Karhutla Gunung Kawinajang Meluas, Kapolres Batu Pimpin Apel Siaga - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 14 Sep 2026 12:00 WIB ·

Karhutla Gunung Kawinajang Meluas, Kapolres Batu Pimpin Apel Siaga


 Kapolres Batu, AKBP Dr. Aris Purwanto, S.H., S.I.K., M.H saat memimpin Apel Siaga Karhutla. (Yan) Perbesar

Kapolres Batu, AKBP Dr. Aris Purwanto, S.H., S.I.K., M.H saat memimpin Apel Siaga Karhutla. (Yan)

BACAMALANG.COM – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Buthak–Gunung Kawinajang terus diperkuat. Kapolres Batu AKBP Dr. Aris Purwanto, S.H., S.I.K., M.H., memimpin apel kesiapsiagaan penanganan karhutla di Pos Penanggulangan Bencana, Dusun Tulungrejo, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Senin (14/9/2026).

Apel yang berlangsung pukul 08.15 hingga 08.40 WIB tersebut digelar setelah hingga Minggu malam masih terpantau adanya titik api di kawasan sabana antara Gunung Buthak dan Gunung Kawinajang.

Sekitar 50 personel gabungan mengikuti apel tersebut. Mereka berasal dari TNI Kodim 0818 Malang, Polres Batu, BPBD Kabupaten Malang, Perhutani KPH Malang, Pemerintah Desa Pujon Kidul, DLH Kabupaten Malang, serta unsur relawan.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya para Pejabat Utama Polres Batu, Administratur/KKPH Malang Perum Perhutani Kelik Djatmiko, Asper/KBKPH Pujon Pramudianto, Waka KPH Malang Barat Talis Raharjo, serta Kepala Dusun Tulungrejo Siono.

Dalam arahannya, AKBP Aris menegaskan bahwa jajaran kepolisian bersama instansi terkait telah berstatus siaga darurat sejak 30 Agustus 2026. Kondisi tersebut masih diberlakukan lantaran titik api hingga kini belum sepenuhnya teratasi.

Kapolres meminta seluruh personel yang bertugas untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan selama melakukan penanganan di lapangan. Kondisi medan, cuaca, arah angin, hingga jalur menuju lokasi harus menjadi perhatian utama.

“Dalam pelaksanaan tugas, personel harus mengetahui jalur, cuaca, serta medan di lokasi. Kita harus mendapatkan informasi yang valid mengenai lokasi titik api agar mampu mengambil langkah-langkah tepat untuk mencegah meluasnya kebakaran,” ujar AKBP Aris.

Ia juga menginstruksikan BPBD, Perhutani, dan seluruh instansi terkait agar bergerak cepat mengantisipasi pergerakan api. Sinergi lintas sektor, menurutnya, menjadi kunci agar penanganan karhutla berjalan efektif.

Selain itu, penjagaan di posko-posko penanggulangan diminta diperketat. Warga juga diimbau tidak naik atau beraktivitas di kawasan hutan selama proses penanganan berlangsung guna mencegah terjadinya korban jiwa.

“Tidak boleh lengah. Kita jaga kekompakan, kesehatan, dan keselamatan. Upaya yang kita lakukan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” tegasnya.

Water Bombing Dikerahkan

Sementara itu, Administratur/KKPH Malang Perum Perhutani KPH Malang Kelik Djatmiko mengatakan, proses pemadaman masih menghadapi tantangan berupa embusan angin yang cukup kencang.

Kondisi tersebut berpotensi membuat bara api kembali menyala dan memunculkan titik api baru. Karena itu, penanganan dilakukan secara maksimal, termasuk melalui operasi pemadaman dari udara.

“Pagi ini ada pengerahan water bombing untuk upaya memadamkan api dari udara. Kami juga mengingatkan para relawan agar senantiasa memperhatikan medan, cuaca, dan jalur yang dilewati, mengingat angin kencang berpotensi meniup sisa bara api hingga memicu titik api baru,” jelas Kelik.

Terpisah, Ps. Kasi Humas Polres Batu Iptu M. Huda Rohman yang mewakili Kapolres Batu menyampaikan, penanganan tidak hanya difokuskan pada kawasan Gunung Buthak dan Gunung Kawinajang.

Koordinasi juga terus dilakukan dengan wilayah perbatasan Kabupaten Malang dan Blitar. Hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan pergerakan api maupun dampak asap yang dipengaruhi arah angin.

“Petugas juga mengimbau masyarakat sekitar hutan untuk tidak beraktivitas di dalam kawasan hutan demi keamanan bersama selama proses penanganan karhutla berlangsung,” tandasnya.

Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Dirikan Pos Lapang di Pujon Kidul Antisipasi Karhutla

14 September 2026 - 05:56 WIB

Polres Malang Perketat Patroli Karhutla, Kawasan BKPH Sengguruh Disisir

14 September 2026 - 05:52 WIB

Api di Jemplang Bromo Padam, Tim Gabungan Sisir Tiga Jalur

13 September 2026 - 19:03 WIB

Dugaan Jual Beli Lapak PKL Alun-Alun Batu Diusut, Polisi Periksa Saksi dari Tiga Pelapor

13 September 2026 - 15:58 WIB

Pascaoperasi, Kondisi Mahasiswa UB RR Stabil: Polisi Minta Keluarga Beri Perhatian Khusus

13 September 2026 - 13:42 WIB

Dalam Sepekan, 5 Titik di Kabupaten Malang Disatroni Pencuri Tabung LPG 3 Kg

13 September 2026 - 09:32 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !