In Memoriam Aziz Franklin, Sempat Diusulkan Masuk Nominasi Ikon Prestasi Pancasila - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 20 Feb 2021 14:32 WIB ·

In Memoriam Aziz Franklin, Sempat Diusulkan Masuk Nominasi Ikon Prestasi Pancasila


 In Memoriam Aziz Franklin, Sempat Diusulkan Masuk Nominasi Ikon Prestasi Pancasila Perbesar

BACAMALANG.COM – Dinilai multitalenta dan berprestasi, Aziz Franklin atau Kak Aziz Penpernah diusulkan masuk nominasi Ikon Prestasi Pancasila tahun 2021 oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Aziz Franklin di kalangan masyarakat juga dikenal sapaan Kak Aziz Pendongeng karena kepiawaiannya mendongeng. Legenda seniman multitalenta asal Malang itu kini telah meninggal dunia pada Jumat (19/2/2021).

“Tahun 2021 ini ada usulan agar beliau diikutkan nominasi Ikon Prestasi Pancasila. Keterlibatan almarhum dalam Gerakan Budaya dan laku hidup almarhum yang sederhana dan inklusif sangat memenuhi syarat sebagai Ikon Prestasi Pancasila,” jelas Wakil Ketua BPIP, Prof Hariyono.

Ia mengaku sering melihat langsung aktivitas kemanusiaan dan kesenian yang dilakukan Kak Aziz. Ia pernah menyaksikan langsung atraksi almarhum mengajak anak-anak untuk bernyanyi dan mendongeng tentang nilai-nilai luhur sebagai bagian dari nilai-nilai Pancasila.

“Anak-anak sangat ceria dan bisa mengikuti kisah yang diceritakan. Saya makin kagum karena di tengah-tengah mendongeng diselingi dengan permainan sulap yang lucu. Sosialisasi nilai-nilai kebajikan menjadi tidak membosankan,” kata Hariyono.

Piawai mainkan alat musik

Guru Besar Universitas Negeri Malang (UM) itu juga pernah menyaksikan kepiawaian Kak Aziz piawai dalam menyanyi dan memainkan alat-alat musik. Sebab itu, Kak Aziz di mata Hariyono adalah seniman yang multitalenta.

Berdasarkan itu lah, lanjut Hariyono, Kak Aziz bersama seniman terkenal lainnya sempat diundang oleh BPIP untuk mengikuti sosialisasi nilai-nilai Pancasila secara kreatif dan inovatif.

Usulan dan rencana itu semua gagal. Kak Aziz lebih dulu dipanggil Tuhan Yang Maha Esa. Kak Aziz telah tiada, tapi karya dan perjuangannya tetap dikenang.

“Semoga almarhum damai di sisi-Nya.
Jejak pergerakan budaya Kang Azis Pendongeng akan dikenang sepanjang masa. Semoga Kita dan generasi muda dapat belajar dan mengambil hikmah dari perjalanan hidup Kak Azis Pendongeng,” pungkasnya. (*)

Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Roadshow Film Komedi Horor Piye To Kih? Singgah di Malang, Antusiasme Penonton Warnai Meet and Greet

5 November 2026 - 07:48 WIB

Musisi Malang Mary Jona Bawa Aspirasi Ekonomi Kreatif Daerah ke Forum Dunia WCCE 2026

3 November 2026 - 17:45 WIB

Rayakan Anniversary, Jo Andi Persembahkan Lagu Cinta I’m Happy With You sebagai Kado Istimewa

2 November 2026 - 14:35 WIB

Sri Untari Ajak Gaungkan Kembali Indonesia Raya Tiga Stanza, Bukan Sekadar Lagu tetapi Doa untuk Bangsa

2 November 2026 - 12:25 WIB

Singo Play-On Jadi Panggung Bibit Muda Sepak Bola, Kapolresta Malang Kota Beri Dukungan

1 November 2026 - 22:59 WIB

PS Namoy Satukan Mini Soccer dan Hardcore Punk, Galang Donasi untuk Anak Penyintas Kanker

1 November 2026 - 22:04 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !