BACAMALANG.COM – Seorang pria misterius diamankan warga usai mengamuk sambil membawa senjata tajam (sajam) di Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Hingga Kamis (21/5/2026), kasus tersebut masih ditangani lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Rangkaian peristiwa saat pria misterius tersebut mengamuk sempat viral dan beredar di sejumlah grup WhatsApp, Kamis (21/5/2026). Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa terjadi pada Rabu (20/5/2026) sore.
Dari rekaman video amatir yang dihimpun media online ini, tampak seorang pria tergeletak di aspal jalan sebuah pedesaan dengan kondisi bersimbah darah. Kedua tangan pria misterius tersebut tampak terborgol.
Dari percakapan sejumlah warga di lokasi kejadian, mereka merasa geram karena pria misterius tersebut tiba-tiba mengamuk sambil mengancam masyarakat sekitar. Ketika ditanyai warga, pria misterius tersebut mengaku tinggal di daerah Kecopokan, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.
Namun, saat diperiksa kartu identitasnya, ternyata di KTP tertulis sebagai warga Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Usai diamankan warga, pria misterius itu akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian.
“Diduga orang depresi kemudian mengamuk sambil membawa belati,” ujar Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar, Kamis (21/5/2026).
Dugaan pria misterius tersebut mengamuk karena depresi juga dikuatkan dari keterangan yang dihimpun polisi dari sejumlah pihak. Pria tersebut tiba-tiba berada di lokasi kejadian kemudian mengamuk tanpa alasan yang jelas sebelum akhirnya diamankan warga.
Dikatakannya, dia mengaku warga Kecopokan, Desa Senggreng. Kemudian tiba-tiba di situ, terus bawa belati untuk menakut-nakuti warga yang lewat dan akhirnya diamankan massa.
Hingga kini, peristiwa tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. Polisi hingga kini juga masih mendalami identitas serta motif pria tersebut mengamuk.
Polisi telah berkoordinasi dengan pihak keluarga guna memastikan apakah pria misterius tersebut memang mengalami depresi.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































