BACAMALANG.COM – Kematian Mentari yang diperankan Happy Salma secara mendadak memaksa tiga bersaudara dengan karakter yang saling bertolak belakang kembali hidup dalam satu atap. Situasi itu membuat Langit, yang diperankan Reza Rahadian, harus mengambil tanggung jawab besar merawat tiga keponakannya, yakni Malika, Shaffa, dan Alim, si bungsu berkebutuhan khusus yang kerap menjadi korban perundungan di sekolah.
Konflik semakin memuncak ketika Ilham, mantan suami Mentari yang diperankan Teuku Rifnu Wikana, kembali hadir di tengah kehidupan mereka. Di sisi lain, sosok Ibu Wida yang dimainkan Christine Hakim mencoba menjadi penengah dan mengajarkan bahwa setiap persoalan hidup pada akhirnya akan menemukan jalan terbaik.
Itulah garis besar cerita film “Semua Akan Baik-baik Saja” garapan Baim Wong bersama rumah produksinya, Tiger Wong Entertainment. Film drama keluarga ini tak hanya menghadirkan deretan aktor papan atas, tetapi juga melibatkan aktor disabilitas dengan down syndrome sebagai pemeran Alim.
Kehadiran tokoh Alim menarik perhatian Dr. dr. Ariani, M.Kes., Sp.A., Subsp. TKPS (K), founder WORLDS (Walk tOgetheR and Love people with Down Syndrome), yang menginisiasi kegiatan nonton bareng bersama komunitas down syndrome di Malang Raya.
“Awalnya saya berinisiatif mengajak komunitas WORLDS untuk nobar film ini karena ada pemain film dengan down syndrome,” ungkapnya usai kegiatan nobar di XXI Araya Malang, akhir pekan lalu.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi penyemangat bagi para orang tua anak down syndrome agar semakin percaya diri terhadap potensi anak-anak mereka.
Tak disangka, setelah berkomunikasi dengan keluarga pemeran Alim, pihaknya justru mendapatkan dukungan penuh dari tim film.
“Alhamdulillah, kami mendapat tiket gratis nobar untuk komunitas WORLDS dan komunitas difabel se-Malang Raya di tiga studio dengan tiga jam tayang berbeda. Semuanya disupport gratis oleh Baim Wong,” ujarnya.
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya itu mengapresiasi langkah Baim Wong yang memberi ruang bagi anak down syndrome untuk tampil bersama jajaran aktor papan atas Indonesia.
Ia menilai film ini membantu membangun kesadaran masyarakat terkait down syndrome yang selama ini masih sering mendapat stigma negatif.
“Film ini membantu sosialisasi awareness mengenai down syndrome yang sering mendapat ejekan di masyarakat. Bagaimana sosok Langit membela Alim yang menjadi sasaran bullying benar-benar menyentuh. Kami tertawa sekaligus menangis saat menontonnya,” tuturnya.
Menurut dr. Ariani, pesan utama film ini bukan hanya tentang keluarga, tetapi juga penerimaan dan penghargaan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.
Ia berharap melalui film ini, masyarakat semakin memahami bahwa anak down syndrome bukan anak yang tidak mampu, melainkan individu istimewa yang juga memiliki potensi untuk berkembang dan berkarya.
Nobar tersebut dihadiri langsung oleh sutradara Baim Wong dan Alim, pemeran disabilitas yang dinilai menjadi warna baru bagi dunia perfilman Indonesia yang semakin terbuka dan inklusif. Debutnya dalam “Semua Akan Baik-baik Saja” bukan sekadar pendatang baru, namun menjadikannya sebagai karakter penting. Dalam kesehariannya, pemilik nama Rahmatullah Nan Alim ini ternyata seorang barista di salah satu kafe di Jakarta.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW




















































