Tekan Angka TBC-RO, RS UMM Jadi Rumah Sakit Rujukan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 31 Mar 2021 14:47 WIB ·

Tekan Angka TBC-RO, RS UMM Jadi Rumah Sakit Rujukan


 Tekan Angka TBC-RO, RS UMM Jadi Rumah Sakit Rujukan Perbesar

BACAMALANG.COM – Kasus tingginya penyakit tuberkulosis membuat Indonesia bertengger di peringkat kedua dunia setelah India. Bahkan sebagian dari jumlah penderita yang tinggi tersebut telah mengalami resistensi obat (TBC-RO).

Sayangnya, hanya sekitar 49 persen pasien saja yang sudah memulai pengobatan. Melihat hal itu, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bekerja sama dengan USAID Amerika menyusun program Mentari. Program ini bertujuan untukm membentuk jaringan rumah sakit rujukan layanan TBC-RO. Salah satu rumah sakit yang ditunjuk adalah RS Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Dokter Thahrir Iskandar Sp.P., dokter spesialis paru RS UMM menjelaskan bahwa penunjukan ini adalah hasil dari keberhasilan RS UMM dalam menyembuhkan pasien TBC.

Proses penyembuhan tersebut tentu berkat kerja keras berbagai pihak. Selain itu, pemilihan ini memang langsung dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan juga USAID tanpa ada pengajuan.

Thahrir melanjutkan, Program Mentari juga merupakan bentuk kontribusi Muhamamadiyah bagi bangsa dan negara. Seiring berjalannya program ini, Muhammadiyah berusaha sebaik mungkin untuk menekan dan menurunkan angka pengidap TBC di Indonesia.

“Program penanggulangan YBC ini rencananya kana berjalan dari tahun 2020 hingga 2030. Harapannya selama 10 tahun tersebut penderita TBC bisa berkurang signifikan,” tuturnya, Rabu (31/3/2021).

Dokter Spesialis paru ini kembali menjelaskan bahwa TBC-RO ini berbeda dengan TBC pada umumnya. Penderita TBC-RO lebih kebal terhadap obat ketimbang yang biasa. Hal ini membuat obat yang diberikan tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya. Penanganannya juga lebih sulit dan kompleks ketimbang TBC pada umumnya.

Thahrir berharap bahwa dengan adanya program Mentari, angka pengidap TBC yang melambung tinggi bisa segera menurun. Utamanya angka penderita TBC-RO.  Ia juga ingin agar RS UMM bisa menjadi opsi masyarakat untuk berobat tanpa harus bergantung kepada RS Negeri.

“Semoga ditunjuknya RS UMM sebagai salah satu RS Program Mentari bisa menambah opsi masyarakat dalam hal kesehatan. Khususnya bagi mereka yang ada di Malang,” pungkas Dokter RS UMM tersebut. (ned)

Artikel ini telah dibaca 63 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Respons Arus Digitalisasi dan AI, UMM Cetak Puluhan Trainer Pembelajaran Transformatif

10 Juni 2026 - 21:20 WIB

DPRD Kabupaten Malang Support Penuh Kejuaraan Sepak Bola Banjarejo Cup U-45

10 Juni 2026 - 18:39 WIB

Bansos KKS Disalurkan di Pakisaji, Camat Pastikan Bantuan Tepat Sasaran untuk Warga Kurang Mampu

10 Juni 2026 - 17:52 WIB

Aroma Menyengat dari Saluran Got Resahkan Warga Tlekung, Pengelolaan Limbah Disorot

10 Juni 2026 - 17:29 WIB

Tinta Pencetak e-KTP Habis Gegara Efesiensi, Anggota DPRD Kabupaten Malang Fakih Pilihan Angkat Bicara

10 Juni 2026 - 12:22 WIB

Honda Beat Mahasiswi Raib di Teras Rumah, Hilang Saat Ditinggal Makan Malam

10 Juni 2026 - 11:40 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !