Sepekan Terjadi 140 Gempa di Jatim, BMKG: Didominasi Gempa Dangkal, Hanya Satu yang Dirasakan Warga - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 31 Jul 2026 13:57 WIB ·

Sepekan Terjadi 140 Gempa di Jatim, BMKG: Didominasi Gempa Dangkal, Hanya Satu yang Dirasakan Warga


 Dari kejadian dalam sepekan, terdapat 1 gempa yang dirasakan cukup kuat di masyarakat, pada (28/7/2026) pukul 20.29 WIB dengan magnitudo M 4,4. (BMKG Karangkates) Perbesar

Dari kejadian dalam sepekan, terdapat 1 gempa yang dirasakan cukup kuat di masyarakat, pada (28/7/2026) pukul 20.29 WIB dengan magnitudo M 4,4. (BMKG Karangkates)

BACAMALANG.COM – Aktivitas kegempaan di Jawa Timur sepanjang 24–30 Juli 2026 terbilang cukup tinggi. Stasiun Geofisika Malang mencatat sebanyak 140 kejadian gempa bumi, dengan mayoritas merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi dan patahan lokal.

Kepala Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, S.Tr., PMG, mengungkapkan dari total kejadian tersebut, 114 gempa merupakan gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer. Sementara 26 gempa lainnya tergolong gempa menengah dengan kedalaman 60–300 kilometer. Selama periode itu tidak tercatat gempa dalam dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer.

“Magnitudo terbesar yang tercatat M 4,33, sedangkan magnitudo terkecil M 1,17,” ujar Ricko kepada BACAMALANG.COM, Jumat (31/7/2026).

Ia menjelaskan, sebagian besar episentrum gempa berada di laut, tepatnya di selatan Pulau Jawa. Fenomena tersebut dipengaruhi aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Sementara itu, gempa yang terjadi di wilayah daratan umumnya dipicu oleh aktivitas sesar atau patahan lokal.

Meski aktivitas kegempaan cukup padat, hanya satu gempa yang dilaporkan dirasakan masyarakat selama sepekan terakhir. Gempa tersebut terjadi pada 28 Juli 2026 pukul 20.29 WIB dengan magnitudo M 4,33 atau dibulatkan BMKG menjadi M 4,4.

Pusat gempa berada sekitar 106 kilometer di selatan Kabupaten Malang dengan kedalaman 21,4 kilometer. Guncangan tercatat berkekuatan III MMI dan dirasakan oleh warga di Malang, Blitar, Lumajang, hingga Jember.

Berdasarkan catatan harian BMKG, aktivitas gempa paling tinggi terjadi pada 30 Juli 2026 dengan 23 kejadian. Sementara jumlah paling sedikit tercatat pada 27 Juli 2026, yakni 16 kejadian.

Ricko menegaskan, tingginya frekuensi gempa selama periode tersebut masih didominasi oleh aktivitas subduksi dan patahan lokal. Kendati demikian, sebagian besar gempa berkekuatan kecil sehingga tidak menimbulkan dampak berarti maupun dirasakan masyarakat.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Jasad Ditemukan di Perkebunan Gunung Tumpeng Singosari, Medan Terjal Hambat Proses Evakuasi

31 Juli 2026 - 14:01 WIB

UB dan Unram Perkuat Kolaborasi, Bekali Guru SMK Pertanian NTB dengan AI dan Bioinformatika

31 Juli 2026 - 11:22 WIB

Doktor Mengabdi UB Kenalkan Integrated Farming Lele Bioflok–Puyuh–Kelor, Perkuat Kemandirian Ekonomi Koperasi Wanita “Perempuan Mandiri” Singosari

31 Juli 2026 - 10:59 WIB

PN Malang Lakukan Konstatering Lahan Sengketa di Jalan Pahlawan Trip, Tahap Awal Menuju Eksekusi

31 Juli 2026 - 07:52 WIB

Komplotan Maling Terekam CCTV, Honda Vario Raib Digasak di Morotanjek Singosari

31 Juli 2026 - 07:30 WIB

Kolaborasi Masif Tekan Kasus TBC di Kota Malang, Wali Kota Wahyu: Dari Pemkot hingga RT/RW Bergerak Bersama

31 Juli 2026 - 06:35 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !