71 Ribu Perempuan Indonesia Pilih Childfree, BKKBN Siapkan Program Tamasya - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 13 Agu 2025 05:12 WIB ·

71 Ribu Perempuan Indonesia Pilih Childfree, BKKBN Siapkan Program Tamasya


 Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji (tengah), saat menghadiri kegiatan dialog dan diskusi bersama penyuluh keluarga berencana dan kader Banggakencana di Gedung Mini Block Office Kota Malang, Selasa (12/8/2025). (ist) Perbesar

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji (tengah), saat menghadiri kegiatan dialog dan diskusi bersama penyuluh keluarga berencana dan kader Banggakencana di Gedung Mini Block Office Kota Malang, Selasa (12/8/2025). (ist)

BACAMALANG.COM – Fenomena childfree atau keputusan untuk tidak memiliki anak mulai mendapat perhatian di Indonesia. Data menunjukkan, sebanyak 71 ribu perempuan di tanah air memilih untuk tidak memiliki anak, sebagian besar karena pertimbangan ekonomi dan karier.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, Wihaji, mengungkapkan hal tersebut saat menghadiri dialog dan diskusi bersama penyuluh keluarga berencana serta kader Banggakencana di Gedung Mini Block Office Kota Malang, Selasa (12/8/2025).

“Menanggapi fenomena ini, BKKBN menyiapkan program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) sebagai upaya mengatasi kekhawatiran yang mendorong pilihan tersebut,” ujarnya.

Menurut Wihaji, hasil diskusi dengan sejumlah perempuan yang memilih childfree menunjukkan ada tiga faktor utama di balik keputusan mereka. Pertama, faktor ekonomi—khawatir tidak mampu membiayai pengasuhan anak, termasuk membayar asisten rumah tangga. Kedua, keengganan mengorbankan karier setelah memiliki anak. Ketiga, perubahan nilai kebahagiaan dalam masyarakat modern, yang bergeser dari membangun keluarga ke bentuk kebahagiaan lain yang dianggap lebih ringan.

Meski demikian, Wihaji meyakini bahwa sebagian besar dari mereka pada akhirnya tetap akan memiliki anak. Namun, pemerintah tetap perlu hadir memberikan solusi konkret agar kekhawatiran tersebut dapat diatasi.

“Program Tamasya ini hadir untuk menyediakan fasilitas penitipan anak atau Taman Penitipan Anak (TPA) bagi orang tua yang bekerja, sehingga mereka tidak khawatir terkait pengasuhan putra-putrinya,” jelasnya.

Wihaji menambahkan, program ini akan dilengkapi dengan sertifikasi pola asuh, serta menggandeng berbagai pihak, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Perusahaan yang bergerak di sektor lingkungan hidup, seperti perkebunan kelapa sawit, akan didorong menyediakan fasilitas Tamasya sebagai salah satu syarat kelayakan.

“Program ini juga menyasar perusahaan swasta, terutama pabrik-pabrik yang mempekerjakan banyak perempuan,” tandasnya.

Pewarta: Nedi Putra AW
Editor/Publisher: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Imbas Gangguan di Stasiun Bumiayu, KA Gajayana Tujuan Malang Terlambat hingga 3 Jam

7 April 2026 - 08:26 WIB

Pakar Universitas Muhammadiyah Malang: Kunci Kemandirian Energi Indonesia, dari SDA hingga Nuklir

4 April 2026 - 20:36 WIB

Cerdik Disembunyikan di Nasi, Penyelundupan HP ke Lapas Kelas I Malang Berhasil Digagalkan

31 Maret 2026 - 19:07 WIB

PDI Perjuangan Respon Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, Siap Gotong Royong Bantu Keluarga Almarhum

31 Maret 2026 - 13:26 WIB

Vonis Tipikor Lahan Polinema: Dua Terdakwa Diganjar 2 Tahun Penjara, Negara Selamatkan Aset

31 Maret 2026 - 12:16 WIB

BEM Nusantara Jatim Bongkar Isu Teror Air Keras, Desak Pengungkapan Dalang di Balik Serangan Andri Yunus

27 Maret 2026 - 14:06 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !