BACAMALANG.COM – Saat ini, bahasa Mandarin salah satu bahasa asing yang paling banyak digunakan di dunia selain bahasa Inggris. Setidaknya 25% dari populasi dunia atau lebih dari 1.2 milyar penduduk dunia menggunakan bahasa Mandarin untuk berkomunikasi dengan satu sama lain.
Sebagai salah satu negara yang bekerjasama dengan negara-negara yang menggunakan bahasa Mandarin, Indonesia perlu memiliki sumber daya manusia yang memiliki keahlian dan daya saing kuat dalam bahasa ini, khususnya di bidang ekonomi, sosial maupun budaya. Banyaknya minat masyarakat menggunakan bahasa ini, berdampak dengan semakin menjamurnya tempat kursus Bahasa Mandarin di Indonesia, terutama di kota-kota besar.
Namun siapa mengira bahwa sebuah kampung nan jauh di sisi selatan Kabupaten Tulungagung Jawa Timur ini justru menjadi sebuah tempat belajar bahasa Mandarin secara intensif dan profesional?
Ya, itulah Kampung Bahasa Mandarin yang berlokasi Dusun Tumpuk, Desa Besuki, Kabupaten Tulungagung yang membuka Kursus Bahasa Mandarin Super Intensif Model Kampung Mandarin.
Kampung Bahasa Mandarin yang merupakan hasil kerjasama Yayasan Kampung Mandarin Sejahtera bersama Universitas Ma Chung serta Pemerintah Kabupaten Tulungagung, tokoh masyarakat, dan tokoh agama ini diresmikan Sabtu (1/7/2023).
Meski di pelosok, namun kampung ini sangat mendukung terbentuknya kursus Bahasa Mandarin, karena sebagian besar warganya sangat fasih berbahasa Mandarin untuk komunikasi sehari-hari. Kemampuan unik ini mereka kuasai karena 60 persen dari warga setempat merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Taiwan dan Hongkong.
Rektor Universitas Ma Chung Malang Prof. Dr. Murpin Josua Sembiring, SE., M.Si. menuturkan, hadirnya Kampung Bahasa Mandarin ini sebagai wujud bahwa Ma Chung sebagai lembaga pendidikan tinggi bukan hanya sebagai menara gading, tapi memiliki tugas dalam memberikan manfaat kepada masyarakat khususnya yang bergerak memberi dampak secara ekonomi lewat pendidikan.
“Ini merupakan langkah strategis Universitas Ma Chung menyediakan pembelajaran bahasa Mandarin yang holistik melalui program sosiopreneur,” ungkapnya di sela acara peresmian.

Keberadaan kampung ini diinisiasi pertama kali oleh Prof. Murpin pada tahun 2021 dan telah mendapatkan dukungan penuh dari warga setempat maupun Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Sementara pembangunan infrakstruktur dan penyusunan kurikulum kelas dilaksanakan mulai tahun 2022.
Prof. Murpin menyebutkan, bahwa kursus ini metodenya adalah super intensif, karena konsepnya peserta akan belajar teori bahasa Mandarin di kelas dan tinggal di rumah warga yang bisa berbahasa Mandarin.
“Jadi baik itu kurikulum, pengajar maupun segala sesuatunya telah dipersiapkan secara matang, dimana untuk kelas bahsa Mandarin untuk percakapan misalya, para peserta kursus akan mengikuti pelajaran kelas selama 1 jam, kemudian istirahat yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan warga sekitar, lalu kembali ke kelas lagi. Jika selama tiga bulan hal ini berlangsung tentunya peserta akan mampu menguasai bahasa Mandarin ini memulai percakapan sehari-hari,” paparnya.
Namun, lanjut Murpin, paket dan lama kursus akan berbeda jika nanti kebutuhannya untuk memperoleh HSK (Hanyu Shuiping Kaoshi), yang diperlukan untuk studi atau bekerja di Tiongkok.
“Selain gurunya berbeda, lama kursus bisa enam bulan bahkan setahun,” tukasnya.
Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen ini menambahkan, bahasa Mandarin ini juga diperlukan lebih luas lagi, misalnya di bidang militer untuk personel yang akan dikirim ke negeri Tirai Bambu. Sementara di bidang perekonomian, bahasa Mandarin perlu bagi kepala daerah yang wilayahnya sudah bekerjasama dengan investor dari negara-negara seperti Tiongkok, Taiwan maupun Hongkong.
“Mereka bisa mengirim stafnya untuk belajar bahasa Mandarin di sini yang tentunya sangat berguna untuk kelangsungan dan kerjasama ke depan dengan para investor tersebut, demikian pula dengan pihak Imigrasi yang tentunya akan lebih baik aparatnya menguasai Mandarin selain bahasa Inggris,” urainya.
Terkait manfaat bagi masyarakat, Prof. Murpin menjelaskan bahwa kegiatan kursus ini pasti akan melibatkan warga setempat. Salah satunya, Ma Chung akan menyeleksi warga untuk menjadi pengajar praktis. Belum lagi multiplier effect atau efek berganda lewat sarana dan prasarana untuk melengkapi kebutuhan peserta yang akan tinggal di desa.
“Selama tinggal di sini mereka pasti akan butuh tempat tinggal atau kos, kuliner, laundry dan sebagainya, yang tentunya akan menjadi income baru bagi warga sehingga dapat meningkatkan perekonomian,” bebernya.
Sementara di bidang pariwisata, kehadiran Kampung Bahasa Mandarin ini akan berpotensi meningkatkan nilai jual kawasan ini termasuk tempat-tempat wisata yang ada di sekitarnya.
Murpin menuturkan, munculnya Kampung Bahasa Mandarin setelah resmi diluncurkan lewat pemberitaan media maupun konten yang disebar di media sosial diharapkan akan ikut menaikkan pamor Kabupaten Tulungagung dengan pantai maupun goa yang menjadi destinasi wisata. Apalagi kursus ini juga didukung masyarakat Desa Besuki, khususnya di Dusun Tumpuk.
Kepala Desa Besuki, Suharto,S.Pd sangat mengapreasiasi hadirnya Kampung Bahasa Mandarin yang berpotensi meningkatkan perekonomian warganya.
“Kami sudah banyak bermusyawarah dengan pihak Ma Chung sehingga mudah-mudahan kursus ini bukan hanya memicu perekonomian di Besuki saja tapi nantinya lebih luas lagi ke tingkat nasional bahkan internasional. Ini adalah peluang bagus, karena siapa yang pandai menangkap peluang, itulah yang sukses,” ujarnya.
Meski demikian ia mengaku bahwa kehadiran sesuatu hal baru pasti ada plus minusnya. Oleh karena itu ia berpesan agar kegiatan ini tidak hanya menstranfer ilmu saja, tapi juga menyisipkan estetika yang tidak meninggalkan kearifan lokal di sini.
“Salah satunya jangan sampai mengganggu warga dalam menunaikan kegiatan beragama, khususnya Islam dan Nasrani dengan penyesuaikan jadwal kursus,” terangnya.
Menanggapi hal tersebut Murpin menyatakan bahwa pihaknya sudah mengantisipasi dengan riset mendalam, salah satunya di Kampung Inggris yang ada di Pare, Kediri.
Ia sadar bahwa konsekuensi dari kegiatan ini adalah banyaknya orang dari luar Tulungagung dari berbagai etnis akan hadir dan berinteraksi di Dusun Tumpuk ini, yang berpotensi mengakibatkan pergeseran moral, ekonomi maupun sosial budaya.
“Sebelumnya saya sangat mengapresiasi pihak dusun Tumpuk yang sangat terbuka untuk mengembangkan desanya. Terkait hal tersebut tentunya menjadi tugas kita bersama untuk mengendalikannya, sehingga kami juga mohon sinergi yang harmonis dengan semua pihak agar kursus ini dapat berjalan dengan baik,” tandasnya.
Grand Launching atau peresmian Kampung Bahasa Mandarin ini berlangsung semarak meski di tengah guyuran hujan. Acara ini juga dihadiri sivitas akedemika Ma Chung, yakni Wakil Rektor Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, MS., M.Sc., koordinator Kampung Bahasa Mandarin Dwi Andriyanti Agustin, dan undangan dari unsur pejabat daerah, antara lain Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung Rahadi Puspita Bintara yang hadir mewakili Bupati, Kepala Desa Besuki Suharto, Novi Basuki, seorang santri pemerhati budaya Tionghoa yang mewakili Dahlan Iskan serta perwakilan organisasi seperti Majelis Agung GKJW, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) dan Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD).
Acara dimeriahkan beberapa penampilan bernuansa Tiongkok, meliputi Barongsay, Opera Peking dari Ivander Julian Yahya, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Ma Chung Malang juga yang memainkan beragam instrumen musik mulai Xiao (suling panjang), Dizi (suling pendek) dan Erhu, semacam rebab yang jika di Yogja disebut kongahyan.
Sementara sejumlah anak dari Dusun Tumpuk unjuk kebolehan dengan menyanyikan lagu wajib Rayuan Pulau Kelapa dalam dua versi, bahasa Indonesia dan bahasa Mandarin.
“Kami latihan untuk menyanyi dalam bahasa Mandarin ini selama dua minggu, agak susah sebenarnya tapi akhirnya bisa juga,” tandas Kenzi, siswa kelas 8 SMP yang merupakan salah satu penyanyi yang tampil dalam paduan suara tersebut.
Pewarta : Nedi Putra AW
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki


























































