Dosen FH UB Kritisi Hubungan Kausal Dominan Penyebab Kematian Akibat Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 11 Okt 2022 13:23 WIB ·

Dosen FH UB Kritisi Hubungan Kausal Dominan Penyebab Kematian Akibat Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan


 Dosen FH UB Kritisi Hubungan Kausal Dominan Penyebab Kematian Akibat Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan Perbesar

BACAMALANG.COM – Dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB), Fachrizal Afandi S.Psi., S.H., M.H., Ph.D. mengkritisi hubungan kausal dominan penyebab kematian ratusan korban akibat gas air mata, di tragedi Kanjuruhan, Selasa (11/10/2022).

“Pertama yang harus disiapkan atau dibutuhkan itu tentu alat bukti ya, alat bukti itu saksi, kemudian alat bukti surat, alat bukti keterangan terdakwa kemudian barang bukti untuk menyusun alat bukti petunjuk. Jadi apa kira-kira yang menyebabkan matinya ratusan orang itu apa?,” tegas Fachrizal Afandi S.Psi., S.H., M.H., Ph.D, kepada BacaMalang.com.

Ia menuturkan optimisme terhadap TGPFI tergantung dari kebesaran nyali dari seluruh anggotanya.

“Apakah optimistis TGPFI bisa bekerja maksimal? Ya kita lihatlah ya. Karena kan ini susunan TGPFI ini kan bermacam-macam mulai dari mantan aktivis, kemudian sampai pejabat publik harusnya bisa. Tapi kita lihat saja bagaimana nyali mereka membongkar kasus ini,” paparnya.

Ia menjelaskan pengungkapan kasus melibatkan aparat sebagai pelaku tidak mudah. “Karena kasus yang melibatkan aparat keamanan itu selalu tidak mudah untuk dibuktikan kemudian untuk bisa obyektif, netral dan valid ya tentu kerjanya harus akuntabel dan transparan ya agar masyarakat percaya bahwa mereka melakukan hal yang benar,” imbuhnya.

Dikatakannya sebagai perbandingan kalau di luar negeri penanganan kasus seperti ini melibatkan peradilan seperti di Peru dan Ghana.

“Kemudian ya ini sebenarnya kan kita kan kalau dihitung kejadian ini tragedi ini nomor dua sekarang paling banyak suporter sepakbola yang meninggal di dunia. Kalau kita lihat di negara lain ada yang mengusut itu memang aparat peradilan jadi bukan aparat keamanan tapi diawasi oleh aparat peradilan. Kalau di negara lain itu mereka berhasil menuntut atau membawa ke persidangan yang nembak, yaitu pelaku menembak gas air mata. Seperti di Ghana dan Peru,” tukasnya.

Ia minta masyarakat dan seluruh elemen bangsa mengawal kasus ini, serta kembali menegaskan jika hubungan kausal yang paling dekat dominan menyebabkan kematian korban adalah karena gas air mata.

“Saya minta masyarakat harus mengawal, TGPFI jangan menutup mata jangan kemudian menyalahkan hanya suporter, karena kan ini kalau dalam hukum pidana hubungan kausal yang paling dekat yang paling dominan menyebabkan kematian orang itu kan karena yang paling utama ya sementara ini kan yang utama karena gas air mata,” tandasnya.

Ditambahkannya pemeriksaan harus dilakukan menyeluruh termasuk penjajakan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban.

“Tentu yang harus dicari adalah selongsongnya kemudian siapa yang menembak, perintah siapa nah itu yang penting. Lalu siapa yang menutup gerbangnya itu juga penting dicari. Kalau bisa para korban juga harus divisum atau mungkin jenazah di autopsi untuk melihat penyebab kematian korban,” pungkasnya. (had)

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Iduladha 1447 H di Lapas Kelas I Malang, 2.425 Warga Binaan Nikmati Gulai Sapi Kurban

27 Mei 2026 - 20:31 WIB

Menjaga Warisan Leluhur Lewat Segelas Jamu, Gerakan Sederhana FSTeM UB untuk Budaya dan Kesehatan

27 Mei 2026 - 20:27 WIB

Bungkus Daging Kurban Pakai Daun Jati, Panitia Masjid di Sukun Malang Tekan Limbah Plastik

27 Mei 2026 - 18:33 WIB

Polres Malang Ungkap Kasus Januari-Mei, Janji Tindak Tegas Pelaku Street Crime

27 Mei 2026 - 18:01 WIB

Kecelakaan Maut di Sumbermanjing Wetan, Pelajar SMP Naik Motor Tewas Usai Serempetan dengan Truk

27 Mei 2026 - 16:36 WIB

Polres Batu Sembelih 4 Sapi dan 35 Kambing Kurban, Daging Didistribusikan untuk Warga dan Ponpes

27 Mei 2026 - 16:14 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !