BACAMALANG.COM – SDN Sumberejo 02 Kota Batu terus berinovasi dalam membangun budaya literasi di lingkungan sekolah. Melalui program bertajuk LASKAR JODA (Gelar Sehelai Tikar SDN Sumberejo 02 Kota Batu), sekolah menghadirkan konsep belajar yang sederhana namun sarat makna, dengan mengusung filosofi bahwa kegiatan membaca dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, dan bersama siapa saja.
Program tersebut lahir dari kesadaran bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterampilan komunikasi peserta didik. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, budaya membaca dan menulis dinilai perlu dikembangkan melalui kegiatan yang menyenangkan, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Kepala SDN Sumberejo 02 Kota Batu, Juliati, S.Pd, mengatakan LASKAR JODA tidak hanya mengajak peserta didik gemar membaca, tetapi juga mendorong mereka untuk menulis, berbicara, berkarya, berkolaborasi, hingga memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari proses pembelajaran.
> “Program ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya literasi yang berkelanjutan sehingga seluruh warga sekolah menjadi pembelajar sepanjang hayat,” ujar Juliati, Rabu (29/7/2026).
Filosofi “Gelar Sehelai Tikar” menjadi simbol kebersamaan, kesederhanaan, kenyamanan, dan ruang belajar yang menyenangkan. Dengan menggelar tikar di berbagai sudut sekolah, peserta didik diajak menikmati aktivitas membaca dalam suasana yang santai namun tetap edukatif.
Melalui program ini, sekolah menargetkan tumbuhnya budaya gemar membaca sekaligus meningkatkan kemampuan literasi membaca, menulis, berbicara, dan menyimak. Selain itu, LASKAR JODA juga diarahkan untuk mengembangkan kreativitas, membentuk karakter peserta didik yang percaya diri dan bertanggung jawab, memperkenalkan literasi digital melalui Chromebook dan E-Book, serta mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai pusat belajar yang aktif dan menarik.
Guru SDN Sumberejo 02 Kota Batu, Siti Chorimatu Yana, S.Pd, menilai program tersebut memberikan manfaat tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi para pendidik dan sekolah secara keseluruhan.
Menurutnya, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih menyenangkan, terbiasa membaca setiap hari, memiliki kosakata yang lebih kaya, mampu berbicara di depan umum, serta lebih percaya diri dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif.
> “Bagi guru, program ini memudahkan pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah sekaligus menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif dan meningkatkan keterlibatan peserta didik. Sedangkan bagi sekolah, LASKAR JODA mampu memperkuat budaya literasi, menghidupkan fungsi perpustakaan, mendukung terwujudnya Profil Pelajar Pancasila, sekaligus menjadi program unggulan sekolah di bidang literasi,” jelasnya.
Berbagai aktivitas menarik menjadi bagian dari implementasi LASKAR JODA. Di antaranya membaca buku favorit di kelas, taman sekolah maupun di atas tikar bersama teman-teman, membaca nyaring di depan kelas, mendongeng, membuat majalah dinding (mading), menulis puisi, layanan perpustakaan keliling, lomba cerita bergambar, kunjungan edukatif ke Perpustakaan Kota Batu, hingga pemanfaatan Chromebook sebagai media membaca buku elektronik (E-Book) di perpustakaan sekolah.
Melalui beragam kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya diajak mencintai buku, tetapi juga dilatih berpikir kreatif, berani menyampaikan pendapat, mampu berkolaborasi, serta terbiasa memanfaatkan teknologi secara bijak.
Sementara itu, Pustakawati SDN Sumberejo 02 Kota Batu, Yenik Setyowati, S.I.Pust, berharap LASKAR JODA mampu menjadikan literasi sebagai budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari seluruh warga sekolah.
> “Kami berharap literasi tidak lagi dipandang sebagai kegiatan yang membosankan, tetapi menjadi aktivitas yang menyenangkan, kreatif, serta mendorong peserta didik untuk terus belajar, berkarya, dan berbagi pengetahuan,” ungkapnya.
Dengan dukungan guru, peserta didik, orang tua, serta seluruh warga sekolah, LASKAR JODA diharapkan menjadi program unggulan SDN Sumberejo 02 Kota Batu yang mampu melahirkan generasi pembelajar sepanjang hayat, berkarakter Profil Pelajar Pancasila, serta siap menghadapi tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa depan.
Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































