Warga Desak Retribusi Bendungan Lahor Dihapus, DPRD Kabupaten Malang Tampung Aspirasi - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 21 Mei 2026 12:00 WIB ·

Warga Desak Retribusi Bendungan Lahor Dihapus, DPRD Kabupaten Malang Tampung Aspirasi


 Usai demo di luar halaman DPRD, perwakilan massa yang mendesak retribusi gratis akses Bendungan Lahor, diterima anggota DPRD Kabupaten Malang. (istimewa) Perbesar

Usai demo di luar halaman DPRD, perwakilan massa yang mendesak retribusi gratis akses Bendungan Lahor, diterima anggota DPRD Kabupaten Malang. (istimewa)

BACAMALANG.COM – Ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kabupaten Malang, Rabu (20/5/2026). Mereka menuntut penghapusan retribusi masuk ke kawasan Bendungan Lahor, Karangkates, Kecamatan Sumberpucung.

Aksi berlangsung dengan pengamanan ketat aparat kepolisian. Sejumlah perwakilan massa kemudian diterima masuk ke gedung dewan untuk menyampaikan tuntutan secara langsung kepada anggota DPRD.

Salah satu orator aksi, Hadi Wiyono atau yang akrab disapa Pak Dur, menegaskan tuntutan warga agar akses ke Bendungan Lahor dibuka tanpa pungutan retribusi.

“Kami minta Bendungan Lahor tanpa retribusi,” tegasnya di hadapan anggota dewan.

Selain menolak tarif masuk, massa juga menyampaikan tiga poin tuntutan lainnya, yakni transparansi terkait dasar hukum pembatasan dan retribusi, pelibatan masyarakat dalam perubahan kebijakan, serta penyediaan akses jalan alternatif yang layak menuju Bendungan Lahor.

Perwakilan DPRD Kabupaten Malang yang menemui massa antara lain Ketua Komisi I Amarta Faza dan Ketua Komisi II Ali Murtadlo. Ali Murtadlo atau yang akrab disapa Gus Tadho menyatakan pihaknya siap menampung seluruh aspirasi masyarakat.

“DPRD ini tempat menyampaikan aspirasi. Setiap aspirasi akan kami tampung,” ujarnya.

Aksi tersebut dipicu kebijakan retribusi yang diberlakukan pengelola Bendungan Lahor. Warga menilai tarif masuk memberatkan dan minim sosialisasi. Selain itu, keterbatasan akses jalan alternatif juga dikeluhkan karena dianggap membatasi hak masyarakat sekitar untuk menikmati fasilitas umum di wilayahnya sendiri.

Pewarta : Hadi Triswanto
Editor : Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Pria Bersepatu dan Kaca Mata Hitam Gasak Kotak Amal di Mesjid Nurul Huda Lawang Terekam Kamera CCTV

21 Mei 2026 - 13:43 WIB

Tanamkan Mitigasi Bencana Sejak Dini, BPBD Kabupaten Malang Edukasi 70 Siswa MI

21 Mei 2026 - 09:06 WIB

Misteri Kematian Pria di Kebun Singkong Poncokusumo Masih Diselidiki Polisi

20 Mei 2026 - 23:18 WIB

Cegah Berak Kapur, Kabupaten Malang Gencar Screening Pullorum di Unggas

20 Mei 2026 - 20:26 WIB

Maha Patih Law Office Gelar Kuliah Tamu, Mahasiswa Hukum UMM Belajar Langsung Praktik Litigasi Finance

20 Mei 2026 - 19:02 WIB

Satpol PP Siap Tertibkan PKL Alun-Alun Batu, Diapresiasi Masyarakat dan Wisatawan

20 Mei 2026 - 18:51 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !