Peran Mindful Eating dalam Menjaga Kesehatan Mental - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

OPINI · 23 Jun 2026 19:47 WIB ·

Peran Mindful Eating dalam Menjaga Kesehatan Mental


 Yayuk Estu, S.Gz., M.Kes., Dietisien
(Bidang Kemitraan dan Kerjasama AsDI Jatim) Perbesar

Yayuk Estu, S.Gz., M.Kes., Dietisien (Bidang Kemitraan dan Kerjasama AsDI Jatim)

Kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesehatan secara menyeluruh. Kondisi mental yang baik memungkinkan seseorang menjalani kehidupan secara produktif, mampu mengelola stres, serta menjalin hubungan sosial yang sehat. Selain dipengaruhi faktor genetik dan lingkungan, kesehatan mental juga berkaitan erat dengan gaya hidup, termasuk pola dan perilaku makan.

Dalam beberapa tahun terakhir, prevalensi gangguan kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan gangguan makan terus meningkat di berbagai negara. Kondisi ini mendorong berkembangnya bidang Nutritional Psychiatry, yakni cabang ilmu yang mempelajari hubungan antara pola makan, fungsi otak, dan kesehatan mental.

Selama ini, upaya perbaikan pola makan lebih banyak berfokus pada pemenuhan kebutuhan zat gizi. Padahal, aspek perilaku makan juga memiliki pengaruh yang tidak kalah penting. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perilaku makan dan kondisi psikologis seseorang memiliki hubungan yang kompleks dan saling memengaruhi.

Ketika seseorang mengalami stres, kecemasan, atau depresi, pola makannya cenderung berubah. Sebagian orang makan secara berlebihan sebagai pelampiasan emosi (emotional eating), sebagian mengalami episode makan dalam jumlah besar tanpa kendali (binge eating), sementara yang lain justru membatasi makan secara berlebihan (restrained eating). Sebaliknya, pola makan yang tidak sehat juga dapat memperburuk kondisi psikologis melalui berbagai mekanisme biologis maupun psikologis.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pendekatan mindful eating atau makan dengan penuh kesadaran mulai banyak diperkenalkan sebagai salah satu strategi yang dapat membantu menjaga kesehatan mental sekaligus membangun hubungan yang lebih sehat dengan makanan.

Mengenal Mindful Eating

Mindful eating merupakan praktik makan dengan penuh perhatian dan kesadaran terhadap seluruh pengalaman makan. Dalam praktik ini, seseorang diajak untuk benar-benar hadir saat makan, memperhatikan rasa, aroma, tekstur, dan penampilan makanan, sekaligus menyadari sinyal lapar dan kenyang yang diberikan tubuh.

Tidak hanya itu, mindful eating juga membantu seseorang mengenali pikiran dan emosi yang muncul saat makan. Dengan demikian, seseorang dapat memahami alasan di balik keinginannya untuk makan, apakah benar-benar karena lapar atau hanya sebagai respons terhadap kebosanan, stres, kesedihan, maupun emosi lainnya.

Melalui pendekatan ini, individu belajar menikmati makanan tanpa terburu-buru, tanpa distraksi, dan tanpa rasa bersalah. Tujuannya bukan membatasi makanan secara ketat, melainkan membantu seseorang membuat keputusan makan yang lebih sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Hubungan Mindful Eating dengan Kesehatan Mental

Hubungan antara cara makan dan kesehatan mental sering kali tidak disadari. Padahal, kebiasaan makan memiliki pengaruh besar terhadap kondisi emosional dan psikologis seseorang.

1. Mengurangi Kebiasaan Makan karena Emosi

Salah satu manfaat utama mindful eating adalah membantu mengurangi emotional eating. Ketika menghadapi stres atau masalah, banyak orang mencari kenyamanan melalui makanan. Kebiasaan ini memang dapat memberikan rasa nyaman sementara, tetapi sering kali diikuti oleh rasa bersalah dan penyesalan.

Melalui mindful eating, seseorang diajak mengenali emosi yang sedang dirasakan sebelum memutuskan untuk makan. Kesadaran ini membantu individu membedakan antara rasa lapar fisik dan kebutuhan emosional.

2. Membantu Mengendalikan Makan Berlebihan

Pada sebagian orang, tekanan emosional dapat memicu keinginan untuk makan dalam jumlah besar tanpa kendali. Kondisi ini sering diikuti perasaan kehilangan kontrol dan penyesalan setelah makan.

Praktik mindful eating membantu meningkatkan kepekaan terhadap sinyal kenyang sehingga seseorang lebih mudah menyadari kapan tubuh telah memperoleh cukup makanan. Dengan demikian, risiko makan berlebihan dapat berkurang.

3. Mendukung Kesehatan Sistem Pencernaan dan Otak

Hubungan antara usus dan otak semakin banyak mendapat perhatian dalam penelitian kesehatan. Saluran pencernaan diketahui berperan penting dalam produksi berbagai neurotransmiter, termasuk serotonin yang berkaitan dengan suasana hati.

Ketika seseorang makan dengan tenang dan penuh kesadaran, proses pencernaan berlangsung lebih optimal. Kondisi ini turut mendukung komunikasi yang baik antara usus dan otak sehingga dapat membantu menjaga kestabilan emosi.

4. Meningkatkan Kemampuan Mengelola Stres

Latihan kesadaran yang dilakukan dalam mindful eating memiliki prinsip yang serupa dengan meditasi. Kebiasaan ini dapat membantu meningkatkan fokus, kesadaran diri, serta kemampuan mengelola tekanan hidup.

Seiring waktu, seseorang menjadi lebih mampu mengenali respons emosionalnya dan tidak mudah bereaksi secara impulsif terhadap berbagai situasi yang menimbulkan stres.

5. Membentuk Hubungan yang Lebih Sehat dengan Makanan

Banyak orang memiliki hubungan yang kurang sehat dengan makanan karena adanya rasa bersalah setelah mengonsumsi makanan tertentu. Mindful eating mengajarkan untuk tidak mengategorikan makanan secara kaku sebagai “baik” atau “buruk”.

Pendekatan ini membantu seseorang membangun pola pikir yang lebih seimbang sehingga hubungan dengan makanan menjadi lebih positif dan tidak lagi dipenuhi kecemasan.

Manfaat Mindful Eating Berdasarkan Penelitian

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa praktik mindful eating dapat memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan mental, antara lain:

Mengurangi kebiasaan makan yang dipicu oleh emosi.

Meningkatkan citra tubuh dan penerimaan diri.

Menurunkan gejala depresi dan kecemasan.

Meningkatkan kualitas hidup.

Membentuk hubungan yang lebih sehat dengan makanan.

Menariknya, manfaat tersebut dapat dirasakan tanpa harus menunggu terjadinya penurunan berat badan. Perubahan positif justru berawal dari meningkatnya kesadaran terhadap tubuh, emosi, dan perilaku sehari-hari.

Cara Menerapkan Mindful Eating

Praktik mindful eating tidak memerlukan pelatihan khusus maupun biaya besar. Kebiasaan ini dapat dimulai melalui langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

Makan tanpa gangguan seperti telepon genggam atau televisi.

Mengunyah makanan secara perlahan dan menikmati setiap suapan.

Mengenali rasa lapar dan kenyang yang dirasakan tubuh.

Bertanya kepada diri sendiri sebelum makan, apakah benar-benar lapar atau hanya sedang bosan, sedih, atau stres.

Berhenti makan sebelum merasa terlalu kenyang.

Tidak menyalahkan diri sendiri ketika makan berlebihan, melainkan menjadikannya sebagai proses pembelajaran.

Penutup

Perilaku makan tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan gizi, tetapi juga oleh emosi, kebiasaan, budaya, lingkungan sosial, dan tingkat stres. Oleh karena itu, perilaku makan perlu dipandang sebagai salah satu aspek penting dalam upaya menjaga kesehatan mental.

Mindful eating merupakan pendekatan yang menggabungkan kesadaran saat makan dengan pengelolaan emosi serta kemampuan mengenali sinyal tubuh. Praktik ini berpotensi membantu mengurangi makan emosional, mengendalikan keinginan makan berlebihan, meningkatkan ketahanan terhadap stres, serta membangun hubungan yang lebih sehat dengan makanan.

Meskipun bukan terapi utama untuk gangguan kejiwaan, mindful eating dapat menjadi strategi pendukung yang aman, mudah diterapkan, dan bermanfaat dalam menjaga kesehatan mental. Dengan makan secara lebih sadar, seseorang tidak hanya merawat kesehatan fisik, tetapi juga membantu menciptakan pikiran yang lebih tenang, seimbang, dan bahagia.

*) Penulis: Yayuk Estu, S.Gz., M.Kes.
Dietisien Bidang Kemitraan dan Kerja Sama AsDI Jawa Timur

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Metri Topeng dari Sailendra

18 Juni 2026 - 14:10 WIB

Tahun Baru Hijriah: Saatnya Berhenti Mengeluh dan Mulai Berbenah

18 Juni 2026 - 05:48 WIB

Hari Lahir Pancasila: Merawat Gagasan Besar di Tengah Bangsa yang Terus Berubah

1 Juni 2026 - 20:09 WIB

1 Juni: Pancasila dan Tugas Sejarah Kaum Muda Mengawal Republik

1 Juni 2026 - 17:39 WIB

Dua Puluh Satu Mei Reformasi: Ketika Semangat Pemuda Kabupaten Malang Diuji oleh Zaman

22 Mei 2026 - 11:19 WIB

Membaca Dengan Kritis Hibah Aset Daerah Oleh Pemkab Malang ke UNIBRAW

18 Mei 2026 - 20:43 WIB

Trending di OPINI

©Hak Cipta Dilindungi !