BACAMALANG.COM – Selama ini dikenal sebagai vokalis dengan karakter vokal kuat dan penuh energi bersama bandnya, Tantri kini menghadirkan sisi berbeda dalam perjalanan bermusiknya. Melalui proyek solo perdana, ia merilis single berjudul “Ibu Pekerja”, sebuah karya yang lahir dari pengalaman personal dan potret nyata kehidupan banyak perempuan.
Lagu ini menjadi langkah baru Tantri untuk menyampaikan kisah yang lebih intim dan reflektif. Berbeda dengan sosoknya di atas panggung yang tegar dan penuh semangat, dalam proyek solo ini Tantri tampil lebih jujur, hangat, dan manusiawi.
“Ibu Pekerja” mengangkat realitas yang kerap dialami para ibu yang harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan kebutuhan untuk tetap menjaga diri sendiri. Rasa bersalah saat meninggalkan anak demi bekerja, kelelahan yang disembunyikan di balik senyum, hingga pergulatan menerima bahwa tidak ada sosok ibu yang benar-benar sempurna, menjadi benang merah dalam lagu ini.
Tak hanya berbicara tentang emosi, lagu tersebut juga mengingatkan bahwa bekerja bagi banyak ibu bukan sekadar pilihan, melainkan bentuk tanggung jawab dan kasih sayang. Di balik setiap langkah mencari nafkah, ada keluarga yang harus dihidupi dan masa depan yang harus diperjuangkan.
Melalui “Ibu Pekerja”, Tantri tidak berusaha menggambarkan sosok ibu yang ideal. Sebaliknya, ia merayakan ketidaksempurnaan sebagai bagian dari perjalanan seorang perempuan yang tetap berkarya sekaligus menjalankan peran sebagai ibu.
Proyek solo ini juga menjadi ruang baru bagi Tantri untuk mengekspresikan diri tanpa bayang-bayang persona panggung yang selama ini melekat. Dengan balutan musik yang lebih personal dan lirik yang dekat dengan realitas kehidupan perempuan, “Ibu Pekerja” diharapkan mampu menjadi teman sekaligus penyemangat bagi para ibu yang sering merasa berjuang sendirian.
Logo Baru, Simbol Senyum yang Mewakili Kekuatan Seorang Perempuan
Seiring dimulainya perjalanan solo, Tantri juga memperkenalkan identitas visual baru berupa logo bertuliskan namanya dengan desain sederhana namun penuh filosofi. Keunikan logo tersebut terletak pada huruf “i” yang titiknya diganti dengan simbol senyum.
Bagi Tantri, senyum itu bukan sekadar elemen desain, melainkan lambang keteguhan hati dalam menjalani berbagai peran dan tekanan hidup. Simbol tersebut merepresentasikan kemampuan untuk tetap hangat, tetap lembut, dan tetap memilih cinta meski berada di tengah kelelahan serta berbagai tantangan kehidupan.
Senyum dalam logo itu juga menjadi pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu hadir dalam momen-momen besar. Terkadang, kebahagiaan lahir dari keberanian menerima ketidaksempurnaan, bertahan menghadapi kenyataan, dan terus melangkah dengan hati yang lapang.
Melalui karya dan identitas barunya ini, Tantri ingin menyampaikan bahwa kekuatan seorang perempuan tidak selalu ditunjukkan dengan tampil tanpa cela, melainkan melalui keberanian untuk terus bangkit, mencintai, dan menjalani setiap peran dengan sepenuh hati.
Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































