Akses Bendungan Karangkates Dipersoalkan Warga, Jasa Tirta Janji Evaluasi Sistem Non-Tunai - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 26 Jan 2026 18:09 WIB ·

Akses Bendungan Karangkates Dipersoalkan Warga, Jasa Tirta Janji Evaluasi Sistem Non-Tunai


 Dalam aksinya, massa membawa poster dan membubuhkan tanda tangan di atas kain putih sebagai simbol aspirasi bersama. (ist) Perbesar

Dalam aksinya, massa membawa poster dan membubuhkan tanda tangan di atas kain putih sebagai simbol aspirasi bersama. (ist)

BACAMALANG.COM – Gelombang protes mewarnai kawasan Bendungan Lahor Karangkates, Senin (26/1/2026). Ratusan warga dari Kecamatan Sumber Pucung, Kabupaten Malang, bersama masyarakat Selorejo dan Rekesan, Kabupaten Blitar, menggeruduk pintu masuk lintasan bendungan untuk menuntut penghapusan total biaya akses yang dinilai membebani masyarakat sekitar.

Massa menyuarakan penolakan terhadap sistem kartu non-tunai yang selama ini diberlakukan pengelola. Dalam aksinya, warga membawa poster serta membubuhkan tanda tangan di atas kain putih sebagai simbol tuntutan bersama. Mereka meminta agar akses lintasan bendungan dibuka gratis cukup dengan menunjukkan KTP, tanpa kartu berbayar maupun pungutan administrasi.

Tak hanya itu, warga juga menuntut pembebasan biaya bagi pelajar di Kecamatan Sumber Pucung dan Selorejo, termasuk kendaraan angkutan umum Malang–Blitar yang mengantar siswa. Pelaku UMKM serta pedagang kecil di sekitar bendungan juga diminta mendapat akses bebas pungutan karena menggantungkan hidup dari aktivitas di kawasan tersebut.

Perwakilan massa, Rahman Arifin, menegaskan bahwa kebijakan kartu gratis yang hanya berlaku enam bulan dengan biaya perpanjangan Rp 35 ribu, serta denda kartu hilang Rp 100 ribu, sama sekali tidak mencerminkan konsep “gratis”.

“Seolah-olah gratis, tapi sebenarnya tetap berbayar. Kami ingin pembebasan penuh, bukan sekadar kartu yang harus diperpanjang dengan biaya,” tegasnya.

Rahman juga mengingatkan, jika tuntutan tak ditindaklanjuti, warga siap menggelar aksi lanjutan.

Menanggapi protes tersebut, Perum Jasa Tirta I menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembayaran non-tunai di Gate Lintas Bendungan Lahor. Bayu Pramadya Kurniawan Sakti, Kasubdiv Pengusahaan 2 WS Brantas Perum Jasa Tirta I, mengatakan setiap program harus ditinjau secara berkala.

“Evaluasi itu bisa. Setelah program berjalan, tentu kita lihat kekurangannya untuk ditingkatkan,” ujarnya.

Diketahui, pengelolaan retribusi di gate lintasan bendungan saat ini dikerjasamakan dengan pihak ketiga, PT Xfresh Citra Perkasa. Skema ini dinilai menjadi pemicu munculnya tarif administrasi yang memicu polemik berkepanjangan. Warga pun menuntut transparansi dan kejelasan kebijakan agar akses jalan vital tersebut tidak dikomersialisasi.

Aksi ini menegaskan harapan masyarakat sekitar Bendungan Lahor akan kebijakan yang lebih adil dan berpihak, khususnya bagi warga yang terdampak langsung pembangunan serta menggantungkan ekonomi di kawasan tersebut.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Ketua Fraksi Golkar Dukung Deklarasi SPMB 2026, Tekankan Transparansi dan Keadilan Akses Pendidikan

22 Mei 2026 - 20:56 WIB

Respon Aduan 110, Polres Malang Bongkar Arena Diduga Judi Sambung Ayam di Sumbermanjing Wetan

22 Mei 2026 - 11:06 WIB

Sindikat Curas Berkedok Kencan Online Dibongkar, Dua Pelaku Diciduk di Kamar Kos Kota Batu

22 Mei 2026 - 09:02 WIB

Pedagang Pasar Gadang Desak Transparansi Data, Komisi B DPRD Sebut Ada 1.600 Pedagang Aktif

22 Mei 2026 - 08:59 WIB

Ditinggal Pemilik Salat Subuh di Musala, Maling Gondol Uang Rp700 Ribu di Singosari, Aksinya Terekam CCTV

22 Mei 2026 - 06:52 WIB

Warga Heboh, Jenazah Bayi Laki-laki Ditemukan dalam Kresek di Pinggir Jalan Karangploso

21 Mei 2026 - 20:10 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !