BACAMALANG.COM – Kemajuan teknologi hiburan tak membuat warga RT 12 RW 04, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, meninggalkan akar budayanya.
Dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga justru menghadirkan suasana berbeda dengan mengangkat tema pelestarian budaya Nusantara. Musik tradisional, busana adat, hingga berbagai pertunjukan seni budaya ditampilkan sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan.
Pilihan tersebut menjadi cara warga untuk menunjukkan bahwa budaya tradisional tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman dan maraknya penggunaan sound system modern dalam berbagai kegiatan masyarakat.
Ketua RT 12 RW 04, Lukas, bersama Ketua TP PKK RT, Widia, mengatakan pengangkatan tema budaya berangkat dari keinginan untuk kembali menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya, terutama di kalangan generasi muda.
“Di era modernisasi, penggunaan sound system memang menjadi tren dalam berbagai kegiatan. Namun kami ingin menunjukkan bahwa budaya tradisional tetap memiliki nilai yang tinggi dan patut dilestarikan. Melalui tema ini, kami berharap masyarakat tidak melupakan akar budaya bangsa serta dapat mengenalkan kembali kesenian lokal kepada anak-anak dan generasi muda,” ujar Lukas.
Menurut Widia, pelestarian budaya tidak hanya sebatas mempertahankan kesenian atau tradisi. Lebih dari itu, kegiatan budaya dapat menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan warga, menanamkan semangat gotong royong, sekaligus membangun rasa bangga terhadap budaya Indonesia.
Semangat warga RT 12 RW 04 tersebut mendapat apresiasi dari Lurah Pisang Candi, Ketua RW 04 Pisang Candi Barat, serta jajaran perangkat kelurahan.
Mereka menilai kreativitas warga menjadi contoh bahwa modernisasi dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan. Kemajuan teknologi tidak harus membuat masyarakat meninggalkan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Kami mengapresiasi semangat warga RT 12 RW 04 yang memilih mengangkat budaya lokal. Di tengah perkembangan teknologi hiburan, mereka mampu menunjukkan bahwa seni dan budaya tradisional tetap relevan, menarik, serta memiliki nilai edukasi bagi masyarakat,” ungkap perwakilan pemerintah kelurahan.
Melalui perayaan kemerdekaan tersebut, warga RT 12 RW 04 tidak sekadar merayakan HUT ke-81 RI. Mereka juga menjadikan momentum tersebut sebagai upaya menjaga identitas budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.
Bagi warga Pisang Candi, tradisi bukan sekadar warisan masa lalu. Ia adalah bagian dari identitas yang perlu terus dirawat, diperkenalkan, dan diwariskan di tengah derasnya arus modernisasi.
Pewarta/Editor: Hadi Triswanto




















































