Gebyak Tradisi Pereng Kawi Digelar Perdana, 1.000 Warga Padati Pendopo Kembangkopi - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 26 Jul 2026 05:42 WIB ·

Gebyak Tradisi Pereng Kawi Digelar Perdana, 1.000 Warga Padati Pendopo Kembangkopi


 Salah satu penampilan tari dalam gelaran oleh Sanggar Budaya Jawikawi, Perbesar

Salah satu penampilan tari dalam gelaran oleh Sanggar Budaya Jawikawi, "Gebyak Tradisi Pereng Kawi". (Pietra for bacamalang)

BACAMALANG.COM — Sanggar Budaya Jawikawi menggelar “Gebyak Tradisi Pereng Kawi” untuk pertama kalinya pada Sabtu malam, 25 Juli 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Kembangkopi, Dusun Ngemplak, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang ini diserbu sekitar 1.000 warga.

Selain menyaksikan parade seni, warga juga menikmati malam minggu dengan mencicipi jajanan lawas di Pasar Jajanan Lawas dan pertunjukan tari-tarian tradisional.

Pembina Sanggar Budaya Jawikawi, Pietra Widiadi, mengatakan gebyak ini bertujuan membangun karakter anak-anak dan remaja agar mandiri serta bangga dengan tradisi berkesenian daerah.

“Tujuannya membangun karakter anak-anak remaja yang mandiri dan bangga dengan tradisi berkesenian tari topeng Malangan. Mendorong anak untuk percaya diri, menghadapi publik, dan mandiri dengan keterampilan diri. Selain membanggakan orang tua, juga membanggakan masyarakat umum,” ujar Pietra.

Kegiatan ini diikuti Sanggar Budaya Jawikawi bersama dukungan dari 30 sanggar se-Malang Raya. Acara dibuka dengan pertunjukan Jaranan Campursari dari Sanggar Seni Turonggo, Dukuh Ngemplak, Dusun Banaran, Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.

Menurut Pietra, gebyak ini diharapkan menjadi ruang bagi anak-anak untuk terus nguri-nguri budaya dan melestarikannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya anak-anak melestarikan tradisi dan nguri-nguri budaya yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kami juga berharap orang tua memberikan kesempatan kepada anak-anaknya untuk mengenal budaya mereka sendiri dengan menari dan berolah tari yang dinikmati warga masyarakat,” tambahnya.

Gebyak Tradisi Pereng Kawi menjadi langkah awal Sanggar Jawikawi untuk menghidupkan kembali kecintaan generasi muda terhadap kesenian topeng Malangan di tengah perkembangan zaman.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

“Tak Tersampaikan”, Curahan Hati Bara Nagata tentang Perpisahan yang Datang Tanpa Peringatan

25 Juli 2026 - 10:26 WIB

Gema Panji 2026 Siap Digelar, Disparbud Kabupaten Malang: Perkuat Budaya Lokal dan Bangkitkan Pariwisata

24 Juli 2026 - 18:16 WIB

Lomba Mewarnai dan Menggambar Gema Panji 2026 Tuai Apresiasi Komunitas Seniman Kepanjen

24 Juli 2026 - 07:41 WIB

Dari Dampit untuk Sepak Bola Indonesia, Lumajang United Juarai Turnamen Bola Muda 2026

22 Juli 2026 - 10:11 WIB

AFI Kabupaten Malang Siapkan Pembinaan Atlet Floorball Menuju Porprov X Jawa Timur

21 Juli 2026 - 21:16 WIB

Pagelaran Wayang Kulit di Pakisaji Jadi Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya

21 Juli 2026 - 14:05 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !