BACAMALANG.COM — Sanggar Budaya Jawikawi menggelar “Gebyak Tradisi Pereng Kawi” untuk pertama kalinya pada Sabtu malam, 25 Juli 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Kembangkopi, Dusun Ngemplak, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang ini diserbu sekitar 1.000 warga.
Selain menyaksikan parade seni, warga juga menikmati malam minggu dengan mencicipi jajanan lawas di Pasar Jajanan Lawas dan pertunjukan tari-tarian tradisional.
Pembina Sanggar Budaya Jawikawi, Pietra Widiadi, mengatakan gebyak ini bertujuan membangun karakter anak-anak dan remaja agar mandiri serta bangga dengan tradisi berkesenian daerah.
“Tujuannya membangun karakter anak-anak remaja yang mandiri dan bangga dengan tradisi berkesenian tari topeng Malangan. Mendorong anak untuk percaya diri, menghadapi publik, dan mandiri dengan keterampilan diri. Selain membanggakan orang tua, juga membanggakan masyarakat umum,” ujar Pietra.
Kegiatan ini diikuti Sanggar Budaya Jawikawi bersama dukungan dari 30 sanggar se-Malang Raya. Acara dibuka dengan pertunjukan Jaranan Campursari dari Sanggar Seni Turonggo, Dukuh Ngemplak, Dusun Banaran, Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.
Menurut Pietra, gebyak ini diharapkan menjadi ruang bagi anak-anak untuk terus nguri-nguri budaya dan melestarikannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya anak-anak melestarikan tradisi dan nguri-nguri budaya yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kami juga berharap orang tua memberikan kesempatan kepada anak-anaknya untuk mengenal budaya mereka sendiri dengan menari dan berolah tari yang dinikmati warga masyarakat,” tambahnya.
Gebyak Tradisi Pereng Kawi menjadi langkah awal Sanggar Jawikawi untuk menghidupkan kembali kecintaan generasi muda terhadap kesenian topeng Malangan di tengah perkembangan zaman.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































