Menjaga Warisan Leluhur Lewat Segelas Jamu, Gerakan Sederhana FSTeM UB untuk Budaya dan Kesehatan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 27 Mei 2026 20:27 WIB ·

Menjaga Warisan Leluhur Lewat Segelas Jamu, Gerakan Sederhana FSTeM UB untuk Budaya dan Kesehatan


 Ketua Pusat Inovasi Jamu UB, Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati (kanan), saat Minum Jamu Bersama memperingati Hari Jamu Nasional, belum lama ini. (ist)
Perbesar

Ketua Pusat Inovasi Jamu UB, Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati (kanan), saat Minum Jamu Bersama memperingati Hari Jamu Nasional, belum lama ini. (ist)

BACAMALANG.COM–Keberadaan jamu dinilai tetap relevan di tengah perkembangan industri kesehatan modern. Bahkan tren gaya hidup alami dan kembali ke produk herbal mulai diminati masyarakat dunia. Sementara Indonesia, dengan kekayaan rempah dan tanaman obatnya, memiliki modal besar untuk menjadikan jamu sebagai bagian dari identitas sekaligus kekuatan ekonomi berbasis budaya.

Bagi sebagian mahasiswa, jamu mungkin identik dengan minuman tradisional yang hanya dikonsumsi generasi tua. Namun di tangan dunia akademik, jamu kini juga dipandang sebagai objek riset dan inovasi yang memiliki peluang besar untuk terus berkembang.

Seperti sivitas akademika Departemen Biologi Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB), yang mengelar acara sederhana namun sarat makna untuk memperingati Hari Jamu Nasional, yakni dengan minum jamu bersama.

Ketua Pusat Inovasi Jamu UB, Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan budaya jamu Indonesia. “Pelestarian jamu tidak cukup hanya dengan mengenalnya, tetapi juga dengan membiasakan dan menumbuhkan kebanggaan terhadap produk herbal Indonesia,” ungkapnya belum lama ini.

Prof. Sasmito menambahkan, kegiatan sederhana seperti minum jamu bersama ini menjadi langkah kecil yang bermakna dalam menjaga identitas budaya bangsa sekaligus mendukung kesehatan masyarakat.

Menurutnya, tradisi minum jamu bukan hanya bagian dari masa lalu, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat masyarakat modern Indonesia.

Senada dengan Prof. Sasmito, Sekretaris Pusat Inovasi Jamu UB, Dinia Rizqi Dwijayanti, menuturkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bentuk pendekatan kepada generasi muda agar lebih dekat dengan budaya dan potensi herbal Indonesia melalui cara yang sederhana namun bermakna.

Peserta Minum Jamu Bersama memperingati Hari Jamu Nasional di depan kampus FSTeM UB. (ist)

“Mahasiswa perlu melihat bahwa jamu bukan sekadar minuman tradisional, tetapi juga bagian dari identitas budaya Indonesia yang memiliki potensi besar dalam bidang kesehatan, penelitian, dan inovasi. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan herbal Indonesia serta mendorong lahirnya generasi muda yang peduli terhadap pengembangan jamu berbasis sains,” papar Dinia.

Melalui kegiatan tersebut, UB juga menunjukkan komitmennya terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), terutama terkait gaya hidup sehat, pendidikan berkualitas, dan pelestarian budaya lokal yang berkelanjutan.

Namun di balik seluruh konsep besar itu, inti dari kegiatan ini tetap sederhana, yaitu membangun kesadaran bahwa budaya bisa dijaga dari hal-hal kecil yang dilakukan bersama-sama.

Minum Jamu Bersama yang diinisiasi oleh dosen dan mahasiswa Departemen Biologi FSTeM UB itu membawa pesan, bahwa budaya tidak selalu harus dilestarikan melalui cara besar dan rumit. Kebiasaan sederhana, jika dilakukan bersama dan terus menerus, dapat menjadi gerakan yang berdampak luas.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Iduladha 1447 H di Lapas Kelas I Malang, 2.425 Warga Binaan Nikmati Gulai Sapi Kurban

27 Mei 2026 - 20:31 WIB

Bungkus Daging Kurban Pakai Daun Jati, Panitia Masjid di Sukun Malang Tekan Limbah Plastik

27 Mei 2026 - 18:33 WIB

Polres Malang Ungkap Kasus Januari-Mei, Janji Tindak Tegas Pelaku Street Crime

27 Mei 2026 - 18:01 WIB

Kecelakaan Maut di Sumbermanjing Wetan, Pelajar SMP Naik Motor Tewas Usai Serempetan dengan Truk

27 Mei 2026 - 16:36 WIB

Polres Batu Sembelih 4 Sapi dan 35 Kambing Kurban, Daging Didistribusikan untuk Warga dan Ponpes

27 Mei 2026 - 16:14 WIB

Nasdem Dorong Kajian Objektif, Jaga Alun-Alun Kepanjen Jadi Ruang Publik Bermanfaat

27 Mei 2026 - 14:33 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !