Sambut 1 Muharram, Mbabar Bubur Suro Gribig Hadirkan Wayang Topeng Menak - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 6 Jul 2024 21:39 WIB ·

Sambut 1 Muharram, Mbabar Bubur Suro Gribig Hadirkan Wayang Topeng Menak


 Wayang Topeng Menak menjadi bagian dalam rombongan Kirab Gunungan Takir sebagai bagian dari tradisi Mbabar Bubur Suro menyambut 1 Muharram 1446H oleh Pokdarwis Kampung Gribig Religi Kota Malang, Sabtu (6/7/2024). (Nedi Putra AW) Perbesar

Wayang Topeng Menak menjadi bagian dalam rombongan Kirab Gunungan Takir sebagai bagian dari tradisi Mbabar Bubur Suro menyambut 1 Muharram 1446H oleh Pokdarwis Kampung Gribig Religi Kota Malang, Sabtu (6/7/2024). (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Menyambut Tahun Baru Islam pada 1 Muharram 1446 H, yang juga 1 Suro dalam penanggalan Jawa, masyarakat menggelar tradisi membuat bubur Suro. Warga Madyopuro, tepatnya di Kampung Gribig Kota Malang, termasuk salah satu yang rutin mengadakan acara yang dikenal dengan Mbabar Bubur Suro ini pada Sabtu (6/7/2024).

Seperti tahun-tahun sebelumnya, ada tiga agenda yang berlangsung di kompleks Makam Ki Ageng Gribig ini, mulai Ngudeg Bubur Suro, Andum Bubur Suro serta Kirab Gunungan Takir. Ngudeg Bubur Suro berarti mengaduk bubur yang dipersiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat (Andum Bubur Suro). Sementara Kirab Gunungan Takir adalah arak-arakan membawa Gunungan atau bubur yang dibentuk sebagai Tumpeng raksasa.

Arak-arakan ini diawali dari kawasan gerbang perumahan Bulan Terang Utama menuju komplek Makam Ki Ageng Gribig, yang berjarak sekitar 500 meter. Pada posisi terdepan ada wanita berpakaian serba hitam yang berjalan dengan membawa sapu, diikuti seorang sepuh sebagai perwujudan Ki Ageng Gribig dan sejumlah warga yang menggotong Gunungan Takir Bubur Suro serta masyarakat, termasuk anak-anak.

Uniknya, sejumlah warga dengan mengenakan Topeng Malangan juga ikut dalam rombongan, yang berjalan dengan iringan tabuhan rebana. Sebelum rombongan diterima penasihat Pokdarwis Kampung Gribig Religi KRT Haryo Tumapel, dua orang dari Wayang Topeng ini menggelar tarian saat tiba di gerbang makam, yang dilanjutkan dengan kirab mengarak Gunungan Takir di dalam kompleks makam tersebut.

Prosesi Kirab Gunungan Takir sebagai bagian tradisi Mbabar Bubur Suro menyambut 1 Muharram 1446H oleh Pokdarwis Kampung Gribig Religi Kota Malang, Sabtu (6/7/2024). (Nedi Putra AW)

Totok Haryanto, salah satu tokoh masyarakat Gribig menuturkan, Wayang Topeng atau Tari Topeng sebagai ikon Malang sangat cocok untuk dipadukan dengan prosesi Kirab Tumpeng atau Gunungan Takir kali ini.

“Adegan Wayang Topeng Menak tersebut menggambarkan Raja Menak dan sekutunya yakni Amir dan Umar, yang berjuang mengislamkan wilayah Malang khususnya kepada para raja yang belum memeluk agama Islam, hingga akhirnya raja-raja tersebut memeluk agama Islam dengan ketokohan dan keberanian Raja Menak, yang merupakan perwujudan Sunan Giri, atau bisa jadi Ki Ageng Gribig,” paparnya.

Totok mengatakan, Wayang Topeng Menak ini kontribusi dari warga RW 16, 17 dan 18 di wilayah perumahan Bulan Terang Utama di bawah bimbingan salah satu pegiat Topeng Malangan, yakni Yudit Perdananto.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Gribig Religi Devi Nur Hadianto menjelaskan, konsep acara ini adalah menyiapkan makanan khas untuk menyambut datangnya bulan Muharram atau 1 Suro dalam penanggalan hijriyah dan jawa.

“Kami dari Pokdarwis punya tugas dan fungsi mengembangkan wisata religi lokal berbasis masyarakat, khususnya di kawasan Pesarean Ki Ageng Gribig ini, yang merupakan salah satu etalase Kota Malang ditinjau dari lokasinya,” ungkap dia.

Devi berharap event tahunan ini akan dapat mengundang banyak pengunjung atau wisatawan untuk hadir di Makam Ki Ageng Gribig dan menikmati bubur Suro ini bersama-sama.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Baihaqi (paling kanan) dan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Gribig Religi Devi Nur Hadianto (paling kiri) bersama warga ikut dalam Ngudeg Bubur Suro sebagai bagian tradisi Mbabar Bubur Suro menyambut 1 Muharram 1446H oleh Pokdarwis Kampung Gribig Religi Kota Malang, Sabtu (6/7/2024). (Nedi Putra AW)

Sementara Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Baihaqi,S.E.,M.Si mewakili Pj. Wali Kota Malang, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Mbabar Bubur Suro kali ini. “Acara ini merupakan sinergi luar biasa dari Pokdarwis Kampung Gribig Religi dengan berbagai pihak untuk melestarikan dan menguatkan budayanya,” ujar Baihaqi.

Baihaqi juga mengapresiasi Mbabar Bubur Suro yang melibatkan generasi muda dan anak-anak, sebagai upaya edukasi sejarah dan fakta yang ada. “Saya berharap sejarah seperti ini dapat ditulis atau dibukukan agar tidak terintervensi atau diputarbalikkan pihak-pihak tak bertanggungjawab, apalagi di era digital saat ini,” tandasnya.

Pewarta: Nedi Putra AW
Editor/Publisher: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 349 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Pastra Cup U-10 Jadi Wadah Lahirnya Bibit Pemain Sepakbola Usia Muda di Kabupaten Malang

1 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Gayengnya Jagongan Wong Kampung di Lawang : Cangkruk, Unjuk Bakat, sembari Revolusi Diri

30 September 2026 - 13:00 WIB

Mooncake Festival Eng An Kiong Malang Semarakkan Seni, Budaya dan Kompetisi

27 September 2026 - 12:20 WIB

Narangga Hadirkan “Kau dan Aku”: Kisah tentang Cinta, Keluarga, dan Perjalanan Hidup

25 September 2026 - 16:16 WIB

KONI Kota Malang Bidik 222 Emas di Porprov 2027, Perluas Nomor dan Cabor Andalan

24 September 2026 - 22:26 WIB

TK Siti Maryam Depok Peringati Hari Tani Nasional 2026, Menanam Penghargaan kepada Petani dari Kebun Sekolah

24 September 2026 - 20:21 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !