Bagaimana Potensi Pertanian Saat Ini? Ini Kata Pakar Ketahanan Pangan Universitas Brawijaya - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 30 Mar 2021 19:47 WIB ·

Bagaimana Potensi Pertanian Saat Ini? Ini Kata Pakar Ketahanan Pangan Universitas Brawijaya


 Bagaimana Potensi Pertanian Saat Ini? Ini Kata Pakar Ketahanan Pangan Universitas Brawijaya Perbesar

I

BACAMALANG.COM – Transformasi struktur ekonomi juga diikuti transformasi tenaga kerjanya, sehingga labor productivitynya juga meningkat.

Hal ini disampaikan Pakar Ketahanan Pangan Universitas Brawijaya (UB) Dr. Sujarwo, S.P.,M.P dalam diskusi dihadapan awak media di kampus UB, Selasa (29/3/2021).

Sujarwo mengatakan, jika tidak diikuti oleh transformasi tenaga kerja yang berpindah dari sektor pertanian maka akan berpotensi meningkatnya ketimpangan dan marginalisasi sektor pertanian itu sendiri.

“Hal ini terkait kondisi srruktur ekonomi, di mana share sektor pertanian yang terus menurun memang wajar di seluruh negara,” ujarnya.

Menurut Sujarwo, hal itu menunjukkan laju pertumbuhan sektor lain seperti industri dan jasa, serta pedagangan yang meningkat lebih cepat dibanding sektor pertanian.

Dalam perspektif mikro, lamjut.dia, memang terlihat bahwa tenaga kerja disektor pertanian pada umumnya rerata usianya makin tua.

Regenerasi petani terhambat karena pandangan bahwa sektor pertanian bukanlah sektor yang menguntungkan.

“Orang bekerja di sektor pertanian hanya karena memang tidak punya pilihan untuk bekerja di sektor lain yang upahnya atau keuntungannya lebih baik,” tegasnya.

Stereotif ini kemudian menjadikan sektor pertanian semakin ditinggalkan dan menjadi inferior.

Sujarwo menuturkan, realitas juga menguatkan hal ini dengan diketahuinya problem produksi dan pasar di sektor pertanian tidak kunjung terbenahi sehingga saat panen harga seringkali jatuh dan merugikan petani.

“Namun pertanian sebenarnya tetap merupakan sektor yang memiliki potensi menghasilkan profit tetapi memang harus dikelola dengan benar dan profesional, maka hasilnya juga akan sangat menguntungkan,” jelasnya.

Dikatakan Sujarwo, hal penting yang harus dilakukan adalah terus melakukan edukasi kepada generasi muda akan potensi dimiliki sektor pertanian untuk dikelola dengan baik, responsif terhadap perubahan teknologi dan pasar.

Sujarwo menambahkan, kedua aspek ini jika diperhatikan dalam produksi pertanian, maka pertanian akan maju dan berpotensi mendinamisasi perekonmian secara makro dan yang diharapkan adalah adanya linkage yang baik konsumsi, produksi, investasi dan penerimaan pemerintah melalui sektor pertanian.

“Jika keterkaitan ini terbina dengan baik, imbuhnya, maka pertumbuhan makro kita akan semakin kokoh karena bertumpu pada endowment factor yang dimiliki bangsa ini,” tandasnya.(ned)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Respons Arus Digitalisasi dan AI, UMM Cetak Puluhan Trainer Pembelajaran Transformatif

10 Juni 2026 - 21:20 WIB

DPRD Kabupaten Malang Support Penuh Kejuaraan Sepak Bola Banjarejo Cup U-45

10 Juni 2026 - 18:39 WIB

Bansos KKS Disalurkan di Pakisaji, Camat Pastikan Bantuan Tepat Sasaran untuk Warga Kurang Mampu

10 Juni 2026 - 17:52 WIB

Aroma Menyengat dari Saluran Got Resahkan Warga Tlekung, Pengelolaan Limbah Disorot

10 Juni 2026 - 17:29 WIB

Tinta Pencetak e-KTP Habis Gegara Efesiensi, Anggota DPRD Kabupaten Malang Fakih Pilihan Angkat Bicara

10 Juni 2026 - 12:22 WIB

Honda Beat Mahasiswi Raib di Teras Rumah, Hilang Saat Ditinggal Makan Malam

10 Juni 2026 - 11:40 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !