Tahun 2025, Fapet UB Siap Buka Prodi Peternakan Berbasis AI - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 30 Okt 2024 22:03 WIB ·

Tahun 2025, Fapet UB Siap Buka Prodi Peternakan Berbasis AI


 Dekan Fapet UB, Prof. Dr. Ir. Muhammad Halim Natsir, S.Pt, MP., IPM., ASEAN Eng menunjukkan Aplikasi UB Sobat Ternak yang tersedia di play store dan sudah dikembangkan sejak tahun 2023 lalu. (Nedi Putra AW) Perbesar

Dekan Fapet UB, Prof. Dr. Ir. Muhammad Halim Natsir, S.Pt, MP., IPM., ASEAN Eng menunjukkan Aplikasi UB Sobat Ternak yang tersedia di play store dan sudah dikembangkan sejak tahun 2023 lalu. (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) genap memasuki usia 63 tahun pada bulan Oktober 2024 ini. Sebagai lembaga perguruan tinggi yang memiliki tanggungjawab di bidang penciptaan sumber daya manusia unggul, pengembangan Iptek melalui penelitian sampai hilirisasi produk.

Fapet UB juga terlibat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengabdian kepada masyarakat, sehingga perayaan Dies Natalis ke-63 kali ini mengusung tema “Integrity and Innovation for Future Prosperity”.
Hal ini disampaikan Dekan Fapet UB, Prof. Dr. Ir. Muhammad Halim Natsir, S.Pt, MP., IPM., ASEAN Eng dalam Tasyakuran Dies Natalis ke-63 Fapet UB di auditorium kampus setempat, pada akhir pekan lalu.

Prof. Halim mengatakan, tema tersebut mengingatkan kepada tanggungjawab sebagai perguruan tinggi yang harus menghasilkan lulusan berintegritas dan mampu menghasilkan inovasi untuk kesejahteraan masa depan bagi manusia dan ternak yang dipelihara. Salah satunya adalah mengikuti perkembangan teknologi yang kian pesat.

“Fakultas Peternakan (Fapet) akan membuka program studi baru berbasis Artificial Intelligence (AI) tanpa menambah kuota mahasiswa baru, tetapi dengan pembagian porsi pada program studi yang sudah ada,” tuturnya saat membuka acara Dies Natalis.

Dikatakan Prof. Halim, pendirian program studi S1 baru dengan nama Industri Peternakan Cerdas ini prosesnya sudah diajukan ke Rektor dan dikoreksi Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) dan sudah melalui diskusi dengan Fakultas Ilmu Komputer (Filkom).

“Dalam arti kita tidak membuat algoritmanya, tidak menghasilkan sensornya, tetapi lebih kepada implementasinya dalam bidang peternakan, seperti bagaimana menghasilkan atau menganalisis big data, penggunaan sensor, penggunaan software dengan memanfaatkan AI,” jelasnya.

Peran AI pada dunia peternakan menurut Prof. Halim salah satunya adalah pada pembuatan formulasi pakan, dimana ahli dari Filkom bisa saja mengatakan pakan ini sudah benar karena kandungannya sudah sesuai.

“Tapi ahli di bidang Peternakan bisa melihat kesalahan di formula tersebut, bisa dibuktikan dengan memberikan pakan tersebut langsung ke ternak, karena saat dicoba diberikan ke ternak, tidak bisa dalam jumlah banyak,” paparnya.

Prodi baru ini, imbuh Dekan, terdiri dari 40 persen akan membahas tema kuliah sistem sistem cerdas dan Artificial Intellegence, smeentara sisanya tetap akan membahas masalah peternakan. “Hal ini tentunya sudah kita bahas dengan dosen-dosen Filkom, Dekan serta Wakil Dekan 1 nya,” ucap dia.

Prof. Halim menyatakan prodi serupa ini belum dimiliki Indonesia, namun sudah ada di belahan benua lain seperti Eropa, Australia dan negara Asia lainnya. “Salah satu negara Asia yang memiliki prodi serupa yakni Korea. Mereka menggunakan istilah yang berbeda, ada yang presisi, smart juga intellegent,” imbuhnya.

Ia menargetkan bahwa tahun ini proses administrasi dirampungkan, sehingga tahun ajaran depan sudah bisa membuka seleksi masuk. Terkait digitalasi, Halim mengkau pihaknya telah memiliki aplikasi UB Sobat Ternak yang tersedia di play store dan sudah dikembangkan sejak tahun 2023 lalu.

“Aplikasi ini berisi materi penyuluhan, konsultasi dan toko online. Produk yang sudah dipasarkan oleh Fapet UB antara lain yogurt, kerupuk rambak, imbuhan pakan UB Feed,” tandas Prof. Halim.

Muhammad Johan, menyabet Fapet Award untuk dua kategori sekaligus, yakni Mahasiswa dengan Penghargaan Nasional dan Internasional Terbanyak dalam Tasyakuran Dies Natalis ke-63 Fapet UB di auditorium kampus setempat, Sabtu (26/10//2024). (Nedi Putra AW)

Sementara Wakil Dekan Bidang Akademik Ir. Rizki Prafitri, S.Pt.,M.A.,Ph.D menambahkan, saat ini pengajuannya sudah mendapat persetujuan dari Majelis Wali Amanat (MWA) UB, yang selanjutnya Fapet mengajukan perbaikan Sistem Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) ke rektor.

“Selanjutnya Rektor mendaftarkan nomerklatur dan nomer prodi di DIKTI, dengan harapan semoga pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2025 prodi industri peternakan cerdas sudah dapat memerima mahasiswa baru,” ujarnya.

Dikatakan Rizki Prafitri, bagi dosen home based dan dosen pengajar juga sudah disiapkan oleh fakultas. “Jadi, karena ini prodi baru dan 40% komponen mata kuliah akan berkaitan dengan Artificial Intellengence, maka kita akan bekerjasama denga FILKOM dan beberapa pengajar mata kuliah tertentu berasal dari FILKOM,” tandas wanita berkacamata ini.

Tasyakuran Dies Natalis ke-63 Fapet UB itu juga diisi dengan pemberian Award atau penghargaan kepada sejumlah Mahasiswa, Dosen maupun Tenaga Pendidikan di lingkungan Fapet UB dalam berbagai kategori, mulai Mahasiswa dengan Penghargaan Nasional dan Dosen dengan Jumlah Jurnal Internasional Terbanyak, Dosen dengan Jumlah HKI Terbanyak, hingga Dosen dan Tenaga Pendidik yang Purna Tugas.

Pewarta: Nedi Putra AW

Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

 

Artikel ini telah dibaca 166 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Ukir Sejarah, Dirut Tugu Tirta Kota Malang Pimpin PERPAMSI Jatim 2026-2030

14 Mei 2026 - 17:03 WIB

Lewat Vermikompos, UMM Sukses Tekan Sampah Organik Hingga 92 Persen

12 Mei 2026 - 09:55 WIB

Dosen IAI Sunan Kalijogo Malang Motivasi Siswa SMA NU Pakis: Gen Z Harus Berani Speak Up

11 Mei 2026 - 13:16 WIB

Satresnarkoba Polres Batu Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba di Bumiaji, Warga Diajak Perangi Peredaran Gelap

9 Mei 2026 - 17:57 WIB

PJT I Atur Akses Bendungan Lahor, Prioritaskan Keamanan Obvitnas dan Keselamatan Publik

9 Mei 2026 - 09:56 WIB

Kemenaker Apresiasi Program Magang dan Pembinaan SDM di Lapas Kelas I Malang

8 Mei 2026 - 14:33 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !