Memperkuat Akar Organisasi: Semangat Baru DPK GMNI Fakultas Tarbiyah Universitas Al-Qolam Malang - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

OPINI · 31 Agu 2026 14:58 WIB ·

Memperkuat Akar Organisasi: Semangat Baru DPK GMNI Fakultas Tarbiyah Universitas Al-Qolam Malang


 Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Fakultas Tarbiyah Universitas Al-Qolam Malang, mempunyai nahkoda baru yang menegaskan komitmen regenerasi kepemimpinan dan penguatan soliditas internal organisasi. (Syaifudin for bacamalang) Perbesar

Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Fakultas Tarbiyah Universitas Al-Qolam Malang, mempunyai nahkoda baru yang menegaskan komitmen regenerasi kepemimpinan dan penguatan soliditas internal organisasi. (Syaifudin for bacamalang)

Oleh: Syaifudin Zuhri, S.Pd

Musyawarah Anggota Komisariat (Musyakom) Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Fakultas Tarbiyah Universitas Al-Qolam Malang pada Minggu (30/8/2026) di Balai Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, menjadi momentum penting bagi keberlangsungan arah juang organisasi.

Terpilihnya Bung M. Idris sebagai Ketua DPK GMNI Fakultas Tarbiyah periode 2026–2027 membawa napas dan energi baru yang sangat dibutuhkan dalam mengarungi dinamika gerakan mahasiswa saat ini.

Regenerasi kepemimpinan bukan sekadar agenda rutin pergantian pimpinan di atas kertas, melainkan ruang refleksi atas perjalanan organisasi yang telah dilalui.

Pada periode sebelumnya, persoalan komunikasi antar generasi kader disadari menjadi salah satu hambatan dalam membangun soliditas organisasi. Perbedaan jenjang kaderisasi yang kerap menjadi sekat kultural sudah sepatutnya dilebur. Keberagaman pengalaman dan latar belakang kader harus ditransformasikan menjadi modal sosial untuk memperkuat konsolidasi internal.

Langkah Bung M. Idris yang menempatkan semangat kekeluargaan dan perbaikan pola komunikasi sebagai fondasi kepemimpinan merupakan arah yang sangat tepat. Nilai-nilai kekeluargaan tidak boleh berhenti sebagai slogan formalitas.

Pendekatan ini harus diwujudkan secara nyata melalui pola komunikasi yang terbuka, ruang-ruang diskusi yang inklusif dan intensif, serta keterlibatan aktif kader dalam setiap pengambilan keputusan. Organisasi yang sehat adalah organisasi yang egaliter, di mana setiap kader merasa memiliki ruang belajar dan bertumbuh yang sama.

Ke depan, peran GMNI Fakultas Tarbiyah tidak boleh hanya berhenti pada wacana internal, melainkan harus hadir sebagai pelopor gagasan di ranah pendidikan dan sosial kemasyarakatan.

Sebagai mahasiswa tarbiyah, para kader memiliki tanggung jawab moral untuk mengintegrasikan nilai-nilai marhaenisme dengan dunia pendidikan modern yang terus berubah secara dinamis. Kemampuan memadukan kepekaan sosial dengan basis keilmuan inilah yang nantinya akan menjadi benteng pertahanan organisasi dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Oleh karena itu, dukungan penuh dari seluruh tingkatan kader—mulai dari kader muda hingga alumni—menjadi syarat mutlak bagi keberhasilan kepemimpinan periode baru ini. Kepemimpinan Bung M. Idris tidak akan bisa berjalan optimal tanpa komitmen kolektif untuk saling menjaga, mengingatkan, dan bergotong – royong menjalankan roda organisasi.

Kesadaran untuk menanggalkan ego sektoral demi kepentingan bersama adalah kunci utama agar komisariat ini terus bergerak maju.

Tantangan gerakan ke depan tentu tidak semakin ringan. DPK GMNI Fakultas Tarbiyah Universitas Al-Qolam Malang dituntut untuk hadir menjawab persoalan mahasiswa dan masyarakat secara responsif.

Namun, sebelum melangkah jauh ke luar, pembenahan internal adalah fondasi utama. Tanpa soliditas dan komunikasi yang tuntas di dalam, gerakan ke luar akan rentan kehilangan daya dorongnya.

Kepemimpinan baru periode 2026–2027 ini menjadi titik balik untuk melanjutkan hal-hal baik dari pengurus terdahulu sekaligus menyelesaikan pekerjaan rumah yang belum usai.

Dengan kepemimpinan Bung M. Idris yang merangkul dan berbasis pada semangat kebersamaan, DPK GMNI Fakultas Tarbiyah Universitas Al-Qolam Malang optimistis mampu menjelma kembali sebagai ruang belajar yang nyaman sekaligus ruang perjuangan yang konsisten bagi seluruh kader.

*) Penulis, Syaifudin Zuhri, S.Pd, Founder Ayaskara Foundation, dan Pengurus Alumni (PA) GMNI Malang Selatan:
*) Isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Muktamar ke-35 NU: Menguji Elastisitas Khittah di Pusaran Elitisme Modern

29 Agustus 2026 - 09:45 WIB

Membuka Tabir Pasar Karangploso: Rekaman Curhat Mantan Kepala Pasar Ungkap Perspektif Baru

28 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Siklus Kopi, Mengikuti Arahan Alam, Tetapi Harga Kopi?

26 Agustus 2026 - 10:15 WIB

Keadilan dalam Ajaran Agama Islam, Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

25 Agustus 2026 - 18:10 WIB

Childfree di Indonesia: Pilihan Pasangan Muda atau Ancaman bagi Masa Depan Bangsa?

21 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Childfree di Indonesia: Pilihan Pasangan Muda atau Ancaman bagi Masa Depan Bangsa?

21 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Trending di OPINI

©Hak Cipta Dilindungi !