sebanyak 19 kejadian kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026. Sementara itu, tidak ditemukan kasus kriminalitas menonjol selama periode tersebut.
Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, menyampaikan bahwa mayoritas kecelakaan disebabkan oleh kelalaian pengendara.
“Rata-rata penyebab laka lantas karena kurang hati-hatinya pengendara. Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat berkendara, mematuhi aturan, serta memperhatikan rambu-rambu lalu lintas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah titik kecelakaan terjadi di beberapa ruas jalan utama, di antaranya Jalan Raya Gatot Subroto (Kecamatan Turen), Jalan Raya Ketawang (Kecamatan Gondanglegi), serta Jalan Raya Dr. Cipto (Kecamatan Lawang).
Di sisi lain, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama operasi berlangsung relatif kondusif. Gangguan yang ditemukan umumnya berupa penggunaan petasan.
Operasi Ketupat Semeru 2026 sendiri digelar selama periode 13 hingga 25 Maret 2026, dengan fokus pada pengamanan arus mudik dan balik Lebaran, serta menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Melalui operasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas semakin meningkat, sehingga angka kecelakaan dapat ditekan.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga






















































