BACAMALANG.COM – MTs Sultan Agung Kalipare, Kabupaten Malang, menghadirkan pembelajaran di luar kelas melalui Puncak Kokurikuler Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan karakter, mengasah kreativitas, sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
Agenda yang berlangsung di lingkungan madrasah tersebut juga dirangkaikan dengan pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSTRAMA). Perpaduan kedua kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan akademik, tetapi juga pembentukan kepribadian dan kepemimpinan siswa.
Puncak kokurikuler tahun ini menghadirkan tiga program unggulan yang disesuaikan dengan jenjang kelas. Siswa kelas VII mengusung tema “Madrasah Rumah Karakter”, dengan penekanan pada penguatan akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, serta pembiasaan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, siswa kelas VIII menampilkan “Bazar Produk Kreatif Islami”. Program ini menjadi ajang bagi peserta didik untuk menuangkan ide kreatif, menghasilkan produk bernilai ekonomis, serta belajar tentang kemandirian dan kewirausahaan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Adapun siswa kelas IX mengembangkan tema “Madrasah Digital Entrepreneur”. Melalui program tersebut, siswa didorong untuk mengenal keterampilan digital, membangun pola pikir inovatif, dan memahami peluang usaha di tengah perkembangan teknologi.
Tak hanya menampilkan hasil pembelajaran, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkan kemampuan yang telah diperoleh dalam situasi nyata. Dengan demikian, proses pendidikan diharapkan semakin relevan dengan kebutuhan dan tantangan kehidupan di masa depan.
Suasana demokratis turut mewarnai kegiatan melalui pemilihan Ketua OSTRAMA. Tiga kandidat yang berkompetisi yakni Chaterina Nafisatus Sa’adah, Yusuf Antalarisqi Ibrahim, dan Jessica Qolbi Alfina.
Pemilihan tersebut bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan organisasi siswa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana pendidikan demokrasi untuk mengenalkan proses pemilihan pemimpin, menyampaikan aspirasi, menentukan pilihan secara bertanggung jawab, serta menghormati perbedaan pendapat.
Kepala MTs Sultan Agung Kalipare, Dewi Farizah, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan kokurikuler memiliki peran penting dalam memperkaya pengalaman belajar peserta didik.
Menurutnya, pendidikan tidak semestinya hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter dan mengembangkan potensi siswa agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pendidikan harus mampu membentuk karakter, mengembangkan kreativitas, serta menumbuhkan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata,” ujar Dewi Farizah kepada BACAMALANG.COM, Minggu (1/11/2026).
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, MTs Sultan Agung Kalipare berharap setiap peserta didik semakin percaya diri dalam menunjukkan potensi, menghasilkan karya, dan mengembangkan kemampuan diri.
Madrasah juga berkomitmen mendorong lahirnya generasi yang religius, mandiri, kreatif, serta mampu bersaing menghadapi perkembangan zaman.
Semangat tersebut sejalan dengan visi kegiatan, “Bersama Berkarya Menuju Madrasah Berprestasi,” sebagai upaya memperkuat peran madrasah dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga berkarakter dan memiliki keterampilan masa depan.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































