BACAMALANG.COM – Tingginya jumlah mahasiswa dan pekerja pendatang di Kota Malang membuka peluang besar bagi bisnis hunian sewa. Melihat potensi tersebut, Aksara Kost resmi memperkenalkan proyek perdananya, The Aksara Dasa, melalui program Soft Launch yang menawarkan harga khusus serta berbagai hadiah menarik melalui Lucky Draw.
Sebagai salah satu kota pendidikan terbesar di Indonesia, Malang menampung sekitar 850 ribu hingga 950 ribu mahasiswa aktif, ditambah sekitar 120 ribu hingga 150 ribu pekerja pendatang setiap tahun. Sementara itu, ketersediaan rumah kos modern dan berkualitas dinilai masih jauh dari kebutuhan pasar, sehingga menciptakan peluang investasi yang menjanjikan.
Direktur Aksara Kost, Nuri Hendra, mengatakan proyek ini dibangun di lokasi strategis yang berada di kawasan kampus dengan akses yang mudah.
“Alhamdulillah kami mendapatkan lahan yang sangat strategis untuk dibangun sebagai rumah kos. Lokasinya sangat dekat dengan lima kampus besar di Kota Malang, sehingga menjadi peluang investasi yang sangat menarik, apalagi saat ini kami memberikan harga khusus pada momen Soft Launch,” ujar Nuri, Kamis (23/7/2026).
Pada peluncuran resminya, Aksara Kost menawarkan The Aksara Dasa, sebuah cluster kos premium yang hanya terdiri dari tujuh unit eksklusif. Setiap unit dibangun dua lantai dengan 10 kamar sehingga memberikan nilai investasi yang lebih eksklusif dibandingkan kos konvensional.
Menurut Nuri, selama periode Soft Launch, calon investor bisa memperoleh harga spesial dengan selisih hingga Rp475 juta dibandingkan harga normal. “Selain harga khusus, setiap pembeli juga berhak mengikuti program Lucky Draw dengan berbagai hadiah menarik,” katanya.
Ia menjelaskan, konsep eksklusivitas menjadi salah satu daya tarik utama proyek tersebut. Jumlah unit yang terbatas membuat harga akan meningkat secara bertahap setiap kali satu unit terjual.
“Investor yang membeli lebih awal memperoleh harga terbaik. Ini merupakan keuntungan nyata karena harga akan naik mengikuti jumlah unit yang terserap pasar,” jelasnya.
Tak hanya menawarkan lokasi strategis, kawasan The Aksara Dasa juga dirancang dengan lingkungan yang aman dan nyaman. Seluruh area akan dilengkapi taman, sistem One Gate System, CCTV, serta keamanan selama 24 jam.
Nuri menilai Kota Malang memiliki tiga kekuatan utama yang menjadikannya tujuan investasi properti. “Malang merupakan kota pendidikan, kota bisnis, sekaligus kota wisata. Tiga potensi ini menjadikan Malang sangat menarik bagi investor yang ingin mengalokasikan dananya sekaligus memperoleh penghasilan pasif dari sektor properti,” ujarnya.
Selama masa Soft Launch, harga unit ditawarkan mulai Rp2,174 miliar (skema cash only) dari harga normal Rp2,649 miliar. Pembeli juga dapat memilih berbagai skema pembayaran, mulai tunai hingga cicilan in-house 12 bulan.
Harga tersebut sudah mencakup full furnished untuk seluruh kamar, AC, water heater, exhaust fan, tandon air atas dan bawah, serta biaya akad, notaris, dan sertifikat SHM (di luar BPHTB dan PPN). Pemesanan dapat dilakukan dengan Uang Tanda Jadi (UTJ) Rp10 juta yang dapat dikembalikan 100 persen apabila pembeli membatalkan transaksi dalam waktu lima hari kalender.
Selama periode launching, setiap pembeli juga berkesempatan memenangkan hadiah melalui program Lucky Draw, antara lain cashback hingga Rp50 juta, cashback Rp25 juta, emas batangan 10 gram, Smart TV 32 inci untuk seluruh kamar, diskon 50 persen BPHTB, hingga gratis manajemen kos dan layanan WiFi selama satu tahun.
Dari sisi lokasi, seluruh unit berada di kawasan Sigura-Gura – Simpang Gajayana, dengan jarak kurang dari dua kilometer dari lima perguruan tinggi besar, yakni Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), Politeknik Negeri Malang (Polinema), Institut Teknologi Nasional (ITN), dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Setiap unit memiliki tipe 130/84, terdiri atas dua lantai dengan 10 kamar yang seluruhnya telah dilengkapi furnitur. Legalitas properti menggunakan Sertifikat Hak Milik (SHM) pecah unit, sehingga memberikan kepastian hukum bagi investor.
Berdasarkan proyeksi Aksara Kost, dengan asumsi tarif sewa Rp2 juta per kamar dan tingkat hunian konservatif 80 persen, setiap unit berpotensi menghasilkan passive income sekitar Rp240 juta per tahun, dengan estimasi imbal hasil (yield) 8–10 persen serta potensi apresiasi nilai properti sekitar 10 persen per tahun. Seluruh angka tersebut merupakan proyeksi dan bukan jaminan investasi.
“Kami sengaja hanya menyediakan tiga unit dengan harga spesial dari total tujuh unit yang ada. Bagi investor, masuk di tahap awal merupakan momentum terbaik karena memperoleh keuntungan dari sisi harga maupun nilai investasi ke depan,” pungkas Nuri.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































