BACAMALANG.COM – Pasar Sore Kedai Tepi Rel (KTR) di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, semakin menunjukkan geliatnya sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Setelah mendapat sambutan positif dari warga, pasar sore yang sebelumnya hanya beroperasi setiap Rabu hingga Jumat kini resmi dibuka setiap hari.
Keputusan tersebut diambil untuk mengakomodasi tingginya antusiasme masyarakat yang menjadikan kawasan ini sebagai destinasi berburu kuliner dengan harga terjangkau sekaligus tempat bersantai bersama keluarga maupun teman.
Para pelaku UMKM menyambut baik kebijakan tersebut. Mereka optimistis operasional setiap hari akan meningkatkan jumlah pengunjung sekaligus mendongkrak pendapatan para pedagang.
“Tambah bagus, penjualnya makin banyak. Alhamdulillah pasar sore akhirnya buka tiap hari, biar ramai terus dan warga punya tempat jajan murah meriah,” ujar Amelia PW.
Hal senada disampaikan Arini Wijaya. Menurutnya, semakin ramainya Pasar Sore KTR menjadi angin segar bagi pelaku usaha kecil.
“Saya senang tempat ini sudah ramai. Jadi UMKM kecil seperti kami bisa terus jalan dan pengunjung juga makin nyaman,” katanya.
Saat ini, sekitar 10 pelaku UMKM secara konsisten mengisi lapak setiap sore dengan beragam pilihan kuliner dan jajanan yang diminati masyarakat.
Untuk bergabung sebagai pedagang, sistem yang diterapkan cukup sederhana dan terjangkau. Pelaku usaha hanya dikenakan iuran sebesar Rp5.000, sementara seluruh perlengkapan seperti meja maupun gerobak disiapkan secara mandiri. Pengelola saat ini baru menyediakan fasilitas berupa sambungan listrik.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, pengelola juga menaruh perhatian besar terhadap kebersihan dan ketertiban kawasan. Setiap pedagang diwajibkan membersihkan area lapaknya setelah berjualan dan membawa pulang sampah masing-masing agar lingkungan tetap nyaman bagi pengunjung.
Meski mulai berkembang, Pasar Sore Kedai Tepi Rel hingga kini masih berjalan secara mandiri tanpa dukungan nyata dari pemerintah maupun pihak swasta. Belum ada bantuan dari kelurahan, kecamatan, Pemerintah Kabupaten Malang, pelaku usaha besar, maupun tokoh masyarakat setempat.
Di sisi lain, peluang pengembangan fisik pasar juga masih terbatas karena luas lahan yang digunakan relatif sempit. Kendati demikian, para pedagang berharap keberadaan pasar sore ini terus berkembang dan mendapat perhatian lebih sehingga mampu menjadi salah satu pengungkit ekonomi kerakyatan di Kecamatan Kepanjen.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































