Seni Jadi Medium Kritik, Padhange Ati Suarakan Ancaman Karhutla - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 29 Okt 2026 13:39 WIB ·

Seni Jadi Medium Kritik, Padhange Ati Suarakan Ancaman Karhutla


 Aksi teatrikal bertema kepedulian terhadap Karhutla, disuarakan melalui forum diskusi dan pertunjukan seni teatrikal oleh Komunitas Padhange Ati dengan melibatkan komunitas warga. (Aziz for bacamalang) Perbesar

Aksi teatrikal bertema kepedulian terhadap Karhutla, disuarakan melalui forum diskusi dan pertunjukan seni teatrikal oleh Komunitas Padhange Ati dengan melibatkan komunitas warga. (Aziz for bacamalang)

BACAMALANG.COM – Kepedulian terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan disuarakan melalui perpaduan diskusi dan seni pertunjukan oleh Komunitas Padhange Ati di Lawang, Kabupaten Malang. Kegiatan yang digelar di salah satu lokasi wisata tersebut melibatkan sejumlah komunitas dan warga sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat terdampak.

Rangkaian kegiatan diawali dengan forum diskusi yang membahas persoalan kebakaran hutan, kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan drama teatrikal. Melalui medium seni, para peserta menyampaikan kritik terhadap kerusakan lingkungan sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian alam.

Pesan-pesan lingkungan disampaikan melalui poster, simbol budaya, serta berbagai ekspresi teatrikal. Isu yang diangkat mencakup kebakaran hutan, kerusakan ekosistem, pencemaran udara akibat asap, hingga ancaman bencana ekologis yang berdampak pada kehidupan masyarakat.

Penyair Jalanan sekaligus kreator teatrikal, Aziz, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk menyuarakan kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan nasib masyarakat yang terdampak karhutla.

“Kami ingin menyampaikan pesan bahwa kebakaran hutan bukan hanya soal asap, tapi soal masa depan lingkungan dan masyarakat. Jadi, semua pihak harus lebih peduli menjaga hutan,” ujar Aziz, Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, seni dapat menjadi medium untuk menyampaikan kritik sosial sekaligus membangun kesadaran publik terhadap persoalan lingkungan yang membutuhkan perhatian bersama.

Melalui kegiatan ini, Komunitas Padhange Ati berharap kepedulian masyarakat terhadap kelestarian alam semakin tumbuh. Selain itu, pemerintah diharapkan semakin serius dan sigap dalam melakukan upaya pencegahan serta penanganan karhutla, sehingga dampak kerusakan lingkungan dan penderitaan masyarakat dapat diminimalkan.

Pertunjukan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga hutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dan seluruh elemen bangsa.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

SMK Plus Almaarif Singosari Gelar Gelora Baskara: Padukan Literasi, Budaya, dan Keagamaan

29 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Bulan Bahasa SMPK St. Antonius Kalipare, Siswa Diajak Berani Menulis Lewat Pentigraf

28 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Seniman KBUSR Menggugat Pengertian Museum

28 Oktober 2026 - 05:53 WIB

Raih 10 Emas, MTs Al-Hidayah Wajak Juara Umum Porseni KKM An-Nur Bululawang 2026

27 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Jo Andi Rilis Lagu Selamat Ulang Tahun, Persembahan Cinta untuk Orang Terkasih

26 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Cetak Sejarah di Batu Championship 3, Kakak-Adik Mahasiswa UM Borong Emas Kelas C

26 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !