UB dan Unram Perkuat Kolaborasi, Bekali Guru SMK Pertanian NTB dengan AI dan Bioinformatika - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 31 Jul 2026 11:22 WIB ·

UB dan Unram Perkuat Kolaborasi, Bekali Guru SMK Pertanian NTB dengan AI dan Bioinformatika


 Tim pengabdian UB dan Unram bersama para peserta pada pembukaan kegiatan di SMK PPN Mataram. (ist) Perbesar

Tim pengabdian UB dan Unram bersama para peserta pada pembukaan kegiatan di SMK PPN Mataram. (ist)

BACAMALANG.COM – Universitas Brawijaya (UB) bersama Universitas Mataram (Unram) memperkuat sinergi dalam mendukung transformasi pendidikan vokasi berbasis teknologi. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unram dan Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) UB di Auditorium FKIP Unram, Kota Mataram, belum lama ini.

Kerja sama yang digelar Senin (20/7/2026) ini menjadi landasan pengembangan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Departemen Biologi FSTeM UB meluncurkan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Literasi Artificial Intelligence (AI) dan Bioinformatika bagi Guru SMK Pertanian dan Peternakan di Nusa Tenggara Barat untuk Mendukung Pembelajaran Berbasis Data.”

Ketua Program adalah Yoga Dwi Jatmiko, S.Si., M.App.Sc., Ph.D.,yang didampingi Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., Dinia Rizqi Dwijayanti, S.Si., M.Si., D.Sc., serta Dr. Muhammad Hermawan Widyananda, S.Si., M.Si. sebagai research fellow. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Pascasarjana Departemen Biologi FSTeM UB, yakni Nuraini Rosyadah, S.Si., M.Si., Elvina Rashida Khairi, S.Si., M.Si. (Program Doktor), serta Rayhan Yugo Nurul Maulana, S.Si. (Program Magister) sebagai fasilitator pelatihan.

Kepala SMK PPN Mataram, Sugiarta, S.Pi., M.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara UB dan Unram. Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan kedua perguruan tinggi sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi lulusan SMK untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Brawijaya.

Sementara itu, Rektor UB Prof. Widodo menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Penguasaan teknologi seperti Artificial Intelligence harus diimbangi dengan integritas, etika, dan tanggung jawab agar mampu memberikan manfaat yang optimal bagi dunia pendidikan,” ujarnya.

Sementara pelatihan yang digelar Tim Departemen Biologi FSTeM UB di SMK PPN Mataram tersebut diikuti 30 guru dari enam sekolah, yakni SMK PPN Mataram, SMKN 1 Kuripan, SMKN 1 Narmada, SMKN 1 Bayan, SMKN 1 Sakra, dan SMKN 1 Batukliang Utara.

Materi bioinformatika disampaikan oleh Dinia Rizqi Dwijayanti yang memperkenalkan konsep dasar pengolahan data biologis menggunakan pendekatan komputasi beserta penerapannya di bidang pertanian, peternakan, dan biologi. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memperkenalkan Program Studi S1 Bioinformatika FSTeM UB sebagai salah satu pilihan studi lanjutan bagi lulusan SMK.

Pendalaman materi kemudian diberikan oleh Dr. Muhammad Hermawan Widyananda, yang membahas pemanfaatan berbagai basis data (database) bioinformatika sebagai sumber data biologis terbuka yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran di sekolah.

Sementara itu, Yoga Dwi Jatmiko menyampaikan materi mengenai perkembangan Artificial Intelligence serta implementasinya dalam dunia pendidikan. Ia menjelaskan berbagai platform AI yang dapat dimanfaatkan guru untuk menyusun perangkat pembelajaran, membuat media ajar, melakukan analisis data sederhana, hingga mengembangkan pembelajaran berbasis proyek.

Menurut Yoga, pemanfaatan AI harus tetap disertai kemampuan guru dalam melakukan evaluasi terhadap hasil yang dihasilkan teknologi tersebut.

“AI harus diposisikan sebagai alat bantu yang memperkuat proses pembelajaran, bukan menggantikan peran guru sebagai pendidik,” tegasnya.

Sesi praktik penggunaan AI menjadi salah satu agenda yang paling diminati peserta. Para guru mencoba secara langsung berbagai platform AI untuk menyusun bahan ajar, merancang aktivitas pembelajaran, hingga mengeksplorasi penerapannya sesuai bidang keahlian masing-masing.

Diskusi berlangsung interaktif dengan pendampingan mahasiswa Pascasarjana FSTeM UB. Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari implementasi AI di ruang kelas, etika penggunaan teknologi, strategi integrasi AI dalam Kurikulum Merdeka, hingga pemanfaatan bioinformatika dalam pembelajaran biologi dan agribisnis.

Sebagai mitra kolaborasi, FKIP Unram juga turut berkontribusi sebagai narasumber. Dua dosen Program Studi S1 Pendidikan Biologi FKIP Unram, Dra. Dewa Ayu Citra Rasmi, M.Si., yang juga Ketua Program Studi Pendidikan Biologi, serta Rubiyatna Sakaroni, S.Pd., M.Si., memberikan pelatihan pembuatan ecoenzyme sebagai pupuk cair organik. Materi tersebut melengkapi pelatihan AI dan bioinformatika yang dipimpin Departemen Biologi FSTeM UB.

Ketua program, Yoga Dwi Jatmiko, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan kepada guru, tetapi juga memperkuat jejaring kerja sama antara Universitas Brawijaya, Universitas Mataram, dan sekolah-sekolah vokasi di Nusa Tenggara Barat.

“Melalui kegiatan ini, Departemen Biologi FSTeM UB berharap dapat memperkuat kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital sekaligus membangun kolaborasi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi,” pungkasnya.

Program ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, inovasi pembelajaran, dan kolaborasi antarlembaga.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Doktor Mengabdi UB Kenalkan Integrated Farming Lele Bioflok–Puyuh–Kelor, Perkuat Kemandirian Ekonomi Koperasi Wanita “Perempuan Mandiri” Singosari

31 Juli 2026 - 10:59 WIB

PN Malang Lakukan Konstatering Lahan Sengketa di Jalan Pahlawan Trip, Tahap Awal Menuju Eksekusi

31 Juli 2026 - 07:52 WIB

Komplotan Maling Terekam CCTV, Honda Vario Raib Digasak di Morotanjek Singosari

31 Juli 2026 - 07:30 WIB

Kolaborasi Masif Tekan Kasus TBC di Kota Malang, Wali Kota Wahyu: Dari Pemkot hingga RT/RW Bergerak Bersama

31 Juli 2026 - 06:35 WIB

Abdul Qodir: Penyelesaian Pasar Karangploso Harus Kedepankan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kemanfaatan

30 Juli 2026 - 23:23 WIB

Tiga Kali Somasi Diabaikan, PN Kota Malang Eksekusi Rumah Senilai Miliaran Rupiah di Araya

30 Juli 2026 - 20:31 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !