BACAMALANG.COM — Upaya mencegah kenakalan remaja terus dilakukan Polresta Malang Kota melalui pendekatan edukatif di lingkungan sekolah. Kali ini, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo P.S. menyambangi SMP Negeri 20 Malang di Jalan Tumenggung Suryo, Kota Malang, untuk memberikan pembekalan kepada ratusan siswa.
Kegiatan yang dikemas melalui program Polisi Peduli Pendidikan dan Polisi Peduli Sekolah tersebut menitikberatkan pada penguatan mental, pembentukan karakter, kedisiplinan, serta upaya membentengi pelajar dari pengaruh negatif pergaulan.
Didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polresta Malang Kota, Danang hadir sebagai pemateri sekaligus berdialog langsung dengan para siswa. Ia mengajak pelajar memahami berbagai bentuk kenakalan remaja, faktor pemicu, hingga konsekuensi yang dapat memengaruhi kehidupan pribadi, lingkungan sosial, dan masa depan mereka.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Kapolsek Blimbing, Kabag SDM, Kasat Binmas, Kanit Binmas Polsek Blimbing, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Bunulrejo.
Danang menekankan bahwa kenakalan remaja tidak hanya berpotensi terjadi di sekolah, tetapi juga di luar lingkungan pendidikan. Pergaulan yang kurang terkontrol dan minimnya pengawasan dari orang tua maupun guru dapat meningkatkan risiko anak terjerumus dalam perilaku menyimpang.
“Penguatan mental pelajar menjadi salah satu langkah penting agar mereka mampu berpikir cepat, mempertimbangkan konsekuensi, serta mengambil keputusan yang tepat sebelum terlibat dalam tindakan negatif,” ungkap Danang.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi yang harus dipahami sejak dini. Dampak perilaku menyimpang tidak hanya dirasakan oleh pelaku dan korban, tetapi juga dapat mengganggu ketertiban lingkungan serta menghambat masa depan generasi muda.
“Setiap perbuatan pasti memiliki dampak. Dampaknya bukan hanya merugikan pelaku maupun korban, tetapi juga dapat mengganggu lingkungan sosial dan menghambat masa depan pelajar,” jelasnya.
Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian dalam edukasi tersebut meliputi tawuran, pelanggaran ketertiban berlalu lintas, konsumsi minuman keras, hingga penyalahgunaan narkotika, seperti sabu, ganja, dan ekstasi.
Secara khusus, Kapolresta juga mengingatkan para siswa agar tidak mudah terpengaruh tawaran atau ajakan yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika, termasuk modus yang memanfaatkan cairan rokok elektrik atau vape.
“Kami berpesan sekaligus meminta para pelajar agar lebih waspada, berani menolak, dan tidak mencoba sesuatu yang berpotensi membahayakan kesehatan serta masa depan mereka,” tegasnya.
Libatkan Siswa untuk Bangun Kepercayaan Diri
Penyampaian materi berlangsung interaktif melalui dialog dan sesi tanya jawab. Danang mengajak sejumlah perwakilan siswa maju ke depan untuk menyampaikan pendapat sekaligus berbagi pesan positif kepada teman-temannya.
Pendekatan tersebut bertujuan melatih keberanian, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengembangkan kemampuan komunikasi pelajar. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi penerima materi, tetapi juga diharapkan mampu berperan aktif dalam menciptakan pergaulan yang sehat.
“Dengan melibatkan langsung, siswa diharapkan tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menjadi pengingat dan penggerak bagi teman sebaya dalam mencegah kenakalan remaja,” harapnya.
Menurut Danang, membangun karakter generasi muda bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian. Peran orang tua, guru, dan lingkungan pergaulan turut menentukan terbentuknya perilaku serta kepribadian anak.
Ia juga mengajak para pelajar untuk menjadikan setiap tantangan dan rasa lelah sebagai bagian dari proses pembelajaran. Dengan sikap yang tepat, kedisiplinan, dan semangat memperbaiki diri, siswa diharapkan mampu meraih masa depan yang lebih baik.
“Setiap individu memiliki perjuangan dan rasa lelah yang sama. Namun, kita harus pandai menyikapi rasa lelah tersebut menjadi proses untuk mencapai sesuatu yang lebih baik, demi masa depan yang lebih jelas,” pungkasnya.
Perkuat Sinergi Polisi dan Dunia Pendidikan
Program Polisi Peduli Pendidikan dan Polisi Peduli Sekolah menjadi bagian dari langkah preventif Polresta Malang Kota dalam memperkuat hubungan dengan dunia pendidikan sekaligus menumbuhkan kesadaran hukum di kalangan pelajar.
Melalui edukasi secara langsung, kepolisian berharap potensi kenakalan remaja dapat dicegah sejak dini. Upaya ini juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan kondusif bagi kegiatan belajar mengajar.
Penguatan mental, kedisiplinan, serta keberanian menolak pengaruh negatif menjadi bekal penting bagi pelajar untuk tumbuh sebagai generasi yang berkarakter, bertanggung jawab, dan mampu menjaga masa depannya.
Kehadiran polisi di sekolah pun tidak sebatas menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun karakter serta melindungi masa depan generasi muda.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Imam Muchlis




















































