BACAMALANG.COM – Paguyuban Kesenian Jaranan dan Bantengan Putro Manunggal mengadakan Pentas Seni Tradisional Jaranan dan Bantengan untuk melestarikan warisan budaya leluhur, dan mensolidkan masyarakat, belum lama ini.
“Putro Manunggal, menggelar pentas seni tradisional jaranan dan bantengan di Desa Duwet Krajan Dusun Tosari Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang untuk melestarikan budaya leluhur. Diharapkan pula melalui kegiatan ini bisa mensolidkan masyarakat,” tandas Ketua Paguyuban Prayitno Adi kepada BacaMalang.com.
Dikatakannya perhelatan ini dalam rangka upacara adat, selamatan desa yang diperingati secara turun-temurun sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan segala nikmat dan perlindungan.
Melalui seni akan terjalin perekat silaturahmi organisasi untuk mencegah terjadinya konflik dengan menjaga kearifan lokal.
Dipaparkannya Jaranan dan Bantengan adalah budaya warisan leluhur yang mempunyai nilai seni tinggi, maka sudah seharusnya generasi muda bangsa bangga dan ikut menjaga keberadaan serta keberlanjutannya, menuju jati diri bangsa.
Diungkapkannya dengan penerimaan bansos dari kemensos melalui kegiatan kearifan lokal, maka diharapkan Putro Manunggal akan semakin solid menjaga jat diri bangsa yang penuh keberagaman.
Peserta acara ini yakni komunitas pecinta seni, generasi muda dan masyarakat sekitar.
Serangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi: pengadaan alat musik ,latihan tari dan pentas seni, yakni mulai Bulan Oktober, latihan seni, dan Bulan November pentas seni.
“Harapannya melalui seni budaya kita solidkan hubungan kemasyarakatan, Kita lestarikan kearifan lokal juga penguatan ekonomi produktif, untuk mencegah terjadinya konflik yang mengarah pada terciptanya deradikalisasi,” pungkasnya. (had)






















































