BACAMALANG.COM – Target Direktur Utama (Dirut) Perumda Tugu Tirta (PDAM) Kota Malang, Priyo Sudibyo yang baru dilantik memenuhi janjinya dengan mengumpulkan Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang dan Perumda Among Tirto Kota Batu.
Para Direktur berkumpul pada hari pertama Dirut Perumda Tugu Tirta (PDAM) Kota Malang yang baru mengantor di PDAM Kota Malang, Senin (22/7/2024).
Priyo Sudibyo yang resmi memimpin PDAM Kota Malang menerima ucapan selamat dari dua Dirut dan para undangan yang hadir. Dalam pertemuan tersebut, pembahasan kerja sama terkait peningkatan layanan pelanggan juga dilakukan.
“Kehadiran beliau berdua (Dirut PDAM Kabupaten Malang dan Kota Batu) membuktikan janji saya untuk sinergi bersama,” ujar Priyo, Senin (22/7/2024).
Priyo mengaku, selama ini keluhan masyarakat Kota Malang paling utama soal gangguan air. Maka, kerja sama antara ketiga daerah se-Malang Raya ini sangat penting dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan pelanggan, salah satunya meningkatkan debit air.
“Kita akan lakukan kerja sama ulang, yang selama ini sudah dikerjasamakan, kita akan tambah debit airnya,” jelasnya.
Diketahui, memang hampir 90 persen sumber air untuk Kota Malang berasal dari Kabupaten Malang dan Kota Batu.
Harapannya kerja sama dengan ketiga PDAM tersebut bisa memberi manfaat dan meningkatkan layanan suplai air bagi seluruh pelanggan se-Malang Raya.
“Selama ini komunikasi belum terjalin baik. Maka sekarang ini (kerja sama) akan terjadi,” tegasnya.
Untuk melakukan peningkatkan debit air, maka salah satu jalan yang dilakukan adalah membahas soal tarif kompensasi.
“10 tahun kita tidak pernah naik. Maka kita ada beberapa proses, kita survei dan nanti hasilnya kita ajukan,” terangnya.
Priyo juga akan melakukan audit internal baik SDM maupun lainnya, hal ini untuk mengevaluasi.
“Kami akan melakukan audit internal, yang nantinya baru kita evaluasi,” jelas Priyo.
Sementara, Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Syamsul Hadi mangaku sangat menyambut baik kerja sama yang ditawarkan oleh PDAM Kota Malang.
“Tentu kami sambut dengan baik. Sumber mata air kan ada di dua wilayah saja, sehingga kalau tiga BUMD bersinergi dan mau membangun serta menggunakan bersama, saya yakin layanan air di Malang Raya semakin baik,” terangnya.
Samsul juga setuju soal kajian tarif kompensasi yang 10 tahun tak pernah naik maupun dibahas.
“Dikaji lebih dalam apakah tarif sesuai atau harus disesuaikan,” ungkapnya.
Sementara, Dirut Perumda Among Tirto Kota Batu, Edy Sunaedi menilai pertemuan antara ketiga BUMD dari PDAM se-Malang Raya ini menjadi pintu untuk melakukan evaluasi dan koreksi atas kerja sama yang sudah berjalan selama ini.
Sebelumnya komunikasi yang dilakukan antara ketiga daerah ini kurang baik. Diakuinya, baru kali ini pintu sinergi baru terbuka lebar maka harus segera dimanfaatkan.
“Kami berharap dengan kepemimpinan baru ada progres positif, koreksi, dan evaluasi atas MoU yang kita laksanakan yang sebentar lagi habis,” jelasnya.
Apalagi, Kota Batu sendiri merupakan potensi utama sumber air di Malang Raya. Maka, kerja sama pemanfaatan air harus dilakukan dengan baik untuk kebutuhan para pelanggan.
“Banyak hal yang perlu diperbarui. Jumlah debit air yang kita alirkan ke Kota Malang hingga kompensasi yang harus kita sepakati bersama,” tandasnya.
Pewarta : Rohim Alfarizi
Editor: Aan Imam Marzuki




















































