Dewan Sebut Jembatan Selorejo Dau Dieksekusi Tahun Depan - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 11 Agu 2020 15:41 WIB ·

Dewan Sebut Jembatan Selorejo Dau Dieksekusi Tahun Depan


 Dewan Sebut Jembatan Selorejo Dau Dieksekusi Tahun Depan Perbesar

BACAMALANG.COM – Rencana Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang untuk menyelesaikan pembangunan jembatan Selorejo di Kecamatan Dau tahun ini nampaknya harus pupus.

Pasalnya, pembangunan kembali jembatan yang ambruk akibat diterjang air bah itu membutuhkan anggaran Rp 900 juta.

Menurut anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Malang, Zia’ul Haq, proyek jembatan Selorejo tidak bisa masuk dalam perubahan anggaran keuangan atau PAK karena nilainya lebih dari Rp 200 juta.

“Kalau eksekusinya pasti tahun depan. Jembatan Selorejo itu anggarannya besar. Di PAK itu kalau anggarannya diatas 200 juta harus lelang. Kalau lelang itu tidak keburu. PAK ini kan waktunya mepet, hanya tiga bulan. Sedangkan, proses lelang ini kan panjang. Makanya kenapa di PAK itu kan program-program yang bersifat sporadis,” kata Zia, Selasa (11/8/2020).

Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra ini menambahkan, jika pembangunan jembatan Selorejo dipaksakan masuk PAK tahun ini, ada konsekuensi buruk yang bakal diterima Pemerintah Kabupaten Malang.

“Kan harus lelang. Kalau lelang tidak keburu, nanti jadi SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan, red). Kalau dipaksakan, kena BPK (Badan Pengaudit Keuangan, red),” terang Zia.

Zia pun mengakui, jembatan itu memang vital sebagai penunjang aktivitas masyarakat sehari-hari. Namun apa daya, kondisi saat ini memang tidak memungkinkan untuk dilakukan pembangunan jembatan itu.

“Komisi III kan memang mengawal. Jembatan ini memang vital, itu penghubung antar desa, kalau misal hanya 100 juta bisa PAK, tapi kalau nilainya diatas 200 juta itu dengan sangat memang belum bisa. Meskipun itu untuk kemaslahatan masyarakat,” Zia mengakhiri. (mid/yog)

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Dedikasi 30 Tahun Lydia Kieven untuk Budaya Panji, Budayawan Malang Sematkan Nama Candra Kirana

30 September 2026 - 21:22 WIB

Biaya Penyakit Jantung Tembus Rp100 Triliun, BPJS Kesehatan Dorong Gaya Hidup Sehat Sejak Muda

30 September 2026 - 19:32 WIB

Takut Keselamatan Terancam, Pemilik Warung Nasi Goreng di Kota Batu Tempuh Jalur Hukum

30 September 2026 - 18:21 WIB

Kadernya Terlibat Penyalahgunaan Narkoba, Gerindra Kabupaten Malang Hormati Proses Hukum

30 September 2026 - 16:49 WIB

Relawan Malang Berangkat Mandiri, Salurkan Bantuan Terdampak Bencana NTT

30 September 2026 - 13:59 WIB

Kronologi Penangkapan Anggota DPRD Kabupaten Malang yang Diduga Terlibat Penyalahgunaan Narkoba di Surabaya

30 September 2026 - 13:28 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !