Masjid An Nur, Fasilitas Tempat Ibadah Baru yang Mulai Dibangun di Wisata Bukit Sentul Lawang - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 2 Jul 2024 21:31 WIB ·

Masjid An Nur, Fasilitas Tempat Ibadah Baru yang Mulai Dibangun di Wisata Bukit Sentul Lawang


 Desain Masjid An Nur yang dibangun di Wisata Bukit Sentul Lawang. (Ist). Perbesar

Desain Masjid An Nur yang dibangun di Wisata Bukit Sentul Lawang. (Ist).

BACAMALANG.COM – Wisata Bukit Sentul (WBS) Lawang, Kabupaten Malang akan memiliki fasilitas perumahan baru, yakni tempat ibadah masjid. Masjid yang diberi nama Masjid An Nur tersebut kini telah dimulai proses pembangunannya, Selasa (2/7/2024).

Owner Graha Agung Kencana Group H Nurhadi melaksanakan peletakan batu pertama sebagai tanda proses dimulainya pembangunan tempat ibadah ini di lingkungan Wisata Bukit Sentul.

Hadir dalam prosesi diantaranya Kepala Desa Turirejo Lawang H Arief Sukmawanto SH, perwakilan Muspika Lawang, tokoh agama Gus Aria serta staf dan karyawan PT Graha Agung Perkasa developer Wisata Bukit Sentul.

Prosesi diawali dengan tasyakuran secara sederhana dipimpin langsung oleh Nurhadi. Ia memohon doa dari tokoh masyarakat dan mitra kerja agar pembangunan berjalan lancar sesuai target selesai pada bulan Desember ini.

Masjid An Nur dibangun seluas 240 meter persegi tepat di gerbang perumahan bagian dalam. Lokasinya memanfaatkan sebagian lahan play ground.

“Play ground tetap ada, bahkan akan kami lengkapi dengan sarana lainnya,” ungkap GM Wisata Bukit Sentul Lawang, Samsul Arifan Hadi.

Owner Graha Agung Kencana Group H Nurhadi saat peletakan batu pembangunan Masjid An Nur Bukit Wisata Sentul Lawang. (Ist)

Sementara Owner Graha Agung Kencana Group H Nurhadi menjelaskan, Masjid An Nur Wisata Bukit Sentul dibangun dengan biaya Rp 1,2 miliar.

“Masjid di Wisata Bukit Sentul ini adalah masjid kedua belas yang saya bangun di lingkungan perumahan Graha Agung Kencana Group,” jelas H Nurhadi.

Graha Agung Kencana mengawali membangun Musala An Nur di Perumahan Graha Kencana Asemrowo Surabaya. Disusul Masjid Nur Hasanah Asemrowo dan dibangun di luar perumahan.

“Tanahnya kami wakafkan ke warga,” jelas Nurhadi yang mengawali bisnis perumahan pada 2001 lalu.

Berturut-turut Nurhadi membangun masjid yang sama di Perumahan Graha Kencana Pakal Surabaya, Masjid An Nur Green Hill Gresik, Masjid An Nur Graha Kencana Gunung Anyar.

Kemudian Musala An Nur Graha Juanda Sidoarjo, Musala An Nur Blukid Residance 2 Siidoarjo, Masjid An Nur Blukid Residance 3 Sidoarjo, Masjid An Nur Grand Semanggi Residance Surabaya.

Di masa Covid, Nurhadi masih membangun ⁠Masjid An Nur Green Semanggi Magrove Surabaya, dan Masjid An Nur Perum Wisata Semanggi Surabaya.

“Masjid An Nur di Wisata Bukit Sentul ini dibangun sesuai janji kami ke warga. Selain masjid, kami akan membangun sarana wisata lainnya yang terintegrasi dengan bukit Wedon,” ungkap Nurhadi.

Selain membangun Masjid An Nur, dikatakan Nurhadi, menyusul akan dibangun Boarding School El Hakim.

“Lahannya sudah siap seluas 5 hektar melingkar di bukit Wedon,” jelas pria berkaca mata ini.

Boarding School El Hakim dibangun bertaraf internasional. Menurut Nurhadi, sekolah berbasis agama ini masih dalam penyempurnaan desain agar menyatu dengan lingkungan alami Wisata Bukit Sentul.

Wisata Bukit Sentul berada di lereng bukit Wedon Desa Turirejo, Kecamatan Lawang. Perumahan mewah ini berdiri di lahan 40 hektar dan 15 hektar sudah berdiri dengan berbagai tipe rumah modern.

Nurhadi mengungkapkan, pihaknya sudah menyiapkan lahan di lereng utara bukit Wedon untuk rumah sederhana yang bermain di harga 400 juta.

Dalam menjalankan bisnisnya, Nurhadi menganut filosofi Jawa: titi, tatak, tutuk. Titi artinya teliti terhadap semua hal terkait bisnis.

Tatak berarti siap menghadapi segala persoalan. Tutuk berarti semua proyek harus dikerjakan sampai tuntas apapun masalahnya.

“Filosofi ini yang membuat proyek perumahan Graha Agung Kencana Group bisa selesai dan disukai warga masyarakat,” tutup Nurhadi.

Pewarta: Rahmat Mashudi Prayoga
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 430 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kenalkan Produk Inovatif Mahasiswa, Departemen Biologi FTSeM UB Gelar Entrepreneurship Expo and Friday Market 2026

11 Juni 2026 - 09:07 WIB

Respons Arus Digitalisasi dan AI, UMM Cetak Puluhan Trainer Pembelajaran Transformatif

10 Juni 2026 - 21:20 WIB

DPRD Kabupaten Malang Support Penuh Kejuaraan Sepak Bola Banjarejo Cup U-45

10 Juni 2026 - 18:39 WIB

Bansos KKS Disalurkan di Pakisaji, Camat Pastikan Bantuan Tepat Sasaran untuk Warga Kurang Mampu

10 Juni 2026 - 17:52 WIB

Aroma Menyengat dari Saluran Got Resahkan Warga Tlekung, Pengelolaan Limbah Disorot

10 Juni 2026 - 17:29 WIB

Tinta Pencetak e-KTP Habis Gegara Efesiensi, Anggota DPRD Kabupaten Malang Fakih Pilihan Angkat Bicara

10 Juni 2026 - 12:22 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !