BACAMALANG.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mulai melakukan penyesuaian sejumlah fasilitas pelayanan di Stasiun Malang seiring dengan rencana penataan dan renovasi stasiun. Perubahan tersebut mencakup lokasi pintu boarding, fasilitas Face Recognition Boarding Gate, Check-In Counter (CIC), hingga loket tiket.
Penyesuaian ini dilakukan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan sekaligus mewujudkan lingkungan stasiun yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi pelanggan.
Perubahan pertama diterapkan pada area keberangkatan Stasiun Malang sisi Timur, yakni bangunan baru yang berada di Jalan Jenderal Sudirman. Mulai Jumat (30/10/2026), pintu boarding yang sebelumnya berada di lantai 1 dipindahkan secara permanen ke lantai 2.
Sementara itu, pemindahan fasilitas Face Recognition Boarding Gate dijadwalkan mulai Minggu (1/11/2026).
Adapun penyesuaian di Stasiun Malang sisi Barat, atau bangunan lama di Jalan Trunojoyo, akan diberlakukan mulai Senin (2/11/2026). Perubahan ini bersifat sementara selama proses penataan dan renovasi berlangsung.
Area boarding dan Check-In Counter (CIC) yang sebelumnya berada di tengah hall akan dialihkan ke area pintu keluar Stasiun Malang di Jalan Trunojoyo. Sedangkan loket tiket dipindahkan sementara ke area depan, tepatnya di sekitar ruang tunggu penumpang sisi utara.
Penumpang Diminta Memperhatikan Alur Boarding
Seiring dengan perpindahan pintu boarding ke lantai 2 di sisi Timur, KAI Daop 8 Surabaya mengimbau penumpang yang perlu menjalani pemeriksaan bagasi agar terlebih dahulu menuju area pemeriksaan di lantai 1 sebelum melanjutkan proses boarding.
Langkah tersebut penting untuk memastikan penumpang mengetahui ketentuan bagasi sejak awal. Apabila ditemukan kelebihan bagasi yang mengharuskan pembayaran, transaksi dapat diselesaikan sebelum penumpang naik ke lantai 2.
Dengan demikian, penumpang tidak perlu kembali turun ke lantai 1 untuk menyelesaikan pembayaran setelah berada di area boarding.
KAI juga mengingatkan para pengantar yang hendak mendampingi penumpang hingga lantai 2 agar memperhatikan akses antarlantai. Saat ini, akses dari lantai 2 menuju lantai 1 hanya tersedia melalui tangga manual.
Kondisi tersebut perlu menjadi pertimbangan, khususnya bagi pengantar yang mendampingi penumpang dengan kebutuhan mobilitas tertentu.
KAI Minta Penumpang Datang Lebih Awal
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, meminta pelanggan yang akan berangkat dari Stasiun Malang, baik melalui sisi Timur maupun sisi Barat, untuk memperhatikan perubahan lokasi pelayanan tersebut.
Penumpang juga diharapkan mengikuti petunjuk arah yang tersedia serta arahan petugas di lapangan agar proses keberangkatan tetap berjalan lancar.
“Kami mengimbau kepada seluruh pelanggan kereta api yang menggunakan layanan Stasiun Malang, baik sisi Barat maupun sisi Timur, agar memperhatikan perubahan lokasi pelayanan dan boarding tersebut. Kami mengharapkan pelanggan mengikuti petunjuk arah dan arahan petugas di lapangan agar proses keberangkatan berjalan dengan lancar,” ujar Mahendro.
Selain memperhatikan lokasi pelayanan, pelanggan disarankan datang lebih awal ke stasiun. Dengan begitu, tersedia waktu yang cukup untuk mempersiapkan perjalanan, menjalani pemeriksaan tiket, dan menyelesaikan proses boarding sesuai ketentuan.
KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf atas kemungkinan ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh perpindahan sejumlah fasilitas pelayanan, baik yang bersifat permanen di sisi Timur maupun sementara di sisi Barat.
Penataan dan renovasi tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KAI dalam mengembangkan fasilitas stasiun. Melalui pembenahan ini, diharapkan pelayanan kepada pelanggan semakin optimal dengan dukungan lingkungan stasiun yang lebih tertib, aman, dan nyaman.
KAI Daop 8 Surabaya turut menyampaikan terima kasih atas pengertian dan dukungan pelanggan selama proses penyesuaian berlangsung. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan transportasi kereta api yang mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan kepuasan pelanggan.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Imam Muslich




















































