BACAMALANG.COM – Jatim Park (JTP) 1 Kota Batu memasuki babak baru dalam perjalanan 25 tahun sebagai destinasi wisata edukasi. Dua museum baru, yakni Museum Mega Science Center dan Museum Budaya Nusantara, resmi diperkenalkan melalui kegiatan trial opening pada Rabu (16/9/2026).
Berada di kawasan Jatim Park 1, Jalan Kartika No. 2, Kota Batu, kehadiran dua museum tersebut memperkuat konsep wisata yang memadukan hiburan, pembelajaran, teknologi, serta pengenalan budaya Indonesia.
Prosesi peresmian dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Batu Nurochman, jajaran Forkopimda Kota Batu, jajaran direksi JTP Group, ratusan pelajar, serta tamu undangan.
Rangkaian acara diawali tari selamat datang khas Malang, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan doa bersama. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita serta penandatanganan prasasti sebagai penanda dibukanya dua museum tersebut.
Menghidupkan Kembali Konsep Taman Belajar
Direktur sekaligus Konseptor dan Pengelola Utama JTP Group, Rio Imam Sendjojo, mengatakan pembangunan dua museum tersebut merupakan bagian dari upaya mengembalikan sekaligus memperkuat identitas JTP 1 sebagai destinasi wisata edukasi.
Menurutnya, sejak awal berdiri 25 tahun lalu, JTP 1 membawa gagasan bahwa proses belajar dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan.
“Selama 25 tahun lalu JTP 1 lahir dengan mimpi membuat belajar itu menyenangkan. Hari ini mimpi itu kita sempurnakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Museum Mega Science Center menghadirkan berbagai alat peraga interaktif yang memungkinkan pengunjung belajar sains melalui pengalaman langsung.
Anak-anak, kata dia, tidak hanya mempelajari teori, tetapi dapat melihat dan mencoba berbagai fenomena sains, seperti listrik, gempa bumi, hingga cara kerja tubuh manusia.
Sementara Museum Budaya Nusantara dirancang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus menanamkan pemahaman mengenai identitas dan keberagaman Nusantara kepada generasi muda.
617 Alat Peraga Sains dan 1.023 Artefak Budaya
Marketing Manager & Public Relations JTP Group, Titik S. Ariyanto, mengatakan kawasan edukasi tersebut berdiri di lahan sekitar tiga hektare dengan beragam koleksi dan fasilitas.
Ia menyebut Museum Mega Science Center memiliki ratusan alat peraga sains interaktif, sementara Museum Budaya Nusantara menyimpan lebih dari seribu artefak.
“Di sini terdapat 617 alat peraga sains. Selain itu, ada koleksi budaya sebanyak 1.023 artefak yang memiliki nilai sejarah dan budaya,” jelasnya.
Salah satu koleksi yang menjadi perhatian adalah 18 Al-Qur’an kuno yang disebut telah berusia ratusan tahun.
Menurut Titik, keberadaan koleksi tersebut menjadi salah satu alasan pengunjung disarankan menyempatkan diri mengunjungi area Museum Budaya Nusantara selama berada di JTP 1.
Konsep yang diusung, lanjutnya, tidak sekadar menghadirkan benda untuk dilihat. Pengunjung didorong untuk belajar melalui pengalaman langsung.
“Anak zaman sekarang tidak cukup belajar lewat buku saja, tetapi harus praktik, menyentuh, dan mengalami langsung, supaya ilmunya benar-benar masuk,” katanya.
Wali Kota Batu: Jadi Laboratorium Hidup bagi Pelajar
Wali Kota Batu Nurochman memberikan apresiasi atas hadirnya dua museum tersebut. Menurutnya, keberadaan destinasi edukasi baru ini sejalan dengan pengembangan Kota Batu sebagai kota wisata yang juga memiliki karakter edukatif.
“Kami tidak hanya ingin menjual wahana, tapi kami ingin menjual pengetahuan. Ini akan menjadi laboratorium hidup bagi ribuan pelajar se-Malang Raya dan magnet baru wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujarnya.
Museum Mega Science Center, Belajar Sains Sambil Bermain
Museum Mega Science Center mengusung konsep edutainment, yakni pembelajaran yang dikemas melalui pengalaman bermain dan interaksi.
Pengunjung dapat mencoba berbagai wahana yang berkaitan dengan fenomena sains, di antaranya Tesla Coil, simulasi gempa bumi, lorong ilusi gravitasi, hingga laboratorium anatomi tubuh manusia.
Berbagai fasilitas tersebut dikemas dengan pendekatan modern dan interaktif sehingga pengunjung tidak hanya menjadi penonton, tetapi dapat terlibat langsung dalam proses pembelajaran.
Museum Budaya Nusantara, Menjelajah Indonesia
Sementara itu, Museum Budaya Nusantara mengajak pengunjung mengenal keberagaman budaya Indonesia.
Di dalamnya terdapat 38 anjungan yang merepresentasikan 38 provinsi, lengkap dengan berbagai area seperti Galeri Etnik Nusantara, Galeri Etnik Papua, Keraton Nusantara, Kampung Batik, koleksi topeng Malangan, hingga alat musik tradisional.
Koleksi budaya tersebut dipadukan dengan teknologi multimedia interaktif sehingga pengalaman mengenal budaya Nusantara dibuat lebih menarik bagi pengunjung, khususnya generasi muda.
Usai prosesi peresmian, rombongan VIP dan awak media mengikuti museum tour untuk mencoba langsung berbagai fasilitas dan wahana interaktif yang tersedia.
Dengan hadirnya dua museum baru tersebut, JTP 1 kini memiliki lebih dari 60 wahana edukasi dan hiburan dalam satu kawasan.
Manajemen JTP Group juga menargetkan pertumbuhan kunjungan wisata edukasi hingga 20 persen pada akhir 2026.
Kehadiran Museum Mega Science Center dan Museum Budaya Nusantara menjadi bagian dari pengembangan JTP 1 setelah 25 tahun perjalanan, dengan menggabungkan unsur rekreasi, sains, teknologi, sejarah, dan kebudayaan dalam satu destinasi.
#liburanjatimparkaja
Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































