BACAMALANG.COM – Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) menjadi penanda kebangkitan generasi muda Jawa Timur di kancah internasional. Sebanyak 3.000 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) asal Jawa Timur resmi dilepas untuk bekerja di berbagai sektor industri di sejumlah negara Asia, Eropa, hingga Australia.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno memberikan apresiasi tinggi terhadap program strategis tersebut. Menurutnya, langkah ini membuktikan lulusan SMK Jawa Timur memiliki daya saing global ketika diberikan kesempatan dan pembinaan yang tepat.
“Anak-anak kita sebenarnya memiliki kapasitas yang sangat baik ketika mereka diberikan kesempatan. Program ini dirancang melalui sinergi kuat antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Pusat untuk memutus stigma negatif bahwa lulusan SMK menjadi penyumbang tingginya angka pengangguran terbuka,” ujar Sri Untari, Rabu (20/5/2026).
Legislator yang juga dikenal sebagai tokoh koperasi nasional itu menjelaskan, para lulusan tidak diberangkatkan begitu saja. Mereka telah menjalani persiapan selama satu tahun, mulai dari pelatihan bahasa, pengenalan budaya, hingga penguatan kompetensi teknis sesuai kebutuhan negara tujuan.
Adapun negara tujuan penempatan meliputi Jepang, Jerman, Turki, Korea Selatan, Malaysia, Australia, Singapura, dan Bulgaria. Kebutuhan tenaga kerja di negara-negara tersebut pun beragam.
Di Jepang, lulusan SMK Jatim banyak diserap pada sektor caregiver atau perawat lansia serta pertanian. Sementara Turki membutuhkan tenaga kerja di sektor industri berbasis ketelitian, Bulgaria pada sektor hospitality atau perhotelan, sedangkan Jerman fokus pada industri manufaktur berskala besar.
Sri Untari juga mengaku bangga karena banyak peserta yang lolos seleksi berasal dari Malang Raya.
“Alhamdulillah, tadi saya bertemu langsung dengan perwakilan anak-anak dari Malang, ada yang dari Arjowinangun, Klojen, hingga Ngantang. Mereka siap berangkat bekerja ke Jepang dan Jerman. Ini sangat membanggakan,” ungkap legislator dari daerah pemilihan Malang Raya tersebut.
Lebih lanjut, ia menegaskan DPRD Jawa Timur akan terus mendorong penguatan pendidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja internasional. Menurutnya, peluang kerja di luar negeri harus dimanfaatkan sebagai solusi strategis di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan di dalam negeri.
“Sebagai legislator, penting sekali di masa kebangkitan nasional ini kita benar-benar memberikan harapan hidup yang lebih baik bagi anak-anak kita. Jika di dalam negeri wadahnya belum sepenuhnya siap, maka pasar internasional menjadi jawaban agar mereka tidak menganggur. Ke depan, sekolah-sekolah kejuruan harus terus disiapkan dengan kurikulum yang linier dengan kebutuhan negara-negara maju,” pungkasnya.
Pewarta/Editor: Hadi Triswanto


























































