Pendiri NII CC Sebut Bom Bunuh Diri Makassar Permulaan dan Wujud Kemarahan Teroris - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 28 Mar 2021 21:16 WIB ·

Pendiri NII CC Sebut Bom Bunuh Diri Makassar Permulaan dan Wujud Kemarahan Teroris


 Pendiri NII CC Sebut Bom Bunuh Diri Makassar Permulaan dan Wujud Kemarahan Teroris Perbesar

BACAMALANG.COM – Pendiri NII (Negara Islam Indonesia) CC (Crisis Center) Ken Setiawan menilai Suicide Bombing (bom bunuh diri) di Makassar Provinsi Sulawesi Selatan adalah permulaan dan wujud kemarahan teroris buntut dari berbagai peristiwa sebelumnya.

“Kita berharap pemerintah dan aparat meningkatkan kewaspadaan karena menurut Kami ini adalah permulaan dari aksi terorisme. Mereka marah karena jaringan mereka di berbagai daerah Indonesia ditindak Densus 88 dan sumber dana dibekukan PPATK karena terindikasi berkaitan dengan jaringan terorisme,” tegas Ken Setiawan, Minggu (28/3/2021).

Seperti diketahui, ledakan bom bunuh diri terjadi di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan Minggu (28/3/2021) pagi, memakan korban tewas dan luka-luka.

Ken mengatakan, mereka akan melakukan teror untuk membuat masyarakat takut. Mereka ingin membuktikan dan menunjukkan eksistensi bahwa mereka ada.

“Kita harus waspada tapi jangan takut. Kalau Kita takut kelompok terorisme dianggap berhasil membuat propaganda. Target mereka adalah konflik. Kalau terjadi konflik maka akan memberikan peluang untuk menggulingkan negara Republik Indonesia untuk mereka ganti dengan khilafah dan mendirikan negara Islam,” paparnya.

Ia berpesan agar masyarakat tidak terprovokasi. “Jangan sampai masyarakat terprovokasi dan terpancing agar ke depan keadaan lebih kondusif dan damai. Kta berharap masyarakat menjadi lebihi kritis terhadap informasi yang diterima,” tuturnya.

Ia berkata agar masyarakat tidak menjadi korban hoaks. “Kita jangan sampai menjadi korban hoaks dan menjadi pelaku hoaks karena turut menyebarkan terhadap informasi yang belum tahu asal usulnya. Kita harus tabayun terhadap berita yang Kita terima agar tidak menjadi bumerang untuk diri Kita dan orang- orang di sekitar Kita,” pungkas Ken. (had)

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

557 Gempa Guncang Jatim Sepanjang September, Tujuh Kali Dirasakan Warga

1 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Belajar dari Hillsborough, Empat Tahun Kanjuruhan Masih Menanti Pengakuan dan Akuntabilitas Negara

30 September 2026 - 12:03 WIB

Tak Cuma Teori, Mahasiswa K3 Universitas Kepanjen Digembleng Hadapi Situasi Bencana

27 September 2026 - 13:57 WIB

DPRD, Pemkab dan BAZNAS Kabupaten Malang Salurkan Bantuan Rp1,4 Miliar untuk Korban Gempa NTT

27 September 2026 - 09:28 WIB

Sepekan 105 Gempa Terekam di Jatim, BMKG Pastikan Tak Ada yang Dirasakan Warga Malang

25 September 2026 - 14:13 WIB

Teguh Santosa Tegaskan JMSI Dukung Penuh HPN 2027

25 September 2026 - 09:11 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !