Jadi Relawan Kemanusiaan di Yordania, Pegowes ‘Justice for Kanjuruhan’ Ikut Bagikan Bantuan dari Indonesia untuk Pengungsi Palestina - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 8 Jul 2024 18:36 WIB ·

Jadi Relawan Kemanusiaan di Yordania, Pegowes ‘Justice for Kanjuruhan’ Ikut Bagikan Bantuan dari Indonesia untuk Pengungsi Palestina


 Narendra bersama Dewo dan Yunita Rohali Pengurus Yayasan Islamadina Bayana. (IG Narendra) Perbesar

Narendra bersama Dewo dan Yunita Rohali Pengurus Yayasan Islamadina Bayana. (IG Narendra)

BACAMALANG.COM – Pegowes ‘Justice for Kanjuruhan’, Narendra Wicaksono, mengambil bagian dalam kegiatan kemanusiaan di Yordania dengan menjadi relawan dan membagikan bantuan kepada pengungsi Palestina.

Kepada Bacamalang, Narendra mengaku berpartisipasi dalam tiga pengiriman bantuan makanan. Setiap pengiriman melibatkan 700 paket makanan yang diangkut menggunakan truk box.

Bantuan ini dikelola oleh Yayasan Islamadina Bayana, yang dipimpin oleh Dewo dan Yuanita Rohali. Keduanya secara khusus terlibat dalam menyalurkan bantuan, kiriman langsung dari Jakarta ke Yordania pada Minggu, 7 Juli 2024.

Aktivis lokal di daerah Al Jubeiha, dekat Masjid University of Jordan, mengelola distribusi bantuan ini. Tim terdiri dari banyak relawan Indonesia, sebagian besar adalah mahasiswa, yang bekerja sama dengan mitra lokal bernama Syeikh Mahmoud dan Syeikh Annas.

Narendra belajar banyak tentang cara menangani pengungsi Palestina selama kegiatan ini. Pesan yang disampaikan adalah tentang konsistensi dalam memberikan bantuan tanpa memanfaatkannya secara pribadi.

“Orang-orang di sana hidup dengan sederhana, dan makanan tetap disajikan bersama dalam satu nampan. Ini mencerminkan komitmen untuk tetap bersatu dalam situasi agresi atau gencatan senjata, atas nama kemanusiaan,” terang Narendra.

Narendra bersama anak anak pengungsi di kamp As Sukhna, Distrik Zarqa. (IG Narendra)

Meskipun ada kritik negatif, seperti “mengapa memberi makan pengungsi yang menganggur” atau “mereka adalah keturunan korban agresi dan tragedi Nakba,” Narendra mengabaikan suara-suara tersebut.

Dengan antusiasme, ia terus berpartisipasi dalam pembagian bantuan. Pada hari pertama, 6 Juli, bantuan disalurkan ke Kamp Mahathoh di distrik Amman. Pada hari kedua, 7 Juli, bantuan dikirim ke Zarqa, dan pada hari ketiga, Selasa, 9 Juli 2024, tim sedang dalam perjalanan menuju Irbid.

Perlu diketahui, perjalanan bersepeda dari Klaten menuju Mekkah menjadi titik awal bagi Narendra untuk memperjuangkan kebenaran. Selama perjalanan ini, dia bertemu dengan berbagai kalangan yang mendukung misinya.

 

Pewarta: Hadi Triswanto

Editor/Publisher: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 105 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

PWI Pusat Rombak Kepengurusan, Marthen Selamet Susanto Resmi Jabat Sekjen

19 Mei 2026 - 19:05 WIB

Harkitnas 2026: Anak Jadi Korban dan Pelaku Kejahatan, Integritas Hukum Malang Raya Diuji

19 Mei 2026 - 17:40 WIB

PWI Pusat Kecam Israel Tahan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan Gaza

19 Mei 2026 - 10:08 WIB

Depo POM Minyak Goreng Pertama di Malang Raya Resmi Dibuka, Warga Kini Bisa Beli Sesuai Kebutuhan

18 Mei 2026 - 17:51 WIB

Ukir Sejarah, Dirut Tugu Tirta Kota Malang Pimpin PERPAMSI Jatim 2026-2030

14 Mei 2026 - 17:03 WIB

Lewat Vermikompos, UMM Sukses Tekan Sampah Organik Hingga 92 Persen

12 Mei 2026 - 09:55 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !