Resmi Jadi Pemantau Pemilu 2024, Netfid Indonesia Fokus Pantau Pembiayaan Politik dan Dana Kampanye - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 22 Agu 2022 19:51 WIB ·

Resmi Jadi Pemantau Pemilu 2024, Netfid Indonesia Fokus Pantau Pembiayaan Politik dan Dana Kampanye


 Resmi Jadi Pemantau Pemilu 2024, Netfid Indonesia Fokus Pantau Pembiayaan Politik dan Dana Kampanye Perbesar

BACAMALANG.COM – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) memberikan akreditasi Netfid Indonesia yang secara resmi menjadi lembaga pemantau pemilu untuk Pemilu 2024.

Bawaslu mengakreditasi Netfid Indonesia serta 150 orang anggotanya sebagai pemantau nasional.

Netfid Indonesia akan fokus melakukan pemantauan dalam pembiayaan politik dan dana kampanye Pemilu 2024.

Pemberian sertifikat akreditasi pemantau diberikan langsung oleh Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono kepada Ketua Netfid Indonesia Dahlia Umar di Kantor Bawaslu, Jalan MH. Thamrin, Jakarta, Senin (22/8/2022).

Penyematan tanda pengenal pemantau juga disematkan kepada salah satu perwakilan Netfid Indonesia.

“Wilayah pemantauan kami (Netfid Indonesia) di seluruh wilayah Indonesia, 34 provinsi. Kami daftarkan sebagai pemantau nasional ada 150 orang, mereka adalah alumni kelas pemilu angkatan 1 yang didominasi anak muda dibawah usia 30 tahun,” papar Dahlia usai penyerahan sertifikat akreditasi.

Dia menyatakan Netfid Indonesia akan fokus melakukan pemantauan dalam pembiayaan politik dan dana kampanye.

Menurutnya, pembiayaan politik penting untuk dipantau supaya masyarakat dapat melihat integritas dan akuntabilitas calon peserta Pemilu 2024.

Selain dua hal tersebut, lanjut Dahlia, Netfid Indonesia juga melakukan pemantauan terhadap penyelenggaraan pemungutan dan penghitungan suara.

“Ini juga penting untuk melihat integritas dan kapasitas KPU dalam mengelola sistem teknologi informasi untuk penghitungan dan rekapitulasi,” jelas Dahlia.

Dia menegaskan Netfid Indonesia hadir untuk mendukung pembangunan demokratisasi Bangsa Indonesia, salah satunya melalui pemilu yang bebas dan adil.

Kata Dahlia, ada syarat-syarat penting untuk menciptakan pemilu di Indonesia bebas dan adil, diantaranya partisipasi penuh, tidak ada intimidasi, tidak ada kecurangan, tidak ada diskriminasi.

“Kalau kita mau menghasilkan pemilu yang seperti itu maka kita harus aktif memantau proses pemilu,” pungkasnya. (*/had)

Artikel ini telah dibaca 60 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

BEM Nusantara Jatim Bongkar Isu Teror Air Keras, Desak Pengungkapan Dalang di Balik Serangan Andri Yunus

27 Maret 2026 - 14:06 WIB

Refleksi GMNI 72 Tahun: Kader Serukan Berhenti Terjebak Dualisme dan Kembali pada Jalan Perjuangan Bung Karno

24 Maret 2026 - 17:26 WIB

Mudik, Halal Bi Halal, dan Ziarah Kubur: Tradisi Khas Indonesia Warisan Sejarah dan Budaya Penggerak Perekonomian Rakyat

23 Maret 2026 - 06:06 WIB

Silaturahmi Lebaran: Tradisi Jawa agar Tidak “Kepaten Obor” dan Mendoakan Leluhur

22 Maret 2026 - 15:26 WIB

1.611 Warga Binaan Lapas Kelas I Malang Terima Remisi Idul Fitri 1447 H, 7 Orang Langsung Bebas

21 Maret 2026 - 10:32 WIB

Mudik Bukan Sekadar Pulang, UMM Tekankan Retret Spiritual dan Kultural di Idul Fitri 1447 H

20 Maret 2026 - 14:11 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !