Hari Tani Nasional, PFI Malang Angkat Cerita Tanah Pangan dan Harapan Lewat Pameran Foto - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EVENT & ACARA · 24 Sep 2026 19:42 WIB ·

Hari Tani Nasional, PFI Malang Angkat Cerita Tanah Pangan dan Harapan Lewat Pameran Foto


 Seremonial pembukaan pameran foto “Tanah, Pangan dan Harapan” PFI Malang di Galeri Kayutangan, Kota Malang, Kamis (24/9/2026). (Dok. PFI Malang)
Perbesar

Seremonial pembukaan pameran foto “Tanah, Pangan dan Harapan” PFI Malang di Galeri Kayutangan, Kota Malang, Kamis (24/9/2026). (Dok. PFI Malang)

BACAMALANG.COM – Bertepatan dengan Hari Tani Nasional yang diperingati setiap 24 September, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang menggelar pameran foto bertajuk “Tanah, Pangan dan Harapan” di Galeri Kayutangan, Kota Malang, pada 24–27 September 2026, pukul 08.30 WIB hingga selesai.

Pameran ini menghadirkan karya foto cerita yang merekam tentang pangan, mulai dari sumber pangan, proses produksi, hingga persoalan kesehatan dan lingkungan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan terbuka bagi masyarakat umum, mahasiswa, akademisi, fotografer, pewarta foto, jurnalis, serta berbagai kalangan yang memiliki perhatian terhadap isu pangan.

Karya-karya yang ditampilkan dalam pameran mengangkat keberagaman sumber pangan dan kehidupan yang berada di baliknya, termasuk praktik pertanian, perikanan, peternakan, serta berbagai persoalan kesehatan dan lingkungan yang berkaitan dengan pangan.

Sebagai bagian dari rangkaian pameran, PFI Malang juga menghadirkan diskusi publik bertema “Tanah, Pangan, dan Ekonomi Kota”, usai pembukaan acara, Kamis (24/9/2026).

Peninjauan pameran foto “Tanah, Pangan dan Harapan” PFI Malang di Galeri Kayutangan, Kota Malang, Kamis (24/9/2026). (Dok. PFI Malang)

Diskusi tersebut menghadirkan Asisten II Pemerintahan Kota Malang, Ir. Diah Ayu Kusumadewi, MT, Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, S.S. Irma Tyasari, SE., S.Pd., MM., Ak., CA., CPA., CRA., Ph.D. yang juga menjadi Wakil Rektor II Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), serta Nurul Wahyuni, Praktisi/Pengelola Kampung Semar Arjosari.

Salah satu topiknya adalah Pasar Gadang sebagai bagian krusial ekosistem pangan dalam konteks perkotaan. Penataan pasar tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perdagangan dan lalu lintas, tetapi juga berhubungan dengan rantai pasok pangan, distribusi komoditas, aktivitas ekonomi masyarakat, serta arah perkembangan Kota Malang.

Ir. Diah Ayu Kusumadewi, MT menjelaskan bahwa penataan Pasar Gadang merupakan bagian dari upaya pemerintah menyelesaikan persoalan kawasan yang selama ini berkaitan dengan aktivitas perdagangan dan kepadatan lalu lintas.

Menurutnya, pendekatan kepada para pedagang dilakukan secara bertahap melalui komunikasi dengan pedagang dan paguyuban hingga akhirnya aktivitas perdagangan dapat ditata ke dalam kawasan pasar.

“Dengan pedagang masuk ke dalam, kita bisa menata infrastrukturnya. Jalannya juga bisa kita perbaiki dengan konstruksi yang lebih kuat,” ungkap Diah.

Penataan tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi kawasan Pasar Gadang, tetapi juga mendukung konektivitas dan aktivitas ekonomi di wilayah timur Kota Malang.

Di sisi lain, keterbatasan lahan pertanian di Kota Malang turut menjadi bagian dari pembahasan. Kebutuhan pangan terus berkembang seiring aktivitas masyarakat dan pertumbuhan kota.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketahanan pangan perkotaan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan produksi di dalam wilayah, tetapi juga dengan distribusi, keterhubungan dengan daerah penghasil pangan, serta peran berbagai pihak dalam menjaga ekosistem pangan.

Dalam diskusi, yang juga dihadirialah satu mentor, atau pembina Kampung Semar, Ir. Bambang Irianto ini, pasar dipandang bukan semata sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli, tetapi sebagai bagian dari ekosistem ekonomi yang melibatkan petani, pedagang, transportasi, pelaku UMKM, konsumen, pemerintah, hingga perguruan tinggi.

Perspektif tersebut menjadi bagian penting dari gagasan “Tanah, Pangan dan Harapan”, bahwa persoalan pangan memiliki hubungan erat dengan tanah, lingkungan, mata pencaharian, aktivitas ekonomi, serta kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Ketua PFI Malang, Darmono, mengatakan pameran tersebut dirancang sebagai ruang bagi masyarakat untuk melihat persoalan pangan melalui perspektif visual. Pameran tidak hanya menampilkan karya fotografi, tetapi juga membuka ruang edukasi, diskusi, dan kolaborasi terkait isu pangan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Melalui pameran ini, kami ingin mengajak masyarakat melihat pangan tidak hanya sebagai sesuatu yang dikonsumsi, tetapi juga memahami proses, persoalan, dan harapan yang ada di baliknya. Fotografi menjadi medium untuk menyampaikan realitas sekaligus membuka ruang diskusi,” ujar Darmono.

Menurut Darmono, isu pangan memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat. Keberagaman sumber pangan di Indonesia berjalan beriringan dengan berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, food waste, serta persoalan kesehatan dan lingkungan.

Darmono mengatakan fotografi memiliki kekuatan untuk menyampaikan gagasan melalui gambar yang dekat dengan realitas kehidupan.

Ia menegaskan, pameran ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan apresiasi karya, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk melihat, berefleksi, dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan pangan di sekitarnya.

“Harapannya, karya-karya yang ditampilkan bisa menjadi pemantik percakapan dan kesadaran bersama. Kami ingin pameran ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk melihat, berpikir, dan berdiskusi mengenai isu pangan di sekitar kita,” ujarnya.

Selain pameran dan diskusi publik, PFI Malang menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung, di antaranya edukasi dan diskusi pertanian perkotaan, pelatihan, serta sharing fotografi bagi siswa dan masyarakat umum.

Diskusi pameran foto “Tanah, Pangan dan Harapan” PFI Malang di Galeri Kayutangan, Kota Malang, Kamis (24/9/2026). (Dok. PFI Malang)

Rangkaian kegiatan juga mencakup diskusi karya fotografer dan akademisi mengenai isu pangan. Kegiatan tersebut diharapkan mempertemukan fotografer, akademisi, pemerintah, pelaku industri pangan, serta masyarakat umum dalam pembahasan yang lebih luas mengenai pangan dan lingkungan.

Pelaksanaan pameran “Tanah, Pangan dan Harapan” ini turut mendapat dukungan dari PFI Nasional dan Pemerintah Kota Malang melalui Diskominfo. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam terselenggaranya pameran yang tidak hanya menghadirkan karya fotografi, tetapi juga membuka ruang pertemuan antara fotografer, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat untuk membicarakan persoalan pangan dari berbagai perspektif.

Kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat posisi fotografi sebagai medium dokumentasi sekaligus ruang dialog publik, khususnya dalam melihat persoalan tanah, pangan, lingkungan, dan kehidupan masyarakat.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

UB dan MAN 2 Kota Malang Ukir Prestasi di ISFO OJK 2026, Bawa Nama Malang Raya ke Level Nasional

25 September 2026 - 20:37 WIB

Gugur Gunung, HOD ASTON Inn Batu & ASTON Gejayan Yogyakarta Jaga Kelestarian Kawasan Lereng Gunung Arjuno

25 September 2026 - 20:10 WIB

Polisi Dalami Laporan Dugaan Kekerasan terhadap Siswa SMPN 18 Malang

25 September 2026 - 20:08 WIB

Kuasa Hukum AS Soroti Penetapan Tersangka, Siapkan Surat ke Kejaksaan Agung

25 September 2026 - 19:52 WIB

Dukung Pengelolaan Air Berkelanjutan, UB Perkuat Kolaborasi Global melalui World Water Monitoring Day 2026

25 September 2026 - 19:50 WIB

Kepala SMPN 18 Malang Diberhentikan Atas Dugaan Kekerasan, Pemkot Siapkan Trauma Healing untuk Siswa

25 September 2026 - 12:28 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !