BACAMALANG.COM – Semangat kepedulian sosial bisa tumbuh dari berbagai ruang, termasuk lapangan sepak bola dan panggung musik independen. Hal itu ditunjukkan komunitas PS Namoy di Kota Malang melalui perayaan tiga tahun perjalanan mereka yang dikemas dalam kegiatan amal bertajuk For The Children.
Digelar di Unggul Sport Center Malang, Minggu (1/11/2026), kegiatan ini mempertemukan komunitas sepak bola, musisi hardcore punk, serta berbagai pelaku industri kreatif dalam satu gerakan solidaritas untuk anak-anak penyintas kanker.
PS Namoy tidak sekadar menggelar pertandingan olahraga. Seluruh keuntungan dari turnamen mini soccer tersebut didedikasikan untuk membantu anak-anak penyintas kanker yang mendapat pendampingan dari Sahabat Anak Kanker di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Project Manager PS Namoy Cup, Rama Charis, menjelaskan bahwa kegiatan sosial memang menjadi tujuan utama yang ingin diwujudkan dalam perayaan hari jadi komunitas tersebut.
“Sejak awal, kami memang ingin membuat acara charity, sehingga profit-nya nanti disalurkan kepada pihak yang membutuhkan,” kata Rama.
Turnamen ini diikuti 12 tim dari Malang dan Mojokerto dengan total 120 peserta. Pertandingan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi para pencinta sepak bola sekaligus sarana menggalang kepedulian terhadap anak-anak yang tengah menjalani perjuangan melawan penyakit serius.
Suasana acara semakin semarak dengan kehadiran panggung musik hardcore punk. Sejumlah band, yakni Pain Embrace, Severance Core, Keep It Real, Stomper Boots, Glich Pow, Still Broken, dan Dazzle, turut tampil meramaikan perayaan tersebut.
Tak hanya olahraga dan musik, pengunjung juga disuguhi beragam aktivitas kreatif, mulai dari pembuatan mural, lapak zine, hingga pop-up market. Perpaduan berbagai kegiatan itu menghadirkan ruang kolaborasi yang melibatkan komunitas dari latar belakang berbeda.
Bagi PS Namoy, kegiatan tersebut menjadi cara untuk membuktikan bahwa budaya sepak bola dan musik hardcore punk dapat berjalan beriringan dengan aksi kemanusiaan. Semangat kebersamaan yang tumbuh di antara komunitas diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan dukungan.
Pemilihan Sahabat Anak Kanker sebagai penerima donasi juga didasari peran lembaga tersebut dalam mendampingi puluhan anak dengan kanker maupun penyakit kronis lainnya. Setiap anak memiliki kondisi dan kebutuhan berbeda, sehingga dukungan dari masyarakat menjadi salah satu hal penting dalam proses pendampingan mereka.
Rama berharap kegiatan For The Children dapat memperluas perhatian publik terhadap anak-anak penyintas kanker di Kota Malang yang masih membutuhkan dukungan berbagai pihak.
“Harapannya, kegiatan ini bisa membangun awareness bahwa di Kota Malang ada adik-adik penyintas kanker yang mungkin belum banyak mendapat perhatian, baik dari pemerintah maupun negara. Kami ingin mengajak lebih banyak orang melihat bahwa mereka juga membutuhkan dukungan,” ujarnya.
PS Namoy terbentuk di Kota Malang pada 2023, berangkat dari kesamaan ketertarikan para anggotanya terhadap sepak bola dan musik. Seiring waktu, komunitas ini mengembangkan jejaring kolaborasi bersama band, komunitas, jenama, serta berbagai elemen kreatif lainnya.
Melalui PS Namoy Cup, mereka berupaya membawa semangat solidaritas keluar dari lingkup komunitas dan menjadikannya gerakan yang dapat dirasakan masyarakat lebih luas.
Rama menegaskan, olahraga dan musik memiliki kekuatan untuk menyatukan banyak orang. Potensi tersebut ingin dimanfaatkan PS Namoy untuk menghadirkan dukungan bagi anak-anak yang sedang menghadapi tantangan kesehatan.
“Menurut kami, kita bisa melakukan banyak hal kalau punya solidaritas. Sepak bola dan musik punya semangat yang sama untuk mempertemukan orang-orang. Kami ingin energi itu juga bisa dirasakan oleh adik-adik yang sedang berjuang melawan penyakitnya,” pungkasnya.
Pewarta/Editor: Imam Muchlis




















































