BACAMALANG.COM – Atmosfer Stadion Gajayana Kota Malang, kembali dipenuhi semangat dan antusiasme ratusan pesepak bola putri muda yang berlaga dalam gelaran MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 2 Malang 2025-2026. Ajang pembinaan sepak bola putri usia dini untuk Kelompok Umur (KU) 10 dan KU 12 yang berlangsung pada 21-24 Mei 2026 ini menjadi panggung lahirnya talenta-talenta potensial dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah se-Malang Raya.
Pada partai final yang dihelat pada Minggu (24/5/2026), SDN Tulungrejo 02 Kota Batu berhasil menjadi jawara di KU 10 setelah mengalahkan tim SDN Tunjungsekar 3 Kota Malang dengan skor 3-1. Sementara pada KU 12, SDN Lowokwaru 3 Kota Malang mengunci mahkota juara usai menggulung SDN 3 Pandan Landung, Kabupaten Malang dengan angka telak tanpa balas 3-0.
Kedua partai final tersebut berlangsung seru. Pada KU-10, SDN Tulungrejo 02 masih terlalu perkasa bagi SDN Tunjungsekar 3 Kota Malang, dengan 2 gol oleh Kholifah Nur Avilia, plus 1 gol dari Azzahra Nur Fitria Umayra. Gol balasan semata wayang SDN Tunjungsekar 3 dicetak oleh Jingga Meutia Ardhanareswari pada menit ke-13.

Pemain SDN Lowokwaru 3, Adelice Maureen Hanum Faisa, melakukan selebrasi usai membobol gawang tim SDN 3 Pandanlandung lewat hat-trick dalam laga final MLSC Malang Seri 2 KU 12 di Stadion Gajayana Malang, Minggu (24/5/2026). (Nedi Putra AW)
Gelar juara ini menjadi buah manis dari kerja keras dan ambisi besar tim SDN Tulungrejo 02 untuk bersinar dalam turnamen yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife tersebut. Keberhasilan ini sekaligus menjadi ajang pembuktian setelah pada MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Malang Seri 1 2025-2026, SDN Tulungrejo 02 harus terhenti di babak delapan besar.
Hal ini menjadi momen bersyukur pelatih SDN Tulungrejo 02, Tri Cahyo Suseno yang menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari evaluasi menyeluruh dan kerja keras yang dilakukan tim usai penampilan mereka di seri sebelumnya.
“Kesiapan mental para pemain menjadi faktor kunci dalam partai final. Selain itu, peningkatan pada aspek teknik dasar dan kemampuan menghadapi situasi bola mati juga menjadi perhatian khusus selama masa persiapan,” ungkapnya.

Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, Bersama Ketua Umum Askot PSSI Kota Batu Ganis Rumpoko ikut menyimak jalannya laga final. (Nedi Putra AW)
Sedangkan di laga KU-12, ritme pertandingan selama 2 x 15 menit tersebut cenderung berlangsung cepat. Ke-3 gol merupakan hat-trick dari pemain SDN Lowokwaru 3, Adelice Maureen Hanum Faisa, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai Top Scorer di akhir turnamen dengan 36 gol.
Sementara peluang SDN 3 Pandanlandung untuk memperkecil ketertinggalan gagal, setelah tendangan penalti Aisyah Alya Putri berhasil digagalkan oleh goal keeper SDN Lowokwaru 3, Aisyah Fadzila Samha.
Ditemui usai laga, Adelice mengaku sebenarnya merasa capek menghadapi turnamen ini, karena harus bisa mengatur latihan dan istirahat agar tetap fit saat pertandingan.
“Meski begitu saya senang karena di final tadi bisa mencetak tiga gol yang membantu tim meraih kemenangan. Kemenangan ini juga buat orang tua yang selalu mendukung saya selama latihan dan pertandingan,” ungkap pengagum Lionel Messi ini.
Pelatih SDN Lowokwaru 3, Hazmi Wardi menambahkan, kemenangan ini berhasil diraih karena anak asuhnya tampil sangat baik pada laga final dan mampu menjalankan instruksi dengan maksimal.
“Saya juga mengapresiasi kontribusi Adelice yang sukses mencetak gol-gol penting hingga mengantarkan tim meraih kemenangan,” tegasnya bangga.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras seluruh pemain yang selama ini disiplin berlatih dan memiliki tekad kuat untuk berkembang menjadi pesepak bola profesional.
Ia juga berharap Kota Malang dapat menjadi tuan ramah gelaran MilkLife Soccer Challenge pada tahun-tahun mendatang, mengingat turnamen seperti ini menjadi wadah penting bagi pembinaan sekaligus memotivasi para pesepak bola putri usia dini untuk terus berprestasi.
MilkLife Soccer Challenge Malang Seri 2 2025 – 2026 kali ini diikuti oleh 2.161 peserta, yang meningkat jumlahnya dibandingkan dengan Seri 1 lalu dengan 1.918 peserta. Jumlah Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar yang berpartisipasi Juga mengaloami peningkatan, dari 120 menjadi 122 sekolah. Demikian pula untuk Tim KU 10, yang bertambah dari 64 menjadi 82 tim, sementara jumlah tim KU 12 yang meningkat dari 111 menjadi 116.
MLSC Malang Seri 2 2025 – 2026 ini juga berhasil membuahkan juara baru, baik di KU-10 maupun KU-12. Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann menilai hal ini membuat kans tim All-Stars dari Malang berpotensi kuat dalam MLSC All-Stars yang akan berlangsung di Kudus bulan depan.
“Sebagai orang Malang tentunya saya bangga dengan juara baru dan peningkatan jumlah peserta kali ini,” ungkapnya.
Ia menilai, kondisi ini tidak terlepas dari komitmen Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife dalam menjaring talenta-talenta potensial di Malang Raya, yang terdiri dari Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang.
MilkLife Soccer Challenge Malang Seri 2 menjadi penutup rangkaian penyelenggaraan di 12 kota sebelum para pemain terbaik melangkah menuju MLSC All-Stars 2025-2026 di Kudus pada Juni mendatang.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW




















































