BACAMALANG.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu terus berbenah dan berinovasi di tahun 2024. Tujuannya adalah untuk memastikan Kota Batu menjadi destinasi yang aman dan nyaman bagi para wisatawan.
Setelah memperbaharui fasilitas umum seperti jalan raya dan drainase, DPUPR Kota Batu kini menggagas program Kota Tematik. Program ini masih dalam proses pengembangan.
Visi DPUPR adalah mewujudkan sarana dan prasarana yang memadai untuk para wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu. Selain itu, DPUPR juga bertujuan mendukung Kota Batu sebagai kota wisata yang mandiri, maju, dan sejahtera melalui implementasi Desa Berdaya Kota Berjaya.
Kepala Dinas PUPR Kota Batu, Ir. Alfi Nurhidayat, S.T., M.T., IPM, menjelaskan bahwa tugas DPUPR tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan kualitas dan kuantitas jalan sesuai dengan kebutuhan pengembangan kota. Selain itu, DPUPR berfokus pada pengembangan sarana permukiman yang sehat dan sistem drainase yang baik untuk mengurangi genangan air di seluruh wilayah Kota Batu.
“Kami juga mewujudkan sistem pengendalian tata ruang, menciptakan pedestrian bagi pejalan kaki, dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” kata Alfi Nurhidayat kepada awak media.
Program unggulan DPUPR melibatkan pengelolaan tata ruang kota dengan pendekatan tematik. Revitalisasi drainase dilakukan di sepanjang Jalan Panglima Sudirman, Semeru, Bromo, Diponegoro, dan beberapa ruas jalan lainnya.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Batu, Ir. Eko Setiawan, S.T., M.T, PM, menyebut bahwa anggaran sebesar Rp 41 miliar telah dialokasikan untuk berbagai program. DPUPR berkoordinasi dengan DPUPR Provinsi Jawa Timur dalam proses pengerjaan. Salah satu langkah adalah menebang pohon di beberapa ruas jalan untuk menciptakan kota tematik dan area pedestrian bagi pejalan kaki. Namun, DPUPR juga menanam pohon baru sebagai pengganti.
Eko Setiawan menegaskan bahwa pohon yang ditebang adalah yang membahayakan pengendara dan pejalan kaki. Usia pohon dan kondisi fisiknya menjadi pertimbangan utama. Selain mengancam keselamatan, akar pohon juga dapat merusak paving di atas drainase yang telah dibangun.
Dengan upaya ini, DPUPR Kota Batu berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dan memastikan Kota Batu tetap menjadi tujuan wisata yang menarik bagi para pengunjung.
Ia pun menjelaskan tentang pemindahan pohon di wilayah tersebut. Menurutnya, keberadaan pohon yang dimaksud akan berada di jalur kewenangan Provinsi Jawa Timur.
“Pada intinya, kami hanya melaksanakan dan mengikuti saran dari provinsi untuk memindahkan pohon ke aset mereka,” ujar Eko Setiawan. Meskipun demikian, pohon-pohon yang ada di sepanjang Jalan Panglima Sudirman belum tertata dengan baik, baik dari segi jenis maupun bentuknya.
Melalui program kerja, DPUPR Kota Batu berusaha menciptakan kota tematik dengan menanam kembali jenis Tabebuya. Tujuannya adalah agar Kota Batu terlihat lebih indah, terutama bagi para wisatawan dan pejalan kaki.
Beberapa ruas jalan yang dibangun, seperti Jalan Panglima Sudirman, Jalan Semeru, Jalan Patimura, Jalan Dewi Sartika, Jalan Diponergoro, dan Jalan Sutan Hasan Halim, mendapat dukungan penuh dari Provinsi Jawa Timur.
Eko Setiawan berharap pihak Pemerintah Kota Batu, khususnya DPUPR, dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, sehingga pengunjung akan mengenang Kota Batu dengan baik. Fasilitas untuk difabel dan pejalan kaki juga diperhatikan, dan kerjasama dengan hotel-hotel diharapkan dapat mengurangi kemacetan.
Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































