BACAMALANG.COM – Pandemi selama 2 tahun terakhir sangat berdampak bukan hanya kesehatan, namun hampir di semua sektor kehidupan, termasuk di bidang seni. Namun di balik kesuramannya, pandemi juga banyak membawa hikmah.
Seperti Oneng Sugiarta Entertainment (OSE) yang tidak berhenti memberi dukungan dan menggairahkan geliat industri kreatif di Malang Raya.
“Di tengah pandemi, beragam cara dengan keterbatasan kami lakukan, mulai membuat film pendek, produksi TVC, jingle, lagu dan video musik bersama seniman berbakat Malang-Batu,” ungkap Oneng Sugiarta dari OSE, Minggu (7/8/2022).
Berangkat dari hal tersebut, OSE kembali merilis sebuah single bertajuk “Titipan”.
“Single ini merujuk kepada pandemi yang memaksa kita memahami makna kehidupan ini, bahwa semua yang kita miliki bersifat sementara atau ‘titipan’,” ujarnya.
Oneng menambahkan single Titipan ini sengaja dirilis pada Senin, 8 Agustus 2022 yang bertepatan dengan 10 Muharram di Hit The Ball Batu Panorama.
“Hal ini memberi pesan singkat bahwa harta, kekayaan, pangkat, jabatan, pasangan, anak dan semua urusan dunia hanya titipan. Bahkan diri kita pun hanyalah titipan. Semua yang hilang dari kita akan selalu dikenang, semua yang pergi tidak harus kembali,” paparnya.
Single ‘Titipan’ ini siap diperdengarkan lewat beragam platform digital yang ada saat ini, mulai Spotify hingga Youtube.
Dijelaskan Oneng, seperti album-album yang pernah ditilis OSE sebelumnya, single ini melibatkan proses kreatif para seniman maupun warga Malang Raya mulai dokter Syifa Mustika, rapper asal Turen Bonerutzy hingga pemilihan lokasi syuting videoklip di warung kopi Klodjen Djaja.
Owner Klodjen Djaja Didik Sapari mengaku bersyukur warung kopinya dipilih sebagai salah satu lokasi syuting videoklip Titipan ini.
“Saya salut, anak-anak muda ini masih tetap mengambil kearifan lokal sebuah warung kopi sebagai materi produk kreatifnya,” ungkapnya.
Didik mengatakan, ia memang tetap mempertahankan konsep heritage di warung kopinya tersebut.
“Dapat dikatakan Klodjen Djaja juga merupakan salah satu ikon kawasan Klojen, sehingga cocok jika digunakan untuk menonjolkan unsur Kota Malang-nya,” tutup Didik. (ned)





















































