BACAMALANG.COM – Komitmen menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sekaligus memperkuat ekonomi keluarga terus dilakukan jajaran DPRD Provinsi Jawa Timur melalui program pemberdayaan perempuan berbasis keterampilan kerja.
Anggota DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno merealisasikan program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) dalam bentuk pelatihan kerja berbasis komunitas yang menyasar kaum perempuan dan ibu rumah tangga di wilayah Malang Raya.
Berkolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur, program tersebut dijalankan melalui sistem Mobile Training Unit (MTU) dan telah resmi ditutup usai berlangsung intensif selama satu bulan penuh.
Empat titik pelatihan yang menjadi lokasi pelaksanaan program meliputi:
Pelatihan Make Up Artist (MUA) di Koperasi Setia Budi Wanita Malang
Pelatihan MUA di Koperasi Mekarsari Ngantang
Pelatihan menjahit di Kopwan Cempaka Turen
Pelatihan pembuatan kue (bakery) yang dipusatkan di Balai Latihan Kerja
Skema Kolaborasi Berkelanjutan
Sri Untari yang juga menjabat Ketua Koperasi Setia Budi Wanita menegaskan, program ini dirancang secara komprehensif agar para peserta dapat langsung produktif setelah menyelesaikan pelatihan.
Dalam pelaksanaannya, Disnaker menyediakan alat, bahan, modul pelatihan, konsumsi, hingga uang transportasi peserta. Sementara koperasi bertugas menyiapkan peserta sekaligus mengawal keberlanjutan usaha mereka setelah pelatihan selesai.
“Pelatihan ini berjalan selama satu bulan penuh. Setelah lulus, masing-masing koperasi tempat mereka bernaung akan memberikan dukungan fasilitas kerja. Misalnya, untuk lulusan pelatihan menjahit yang belum memiliki modal, koperasi akan meminjamkan mesin jahit. Begitu juga lulusan pelatihan MUA akan difasilitasi kotak kosmetik agar bisa langsung membuka jasa,” ujar Sri Untari, Senin (18/5).
Dorong Perempuan Lebih Mandiri
Politisi perempuan tersebut menambahkan, program aspirasi ini bertujuan mencetak perempuan-perempuan mandiri yang mampu membantu menopang ekonomi keluarga tanpa meninggalkan peran domestik di rumah.
Dengan keterampilan yang dimiliki, para ibu rumah tangga diharapkan dapat memanfaatkan waktu luang untuk menghasilkan pendapatan tambahan secara mandiri.
“Sebagai aspirator di Malang Raya, saya akan terus mengawal dan menghadirkan program pelatihan seperti ini. Konstituen saya sebagian besar adalah ibu-ibu. Melalui pembekalan keterampilan ini, kami optimistis dapat menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka sekaligus memastikan urusan keluarga tetap terurus dan dapur tetap bisa mengepul,” pungkasnya.
Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































